Minggu, 31 Juli 2011

MAZDA MX-5 UNTUK ANDA YANG BERJIWA BEBAS

Entah sudah berapa banyak pasang mata yang memandangi Mazda MX-5 yang dipajang di sudut kanan stand Mazda di Indonesia International Motor Show 2011. Aku menjadi saksi mata bagaimana puluhan pasang mata atau mungkin ratusan, tampak asyik melihat-lihat kemewahan yang dibalut dengan jiwa yang sporty yang terdapat pada Mazda MX-5.

Dari tatapan mata mereka, aku yakin mereka kagum sekali dengan Mazda MX-5. Mobil bertipe sport berwarna copper red mica yang ada di hadapan mereka ini, seperti seorang gadis cantik yang sangat sayang untuk dilewatkan. Pandangan mata-mata yang hadir tersebut menunjukkan satu hal, yakni keinginan untuk bisa memiliki Mazda MX-5.

Tapi, biarlah mereka terkagum-kagum dengan mobil keluaran terbaru dari PT Mazda Motor Indonesia ini. Itu hak mereka. Sama seperti diriku, tidak ada yang memaksa mereka untuk jatuh cinta dengan Mazda MX-5. Tapi, seharusnya mereka tahu kalau mobil ini didesain tidak hanya enak untuk dilihat, melainkan juga begitu nyaman untuk dikendarai.

Mazda MX-5 memang hadir di Indonesia untuk menjadi ikon baru mobil jenis sport. Mobil ini didesain untuk dua orang penumpang. Bentuknya oke banget. Sebab, Mazda MX-5 memang diciptakan untuk gaya hidup dinamis. Tidak heran kalau Mazda MX-5 telah memenangkan banyak sekali penghargaan di dunia. Salah satunya adalah, pemegang gelar “Best-Selling Two-Seater Sports Car” dari Guinness Book of World Records.

Konsep di balik pembuatan Mazda MX-5 adalah semangat Jinba Ittai, yang artinya adalah hubungan yang intim antara mobil dan pengemudi, serupa dengan sinergi antara kuda dan pengendaranya yang bergerak sebagai satu kesatuan. Mazda menghadirkan Mazda MX-5 sesuai karakteristik jalan dan iklim Indonesia, dan diciptakan untuk mereka yang rindu akan mobil bergaya sport.

Slogan gaya hidup dinamis yang diusung oleh Mazda MX-5 tidak hanya sebatas kata-kata saja. Salah satu buktinya adalah, Mazda MX-5 memiliki atap versi RHT (Retractable Hard Top) yang mudah dibuka tutup hanya dalam waktu 12 detik. Dengan membuka central lock atap dan menekan tombol, maka jendela akan bergerak turun dan atap akan terlipat masuk secara otomatis. Hebatnya lagi, kecepatan membuka tutup tidak dipengaruhi oleh volume barang yang dibawa dalam bagasi. Kita pun selalu bisa berkonsentrasi penuh saat mengemudi, bahkan ketika cuaca tiba-tiba berubah.



Mazda menciptakan atap yang bisa dibuka tutup pada Mazda MX-5 bukan hanya untuk aksesoris yang justru bisa membahayakan pengendaranya. Sebab, faktor keamanan sudah diperhitungkan dengan sangat teliti. Badan mobil sudah dirancang untuk menahan angin saat atap terbuka, sehingga kita bisa menikmati sejuknya angin tanpa takut terkena turbulensi.

Saat atap mobil dibuka, kita juga tidak perlu khawatir kapasitas bagasi akan berkurang. Sebab, atap yang dilipat tadi akan masuk ke dalam badan mobil sehingga tidak mengambil tempat di bagasi. Prestasi ini membiuat Mazda MX-5 menjadi satu-satunya mobil convertible yang sukses melipat atap tanpa mengambil tempat di bagasi. Kapanpun, kita tetap bisa menikmati luasnya bagasi Mazda MX-5 yang kapasitasnya mencapai 150 liter, termasuk saat atap sedang dibuka.



Jok mobil juga sudah memiliki aero board yang berfungsi untuk menahan angin agar tidak berhembus terlalu kencang, sekaligus menjaga barang di dasbord tetap pada tempatnya. Hebatnya lagi, Mazda MX-5 menggunakan jok RECARO, yang merupakan fitur standar. Jok ini dibuat dari bahan kulit dan suede berkualitas premium. Agar semakin membuat nyaman, maka jok dapat dimaju-mundurkan dengan total sliding 230mm. Jok benar-benar dirancang untuk menjaga pengemudi tetap dalam posisi stabil saat belok maupun lurus.

Soal mesin juga tidak perlu diragukan lagi. Mazda MX-5 menggunakan mesin MZR 2.0 yang menghasilkan output maksimal sebesar 90% pada putaran mesin 2500 rpm ke atas (kisaran yang paling sering digunakan dalam berkendara sehari-sehari). Mesin Mazda MX-5 yang tangguh tadi semakin dilengkapi oleh suspensi wishbone ganda di bagian depan dan belakang mobil.

Mazda MX-5 dilengkapi tombol up and down untuk memindahkan gigi tanpa mengganggu konsentrasi mengemudi dan mengontrol sistem audio. Cluster meter Mazda MX-5 memiliki lensa yang bentuknya persis seperti mobil sport klasik dan mudah dibaca saat mengemudi. Mobil ini juga dilengkapi dengan transmisi Six-speed Activermatic, yang memiliki Active Adaptive Shift (AAS) sehingga Mazda MX-5 akan selalu bergerak dengan stabil dan gesit di jalan lurus ataupun berbelok-belok.

Seluruh perpaduan ini akhirnya menghasilkan sebuah mobil yang sangat nyaman untuk dikendarai. Apalagi, Mazda MX-5 dilengkapi dengan sensasi suara mobil sport yang pasti semakin menambah keyakinan ketika berkendara, baik di dalam kota maupun ketika sedang berpetualang ke luar kota. Sensasi ini semakin komplit dengan fitur peredam getaran dan guncangan. Mazda MX-5 semakin sempurna oleh efisiensi aerodinamis yang tinggi untuk menjaga kestabilan, mengurangi kebisingan, dan memastikan bahan bakar tetap hemat saat melaju cepat.

Tidak salah memang, kalau Mazda mengklaim Mazda MX-5 sebagai mobil sport yang didesain khusus untuk kenyamanan berkendara. Sebab, segala keistimewaan yang dibutuhkan pengagum mobil sport, diberikan di Mazda MX-5. Di sini, segalanya telah didesain dengat cermat. Misalkan saja, jendela belakang yang tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi, serta garis lekukan atap yang menyatu dengen keseluruhan desain.

Begitu juga halnya dengan area kabin Mazda MX-5 yang memiliki kenyamanan dan kualitas tinggi, dengan fitur-fitur klasik yang diperbaharui. Panel kontrol juga dibuat mudah diraih dan instrumen-instrumen yang mudah dilihat.

Mazda juga tidak melupakan faktor keamanan. Untuk melindungi penumpangnya dari kecelakaan, Mazda MX-5 memiliki Mazda Advanced Impact Distribution And Absrption System (MAIDAS) dan teknologi dual front and side SRS Airbags, yang memiliki desain khusus yang melindungi kepala dan dada.


Bagi yang gemar mendengarkan musik ketika sedang berkendara, maka Mazda MX-5 pun memanjakan orang-orang seperti ini. Kecanggihan audio premium dari Bose dengan tujuh speakers yang ada di Mazda MX-5, tetap memberikan suara berkualitas tinggi saat atap terbuka maupun tertutup. Kita pun bebas menikmati musik favorit kapanpun dan dimanapun. Hebatnya lagi, Mazda MX-5 juga dilengkapi audio pilot yang secara otomatis dapat menyesuaikan kualitas suara saat kendaraan berada di tempat ramai atau sebaliknya.

Mazda MX-5 mulai diperkenalkan di Indonesia dalam acara Indonesia International Motor Show 2011. Ada tiga warna yang bisa dipilih, yakni copper red mica, crystal white pearl, dan stromy blue. Untuk segala kemewahan yang diberikan oleh Mazda MX-5, harga yang ditawarkan per unitnya adalah Rp 590 juta. Bandingkanlah harga ini beserta kesempurnaan yang diberikan dengan mobil sport merek lain, dan saya yakin, Anda sepakat memberikan dua jempol ke Mazda MX-5.

Foto-Foto by Edi Ginting
Selengkapnya...

Rabu, 20 Juli 2011

Menebak Gubernur Banten Hasil Pilkada 2011


Spanduk itu terikat di antara dua tiang di mulut gang di sekitar kompleks Kavling Pemda, Kota Tangerang. Isinya bertuliskan dukungan warga sekitar terhadap Wahidin Halim sebagai Gubernur Banten. Di spanduk juga terpampang foto Wahidin sambil tersenyum. Siapapun yang melintas di Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang, pasti melihat spanduk ini.

Belakangan ini, spanduk-spanduk seperti di Kavling Pemda tersebut memang bertebaran di mana-mana di seputar Kota Tangerang. Bentuk, warna, dan ukurannya bermacam-macam. Namun, tujuannya sama, yakni dukungan terhadap Wahidin untuk maju dalam pemilihan Gubernur Banten periode 2011-2016.

Wahidin Halim memang telah resmi menjadi salah satu calon gubernur dalam pilkada Provinsi Banten yang rencananya akan berlangsung pada November 2011. WH, demikian Wahidin biasa disebut, berpasangan dengan Irna Narulita, anggota DPR dari PPP. “Warna” adalah sebutan untuk pasangan ini. Mudah ditebak kalau “Warna” adalah singkatan dari Wahidin-Irna.

Untuk terpilih menjadi orang nomor satu di Banten, Wahidin harus bisa mengalahkan dua lawannya yang tidak bisa dianggap enteng. Keduanya adalah Ratu Atut Chosiyah dan Jazuli Juwaini. Atut berpasangan dengan Rano Karno, dan Jazuli memilih Makmun Muzaki.

Banyak pihak yang lebih menjagokan Atut akan kembali terpilih sebagai Gubernur Banten untuk kedua kalinya. Selain ia adalah incumbent, pasanganya, Rano Karno, adalah seorang aktor terkenal dan juga masih menjabat sebagai Wakil Bupati Tangerang. Ia tentu punya pengaruh di wilayah Kabupaten Tangerang, walau baru beberapa tahun menjadi wakil bupati di sana.

Yang harus diingat lagi, Atut punya sejumlah ‘orang kuat’ di sejumlah wilayah di Provinsi Banten. Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmy Diany adalah adik iparnya. Wakil Bupati Pandeglang Heryani, adalah ibu tiri Atut. Tb Haerul Jaman, Plt Walikota Serang, adalah adik tiri Atut. Sedangkan Wakil Bupati Serang, Ratu Atut Chasanah, adalah adik Atut. Rasanya tidak mungkin kalau saudara-saudaranya itu tidak akan melakukan apa-apa demi memuluskan jalan Atut untuk kembali memimpin Provinsi Banten untuk lima tahun ke depan.

Selain menjadi kepala daerah, sejumlah keluarga Atut lainnya juga duduk di kursi yang cukup strategis. Mulai dari sang suami, Hikmat Tomet, yang menjadi anggota DPR, sang anak, Andika Hazrumy, yang menjadi anggota DPD, dan sejumlah sanak keluarganya yang lain. (selengkapnya lihat foto di bawah ini)


Dukungan politik kepada Atut juga tidak bisa dianggap remeh. Tercatat ada 11 partai politik di belakang pasangan Atut-Rano Karno. Selain Partai Golkar dan PDIP, asal keduanya, pasangan ini juga didukung oleh Gerindra, Hanura, PAN, PKB, PBB, PPNUI, PKPB, PDS, PPD, dan 22 partai non parlemen.


Sedangkan pasangan Jazuli Juwaini-Makmun Muzaki adalah pasangan polotisi hasil kolaborasi PKS dan PPP. Jazuli sekarang tercatat sebagai anggota DPR dari F-PKS. Sedangkan Makmun adalah anggota DPRD Banten dari F-PPP dan pengurus PPP di Banten.

Jazuli bisa memecah dukungan Wahidin di Tangerang. Sebab, dalam dua kali pemilu, suara PKS di Tangerang cukup besar. Sedangkan kehadiran Makmun tentu saja akan memecah suara PPP yang cukup besar di wilayah Pandeglang dan sekitarnya. Padahal, Wahidin menggaet Irna Narulita sebagai pasangannya, tentu untuk mendapatkan suara PPP yang cukup banyak di wilayah Banten Barat.


Pasangan Wahidin-Irna (hanya) dijagokan oleh dua partai. Sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Banten, Wahidin Halim tentu didukung penuh oleh partai-nya SBY ini. Sedangkan Irna adalah kader PPP asal Pandeglang. Sayangnya, majunya wanita ini sebagai pendamping Wahidin, tanpa restu PPP. Partai berlambang kabah ini secara resmi mendukung pasangan Jazuli-Makmun. Entah apa sanksi yang akan diberikan PPP kepada Irma yang mbalelo dari keputusan partai.

Wahidin memilih Irma tentu dengan banyak pertimbangan. Suami Irna, HA Dimyati Natakusumah adalah mantan Bupati Pandeglang dan mantan Ketua DPW PPP Banten. Wahidin tentu berharap pengaruh Dimyati serta sang istri di Pandeglang dan sekitarnya, bisa signifikan menambah suaranya kelak. Kabarnya, Dimyati adalah orang yang sangat berpengaruh di Pandeglang.

Siapa sebenarnya Irna Narulita ini? Berdasarkan almanak anggota DPR periode 2009-2014, perempuan ini lahir di Jakarta pada 23 Juli 1970. Status kawin dengan suami HA Dimyati Natakusumah dan memiliki tiga orang anak. Ia adalah anggota DPR dari F-PPP dari daerah pemilihan Banten I. saat itu, ia memperoleh 127.585 suara atau 87,52% dari BPP (bilangan pembagi pemilih) yang sebesar 154.780.

Irma menamatkan sekolah di SDN III Labuan, SMPN 04 pagi, Tomang, Jakarta Barat, SMAN 65 Kebon Jeruk, Jakarta Barat, D3 Jurusan Komputer Bina Nusantara, Kemanggisan, Jakarta Barat, S1 di STIE Supra Jakarta Barat, dan S2 Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat.

Tampaknya, Wahidin harus bekerja ekstra keras dan ekstra cerdas untuk bisa naik jabatan dari seorang walikota, menjadi gubernur Provinsi banten.

(Foto dari berbagai sumber)
Selengkapnya...

Jumat, 08 Juli 2011

Gile, Harga Jeruk Medan Hampir Rp 40.000/Kg

Saat berbelanja di sebuah Hypermarket di kawasan Lippo Karawaci, Tangerang, dua hari lalu, iseng-iseng saya cuci mata ke bagian buah-buahan. Walau stok buah-buahan sedang banyak di rumah, namun saya tidak mau ketinggalan informasi mengenai buah-buahan yang sedang banjir di pasar.

Nah, yang membuat saya terkejut adalah ketika melihat harga jeruk Medan. Di sana tertulis Rp 3.790 per 100 gr, atau sama saja dengan Rp 37.900 per kilogram. Walah, ini harga yang sungguh-sungguh tidak masuk akal.

Saya lalu melihat-lihat jeruk yang ada di keranjang. Ukurannya memang di atas rata-rata, namun masih jauh disebut besar. Warnanya kuning, namun berdasarkan pengalaman saya, warna kuning seperti ini bukan karena buah sudah matang di pohon. Biasanya, kalau buah Jeruk Medan matang di pohon, warnanya lebih cenderung ke orange daripada kuning. Dari salah satu buah jeruk yang dibelah dua dan disimpan di sebuah wadah plastik, saya perkirakan rasa jeruk ini memang cukup manis. Perkiraan saya ini berdasarkan warna daging jeruk yang berwarna kemerah-merahan. Semakin cenderung ke warna kemerah-merahan, maka jeruk akan semakin manis.

Di atas tumpukan buah jeruk ini, terpampang sebuah tulisan dengan kata 'Jeruk Medan Jumbo'. Saya lalu mengambil satu jeruk dan memperlihatkannya kepada istri yang berada tidak jauh dari sana.

"Bunda, harga Jeruk Medan seperti ini Rp 37.900 perkilo. Jeruk sebesar ini saja disebut Jumbo. Gimana dengan jeruk yang kita bawa ya," celetukku.
"Hehehe... Jauh lebih besar jeruk yang kita bawa ya," jawab istri.

Kami memang baru saja pulang dari Medan beberapa hari lalu, dan membawa sekardus jeruk dari sana. Jeruk tersebut adalah hasil memetik sendiri dari kebun milik keluarga di Tanah Karo, Sumatera Utara. Ukuran Jeruk yang kami bawa, rata-rata di atas ukuran jeruk yang dijual di hypermarket ini. Bahkan, ada yang sangat jauh lebih besar.

Saat memanennya, kami memang mengambil jeruk dari berbagai ukuran, dari yang biasa sampai yang besar. Ini dimaksudkan agar kardus bisa diisi oleh banyak jeruk. Kalau hanya diisi dengan jeruk yang besar-besar, sudah pasti jeruk yang bisa kami bawa hanya sedikit. Padahal, kami berencana untuk membagi-bagi jeruk itu kepada para tetangga dan kerabat.

Di Tanah Karo sendiri, harga jeruk kini sekitar Rp 8.000/kg. Paling tinggi Rp 10.000/kg, dan harga ini sangat jarang terjadi. Padahal, biasanya harga hanya berkisar di Rp 4.500-6.000/kg. Tingginya harga saat ini karena memang sedang tidak musim panen. Panen besar biasa terjadi pada Juli-Agustus dan Januari-Februari.

Menurut saudara-saudara yang mememiliki kebun jeruk di Tanah Karo, harga Rp 8.000/kg adalah untuk jeruk dengan kategori oke. Kategori paling jelek dan biasa dijadikan sebagai jeruk peras, harganya sekitar Rp 4.000/kg.

Nah, yang sangat mengherankan, bagaimana mungkin Jeruk Medan dijual di Jakarta bisa seharga hampir Rp 40.000/kg? Semahal itukah biaya transportasinya? Kalau alasan jarak yang sangat jauh yang membuat harga melonjak tinggi, lantas mengapa jeruk impor dari Cina bisa lebih murah dijual, padahal jaraknya lebih jauh daripada dari Medan?

Mmmm.... Pemerintah seharusnya punya jawaban yang masuk akal.
Selengkapnya...

Kamis, 07 Juli 2011

Petualangan ke Pulau Papua & Sumatera

Salam jumpa lagi di Blog ini.

Senang sekali rasanya bisa kembali menyapa para pembaca blog saya ini, setelah hampir sebulan lamanya saya tidak bisa mengupdate isi blog ini. Sejak tanggal 14 Juni sampai 4 Juli lalu, saya berkesempatan untuk melakukan perjalanan ke Papua dan Sumatera Utara.

Saya mendapatkan begitu banyak cerita dari kedua perjalanan saya tersebut. Dan, tentunya, saya ingin sekali membaginya dengan para pembaca blog saya ini.

Misalkan saja, di Papua saya berkesempatan menikmati keindahan alam bumi Cendrawasih dari banyak tempat. Saya juga berkesempatan mengunjungi Puncak Jaya, sebuah kabupaten di tengah Papua yang begitu dingin. Saya juga tidak lupa mencicipi aneka kuliner khas Papua.

Sedangkan di Sumatera Utara, saya berkesempatan untuk menikmati keindahan alam dataran tinggi Tanah Karo, ikut dalam perayaan Merdang Merdem atau Kerja Tahun, dan sebagainya. Beragam kuliner khas Sumatera Utara juga tidak saya lupakan. Misalkan, memuaskan diri dengan Ikan Nila Danau Toba yang gurih, makan mie rebus Medan, makan mangga haranggaul yang sedang musim, dan tentu saja, tidak ketinggalan untuk memuaskan diri dengan durian Medan yang sudah begitu tersohor.

Seluruh cerita dari perjalanan ini akan segera saya posting di blog ini, lengkap dengan foto-fotonya....

Sebagai pembuka, di bawah ini adalah dua foto hasil jepretan saya dari perjalanan saya tersebut:


anak papua
mangga medan haranggaulFoto 1 adalah anak-anak Papua di Puncak Jaya. Sedangkan foto 2 adalah Mangga Haranggaul, yang menjadi salah satu buah-buahan khas dari Medan. Selengkapnya...