Kamis, 26 Mei 2011

Santapan Rohani dari M Nur Maulana

M Nur MaulanaTampaknya pengganti Aa Gym kini sudah hadir. Namanya Muhammad Nur Maulana. Ia hadir tiap pagi untuk menyapa penonton Trans TV. Lewat program bertajuk ‘Islam itu Indah’, juru dakwah ini selama sejam sejak pukul 05.30 WIB, membawakan satu tema tiap hari.

Pagi tadi, tema yang ia bawakan adalah ‘malam’. Da’i Nur Maulana mengulas arti malam bagi umat Islam. Seperti biasa, ia membawakan kisah ‘malam’ ini dengan penuh humor, dan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siapapun. Bahasa tubuhnya juga ikut mendukung humornya itu. Karena itu, tampaknya siapa pun pasti tertawa melihatnya. Akhirnya, waktu sejam pun tidak terasa berlalu untuk mendengarkan ceramahnya.

Saya awalnya tidak begitu peduli dengan acara ini. Bagi saya, acara TV seperti ini sama saja dengan program sejenis di TV lain. Sebab, program bernuansi agama memang sudah jamak muncul di pagi hari di beberapa stasiun TV. Dan, biasanya, acara semacam ini penuh kekakuan. Maksudnya memang bagus, yakni untuk memberi semangat dan motivasi pagi penonton. Namun, acap kali justu menjemukan.

Namun, seorang Muhammad Nur Maulana rupanya bisa membalik semuanya.

Saya mulai tertarik menyimak isi dakwah ustad Maulana ini, ketika Trans TV menayangkan satu episode ‘Islam itu Indah’ pada malam hari. Kalau tidak salah, episode ini muncul pada pukul 20.00 WIB sekitar dua minggu lalu. Saat itu, Nur Maulana sedang berdakwah di dalam LP Sukamiskin Bandung. Ia berada di tengah sejumlah napi dan petugas LP yang berkumpul di satu ruangan. Saya tidak tahu persis, apakah ruangan itu adalah masjid atau bukan. Tema yang ia bawakan saat itu adalah ‘Bapak’

Saat itu, saya sempat berpikir ini adalah salah satu acara baru Trans TV. Dan, yang membuat saya heran, berani sekali Trans TV menayangkan acara semacam ini pada waktu primetime alias jam utama.

Saya mencoba menerka-nerka apa kira-kira alasan Trans TV berani melakukannya. Pertama, karena saat itu, ada Ariel Peterpan yang ikut menjadi salah satu napi yang menjadi peserta. Ariel duduk di barisan depan diantara para napi lain. Sedangkan di seberang vokalis grup musik Peterpan ini, duduk Aming. Saya tidak tahu dalam kapasitan apa komidian itu turut hadir. Rasa-rasanya, ia bukan napi di LP Sukamiskin, kok. Hadirnya Ariel tentu sangat bisa ‘menjual’ acara ini.

Islam itu IndahEpisode ‘Bapak’ ini menarik bagi saya, karena istri pun kebetulan ikut menonton di rumah. Bahkan, istri yang lebih konsen menyimak kata demi kata dari dai asal Makassar ini. Saat sedang asyik di depan laptop, saya mendengar suara istri yang sedang sesenggukan di depan TV. Saya heran, sebab rasa-rasanya istri tidak sedang pilek. Saya lalu menghampirinya, dan kemudian melihat air matanya menetes di pipi.

“Temanya menarik sekali, Yah. Cara mengulasnya pas banget. Emosi kita jadi terbawa,” kata istri sambil mencoba tersenyum.

Saya pun lantas ikut menonton acara ‘Islam itu Indah’ ini bersama istri sampai tuntas.
Saya kagum dengan cara M Nur Maulana membawakan dakwahnya. Dengan cara yang penuh humor segar, ia mampu membangkitkan motivasi para penontonnya. Sejenak saya berpikir, bagaimana Trans TV bisa menemukan dai seperti ini. Padahal, Nur Maulana bukan siapa-siapa. Wajahnya juga tidak bisa disebut ganteng. Namun, Trans TV kok berani menjadikannya ‘bintang’ ya.

Namun, setelah beberapa kali menonton acara ‘Islam itu Indah’, baru saya tahu jawabannya. Dua jempol saya berikan untuk dai ini.

"Jamaah.... Oo, Jamaaaaahhhhh!" begitulah kata-kata yang menjadi ciri khas dari setiap ceramah M Nur Maulana. Dan, begitu selesai ia mengucapkan kalimat ini, ia membuat sebuah gerakan yang juga menjadi ciri khasnya. Bagaimana gerakan itu, silahkan lihat sendiri aksinya ini setiap hari di "Islam itu Indah'.

Dari cara bicaranya, saya sempat berpikir M Nur Maulana adalah orang Medan. Namun, rupanya, pria kelahiran 20 September 1974 ini adalah orang Makassar. Ia adalah seorang guru di sana, dan mengaku sudah mendakwah sejak berusai 14 tahun. Kabarnya, untuk wilayah Makassar, nama M Nur Maulana sudah sangat ngetop. Dan, bisa jadi, sekarang ia sudah ngetip di seantero Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar