Minggu, 29 Mei 2011

Maaf, Premium (Bukan) Untuk Orang Miskin



Foto ini hasil jepretan saya ketika berada di kota Jogjakarta, pekan lalu. Saat sedang mengisi BBM di sebuah Pom Bensin di tengah kota gudeg ini, saya melihat spanduk kecil ini terpasang di tembok pembatas pom bensin. Jepret...jepret...jepret... Saya pun mengabadikan tulisan ini dari atas mobil. Dan, salah satu hasilnya adalah yang saya posting ini.

"Premium adalah BBM bersubsidi. Hanya untuk golongan tidak mampu.Terima kasih telah menggunakan BBM non Subsidi," begitu bunyi tulisan di poster ini.

Saya tergelitik dengan bunyik kalimat itu. Pertanyaan yang segera muncul di kepala saya saat pertama kali membaca isi poster itu adalah, untuk apa orang tidak mampu membeli premium alias bensin? Benarkah golongan tidak mampu membutuhkan bensin?

Saya pikir, pemerintah sudah salah membuat poster ini. orang tidak mampu tidak membutuhkan bensin. orang tidak mampu tidak mungkin memiliki sepeda motor, apalagi mobil. Bensin cuma dibutuhkan oleh orang-orang berada, yang memiliki kendaraan atau mesin yang berbahan bakar bensin. Bensin tidak mungkin dipakai untuk bahan bakar kompor atau membakar kayu bakar. Bensin juga tidak mungkin dipakai orang tidak mampu untuk bahan bakar penerangan di gubuk-gubuk mereka.

Saya menduga, bunyi poster ini muncul karena pemerintah semakin khawatir dengan semakin membengkaknya subsidi BBM. Harga minyak dunia terus meranjak naik, dan sudah lama bercokol di atas US$100 perbarrel. Subsidi BBM semakin menggerogoti anggaran pemerintah. Dan, pemerintah tentu sangat gamang untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Urusan bisa semakin runyam bila kebijakan tidak populer itu terpaksa diambil. Salah satunya adalah bakal tidak terkendalinya inflasi, yang akhirnya akan mempengaruhi perekonomian nasional. Citra pemerintah pun akan semakin buruk di mata rakyatnya.

Karena itu, cara yang paling aman untuk menekan beban subsidi tadi adalah dengan mengurangi pemakaian BBM bersubsidi. Sayangnya, pemerintah pun setengah hati bertindak. Padahal, caranya sangat gampang kok. Tinggal mengeluarkan aturan berisi larangan kendaraan dengan kriteria tertentu untuk menggunakan BBM subsidi. Misalkan, kendaraan di atas 1.300cc harus menggunakan pertamax. Sayangnya, belum tentu seluruh SPBU di negeri ini menjual pertamax juga. Nah, lo!

Selamat berpusing ria untuk pemerintah. Dan, mohon bunyi tulisan di poster itu, digantilah.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar