Jumat, 06 Mei 2011

Berfoto dengan Para Tokoh Terkenal


Dua hari lalu, saya bertemu dengan seorang teman. Dalam obrolan beberapa jam itu, muncul sebuah ide. Teman tadi menantang saya apakah bisa mewujudkan ide tadi menjadi kenyataan. Ia memberikan saya batas waktu selama dua bulan. Tidak hanya itu, ia pun menawarkan sejumlah bantuan bila saya memang serius ingin menjalankan ide tadi. Saya tidak berani memberikan jawaban tegas kepadanya, selain mengatakan akan pikir-pikir dulu sambil membuat coret-coretan soal ide tadi.

Saya tidak akan mengungkapkan apa ide tadi, yang menurut saya, ini adalah sebuah ide yang cemerlang dan bisa maju pesat bila digarap serius. Namun, kali ini saya akan menceritakan sebuah penyesalan terhadap sesuatu yang selama ini jarang saya lakukan walau kesempatan selalu datang. Pasalnya, bila hal ini saya tempuh sejak dulu, maka akan bisa saya gunakan untuk mendukung pelaksanaan ide kami tadi. Penyesalan tadi adalah; ogah berfoto dengan para tokoh terkenal.

Sebagai seorang jurnalis sejak 1998, saya berkesempatan untuk bertemu dengan banyak orang. Mulai dari tukang becak hingga pejabat penting. Mulai yang tinggal di emperan toko, sampai yang tinggal di rumah besar bak istana. Mulai dari tengah kota Jakarta, sampai ke pedalaman Papua. Namun, saya sangat jarang mengajak berfoto bersama kepada para orang-orang yang saya temui tadi. Saya malah lebih suka memoto mereka atau berburu foto yang unik dan langka di setiap daerah yang saya kunjungi.

Saya memang tidak seperti banyak teman saya lain, yang hobi berfoto dengan para tokoh dan kemudian meng-upload foto tadi ke facebook atau blog mereka. Bahkan, ada juga teman yang memajang foto bersama si tokoh tadi di kamar atau bahkan di ruang tamu rumah mereka. Saya malah hanya memajang foto beberapa hasil jepretan saya yang berisi keindahan di beberapa kota di dinding ruang tamu rumah.

Saya baru menyadari kalau berfoto dengan para tokoh terkenal rupanya bisa juga bermanfaat, selain memajangnya di rumah makan, seperti yang banyak dilakukan para pemilik rumah makan. Hehehe….

“Berfoto dengan para tokoh akan bisa menaikkan gengsi kita. Orang tidak akan percaya begitu saja atas cerita kita kalau kenal dengan tokoh si A, si B, atau yang lain. Tapi, begitu ada foto kita dengan si tokoh tadi, maka tanpa memberi penjelasan bertele-tele, orang pun akan langsung percaya kepada kita. Harga kita juga langsung naik,” kata teman tadi yang memang jago dalam urusan bisnis.

saya pun hanya bisa mengiyakan argumen teman ini.

“Menang, lu pernah ketemu tokoh siapa saja?” tanya teman ini lagi.

Saya pun menceritakan beberapa pengalaman liputan sejak menjadi jurnalis. Saya ceritakan pengalaman mewawancarai beberapa tokoh nasional di Indonesia. Saya juga berbagi cerita mengenai pengalaman liputan bersama beberapa tokoh yang ternyata di kemudian hari menjadi pejabat penting. Beberapa nama saya sebut, seperti Gus Dur, Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, Bambang Hendarso Danuri, dan beberapa nama tokoh lan.

Ah, rupanya berfoto dengan para tokoh itu berguna juga ya…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar