Jumat, 12 Agustus 2011

ANAK-ANAK PAPUA DALAM LENSA KAMERA

Saya selalu tidak melewatkan untuk membidikkan kamera ke anak-anak kemanapun saya bepergian. Bagi saya, anak-anak adalah subjek foto yang sangat menarik. Anak-anak begitu polos di lensa kamera. Ekspresi mereka tidak pernah dibuat-buat. Sedih, bahagia, tawa, dan ekspresi lainnya, selalu mereka perlihatkan apa adanya. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Saya memiliki koleksi foto anak-anak yang cukup banyak.

Begitu juga ketika saya berada di Puncak Jaya, Papua. Anak-anak selalu tidak luput dari bidikan kamera saya. Begitu saya lihat seluruh hasil foto yang ada, saya baru menyadari kalau rupanya cukup banyak foto-foto hasil bidikan saya dengan objek anak-anak tadi.

Beragam cerita terlukis dari foto-foto tersebut. Ada anak yang hanya membisu, namun lebih banyak yang tersenyum dan tertawa. Ketika memotret mereka, terkadang saya membiarkan mereka menatap kamera, lengkap dengan beragam ekspresi mereka. Namun, kadang-kadang saya juga sengaja mengambil foto secara diam-diam untuk menangkap ekspresi natural mereka.
Saya tersenyum sendiri melihat foto-foto di memori kamera saya. Anak-anak Papua sangat indah di lensa kamera. Ya, sangat indah dan eksotis sekali.

Saya akan mempelihatkan beberapa foto tersebut kepada Anda. Ini dia mereka, para penerus bangsa ini dari bumi Cendrawasih. Tepatnya dari Puncak Jaya, sebuah daerah di pedalaman Papua yang berada di tengah Pegunungan Jayawijaya.





























Nah, bagaimana menurut Anda mengenai anak-anak Papua ini? (Bersambung ke Kisah ke-8 dari perjalanan saya ke Papua)

Foto-foto by Edi Ginting

3 komentar:

  1. Wahhh... photo2nya kereen broth.. :D
    Hemmm.. ada yg bilang klo photo2 disana harus bayar, bener ga sih broth..??

    BalasHapus
  2. terima kasih untuk pujiannya mas Tris....
    betul sekali. tapi, tidak di semua tempat lah. saya sendiri sudah sering mengalami hal yg demikian. ada yang saya beri 20rb, 50rb, bahkan 100rb, tergantung lOkasi dan manfaat yg saya perOleh. yg meminta uang tidak hanya anak-anak muda, namun sering juga bapak-bapak atau ibu-ibu yg sudah berumur. alasan mereka meminta uang, umumnya karena mengklaem apa yg kita pOtret dan lOkasi pemOtretan adalah punya Tuhan yang diberikan kepada mereka.

    BalasHapus
  3. Luar biasa,
    Terimksh sdh mau membagi kehidupan anak papua, sebagai anak papua sy rasa potret anda sangat bermanfaat.

    BalasHapus