Rabu, 20 Juli 2011

Menebak Gubernur Banten Hasil Pilkada 2011


Spanduk itu terikat di antara dua tiang di mulut gang di sekitar kompleks Kavling Pemda, Kota Tangerang. Isinya bertuliskan dukungan warga sekitar terhadap Wahidin Halim sebagai Gubernur Banten. Di spanduk juga terpampang foto Wahidin sambil tersenyum. Siapapun yang melintas di Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang, pasti melihat spanduk ini.

Belakangan ini, spanduk-spanduk seperti di Kavling Pemda tersebut memang bertebaran di mana-mana di seputar Kota Tangerang. Bentuk, warna, dan ukurannya bermacam-macam. Namun, tujuannya sama, yakni dukungan terhadap Wahidin untuk maju dalam pemilihan Gubernur Banten periode 2011-2016.

Wahidin Halim memang telah resmi menjadi salah satu calon gubernur dalam pilkada Provinsi Banten yang rencananya akan berlangsung pada November 2011. WH, demikian Wahidin biasa disebut, berpasangan dengan Irna Narulita, anggota DPR dari PPP. “Warna” adalah sebutan untuk pasangan ini. Mudah ditebak kalau “Warna” adalah singkatan dari Wahidin-Irna.

Untuk terpilih menjadi orang nomor satu di Banten, Wahidin harus bisa mengalahkan dua lawannya yang tidak bisa dianggap enteng. Keduanya adalah Ratu Atut Chosiyah dan Jazuli Juwaini. Atut berpasangan dengan Rano Karno, dan Jazuli memilih Makmun Muzaki.

Banyak pihak yang lebih menjagokan Atut akan kembali terpilih sebagai Gubernur Banten untuk kedua kalinya. Selain ia adalah incumbent, pasanganya, Rano Karno, adalah seorang aktor terkenal dan juga masih menjabat sebagai Wakil Bupati Tangerang. Ia tentu punya pengaruh di wilayah Kabupaten Tangerang, walau baru beberapa tahun menjadi wakil bupati di sana.

Yang harus diingat lagi, Atut punya sejumlah ‘orang kuat’ di sejumlah wilayah di Provinsi Banten. Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmy Diany adalah adik iparnya. Wakil Bupati Pandeglang Heryani, adalah ibu tiri Atut. Tb Haerul Jaman, Plt Walikota Serang, adalah adik tiri Atut. Sedangkan Wakil Bupati Serang, Ratu Atut Chasanah, adalah adik Atut. Rasanya tidak mungkin kalau saudara-saudaranya itu tidak akan melakukan apa-apa demi memuluskan jalan Atut untuk kembali memimpin Provinsi Banten untuk lima tahun ke depan.

Selain menjadi kepala daerah, sejumlah keluarga Atut lainnya juga duduk di kursi yang cukup strategis. Mulai dari sang suami, Hikmat Tomet, yang menjadi anggota DPR, sang anak, Andika Hazrumy, yang menjadi anggota DPD, dan sejumlah sanak keluarganya yang lain. (selengkapnya lihat foto di bawah ini)


Dukungan politik kepada Atut juga tidak bisa dianggap remeh. Tercatat ada 11 partai politik di belakang pasangan Atut-Rano Karno. Selain Partai Golkar dan PDIP, asal keduanya, pasangan ini juga didukung oleh Gerindra, Hanura, PAN, PKB, PBB, PPNUI, PKPB, PDS, PPD, dan 22 partai non parlemen.


Sedangkan pasangan Jazuli Juwaini-Makmun Muzaki adalah pasangan polotisi hasil kolaborasi PKS dan PPP. Jazuli sekarang tercatat sebagai anggota DPR dari F-PKS. Sedangkan Makmun adalah anggota DPRD Banten dari F-PPP dan pengurus PPP di Banten.

Jazuli bisa memecah dukungan Wahidin di Tangerang. Sebab, dalam dua kali pemilu, suara PKS di Tangerang cukup besar. Sedangkan kehadiran Makmun tentu saja akan memecah suara PPP yang cukup besar di wilayah Pandeglang dan sekitarnya. Padahal, Wahidin menggaet Irna Narulita sebagai pasangannya, tentu untuk mendapatkan suara PPP yang cukup banyak di wilayah Banten Barat.


Pasangan Wahidin-Irna (hanya) dijagokan oleh dua partai. Sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Banten, Wahidin Halim tentu didukung penuh oleh partai-nya SBY ini. Sedangkan Irna adalah kader PPP asal Pandeglang. Sayangnya, majunya wanita ini sebagai pendamping Wahidin, tanpa restu PPP. Partai berlambang kabah ini secara resmi mendukung pasangan Jazuli-Makmun. Entah apa sanksi yang akan diberikan PPP kepada Irma yang mbalelo dari keputusan partai.

Wahidin memilih Irma tentu dengan banyak pertimbangan. Suami Irna, HA Dimyati Natakusumah adalah mantan Bupati Pandeglang dan mantan Ketua DPW PPP Banten. Wahidin tentu berharap pengaruh Dimyati serta sang istri di Pandeglang dan sekitarnya, bisa signifikan menambah suaranya kelak. Kabarnya, Dimyati adalah orang yang sangat berpengaruh di Pandeglang.

Siapa sebenarnya Irna Narulita ini? Berdasarkan almanak anggota DPR periode 2009-2014, perempuan ini lahir di Jakarta pada 23 Juli 1970. Status kawin dengan suami HA Dimyati Natakusumah dan memiliki tiga orang anak. Ia adalah anggota DPR dari F-PPP dari daerah pemilihan Banten I. saat itu, ia memperoleh 127.585 suara atau 87,52% dari BPP (bilangan pembagi pemilih) yang sebesar 154.780.

Irma menamatkan sekolah di SDN III Labuan, SMPN 04 pagi, Tomang, Jakarta Barat, SMAN 65 Kebon Jeruk, Jakarta Barat, D3 Jurusan Komputer Bina Nusantara, Kemanggisan, Jakarta Barat, S1 di STIE Supra Jakarta Barat, dan S2 Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat.

Tampaknya, Wahidin harus bekerja ekstra keras dan ekstra cerdas untuk bisa naik jabatan dari seorang walikota, menjadi gubernur Provinsi banten.

(Foto dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar