Rabu, 03 Agustus 2011

MENUJU PAPUA DENGAN GARUDA INDONESIA SERI BOEING 737-800NG

garuda indonesiaWaktu baru menunjukkan pukul 22.40 WIB, ketika panggilan untuk masuk ke dalam pesawat terdengar nyaring dari ruang tunggu keberangkatan terminal 2F Bandara Seokarno-Hatta. Saya pun bergegas mengangkat seluruh barang bawaan dan ikut antre di pintu keluar.

Tidak sampai lima menit kemudian, saya sudah berada di dalam pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA 652. Saya segera mencari bangku nomor 12E, sesuai yang tertera di dalam boarding pass. Rupanya, nomor 12E ada di sebelah kiri saya, dan posisinya di tengah.

Begitu sudah bisa duduk dan merengganggkan badan, saya mengamati suasana sekeliling kabin pesawat Garuda Indonesia ini. Rupanya, pesawat yang saya naiki ini adalah salah satu pesawat Garuda seri Boeing 737-800NG (Next Generation). Tidak salah kalau Garuda begitu membanggakan pesawat seri terbarunya ini. Pasalnya, Boeing 737-800 Next Generation ini begitu mewah dan memanjakan penumpangnya. Misalkan saja, pesawat yang berkapasitas 144 tempat duduk ini memiliki layar TV di setiap bangku. Jarak antar bangku juga begitu lapang sehingga tidak membuat kaki pegal-pegal.

Sekitar pukul 22.58 WIB, pesawat GA 652 yang saya tumpangi ini akhirnya meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta untuk menuju Jayapura, serta transit di Denpasar dan Timika. Proses take off ini berjalan sangat mulus. Cuaca memang dikabarkan cukup cerah sehingga pesawat tidak perlu mengalami guncangan-guncangan akibat melalui awan yang ada di atas langit Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

GIA IndonesiaSetelah beberapa menit mengudara, layar TV yang ada di setiap bangku mulai berfungsi. Saya pun mencoba lebih mengakrabkan diri dengan teknologi yang tergolong masih anyar di pesawat-pesawat lokal di Indonesia. Layanana hiburan semacam ini umumnya hanya terdapat di pesawat-pesawat berbadan besar yang melayani antarnegara. Untuk saya sendiri, ini bukan pengalaman pertama naik pesawat yang memiliki layar TV di setiap bangku penumpangnya.

Garuda Ke Papua
Pesawat GarudaSaya memilih untuk menikmati sajian film komedi Just For Laugh sebagai teman menyatap hidangan makanan malam yang diberikan para pramugrari Garuda dalam perjalanan ke Denpasar. Saya mencoba menahan tawa ketika menonton setiap adegan lucu di film tersebut.

Bahkan, saya belakangan sadar, kalau penumpang yang ada di sebelah kiri saya, dari tadi ikut menyaksikan film ini. Sesekali saya pun mendengar tawa penumpang pria yang sepertinya bukan warga negara Indonesia itu. Entah mengapa, ia tidak memutar sendiri film yang sama di layar TV di depan tempat duduknya. Eh, belum sempat terjawab pertanyaan saya itu, si bule ini akhirnya memang memutar Just For Laugh juga di layar TV yang ada di depannya.

TV PapuaTidak terasa, pesawat Garuda yang saya tumpangi ini, sudah sekitar satu setengah jam mengudara. Terdengar suara seorang awak kabin yang mengatakan kami sebentar lagi akan tiba di Bandara Internasional Nguraih Rai, Denpasar. Rencananya, pesawat akan transit di Pulau Dewata selama 30 menit.

Saya memilih untuk tidak ikut turun ke terminal bandara ketika transit di Ngurah Rai. Saya tetap di dalam pesawat dan menikmati ruang kabin pesawat Garuda Boeng 737-800 NG yang saya tumpangi ini. Ketika transit ini, saya pun punya kesempatan untuk mengamati sekeliling pesawat. Rupanya, cukup banyak penumpang yang juga bertahan di dalam kabin. Ada yang terlihat tertidur pulas, ngobrol-ngobrol, atau hanya terdiam sendirian.

Selain sibuk mengamati ke sekeliling, saya juga asyik memotret suasana di kabin pesawat. Dan, inilah beberapa hasil jepretan kamera saya:
Kabin Garuda
hiburan di pesawat Garuda
Garuda di Bali
Sekitar pukul 02.30 WITA, pesawat Garuda GA652 kembali melanjutkan perjalanan menuju Jayapura dan transit di Timika. Waktu tempuh ke Timika sekitar tiga jam sepuluh menit. Selama perjalanan kali ini, saya memutar musik yang ada di Layar TV. Awalnya, saya menikmati sajian videoklip yang tersedia. Ketika sudah mengantuk, saya ganti dengan audio saja, dan menikmatinya lewat headphone yang menempel di kedua telinga saya. Entah berapa lagu yang mengalun, karena saya akhirnya tertidur pulas.

Hari sudah terang ketika pesawat akhirnya mendarat di Bandara Timika. Cuaca sedikit tidak bersahabat karena hujan sedang turun di sekitar Timika, kota yang terkenal karena tambang emasnya ini. Pesawat sempat berputar dua kali sebelum akhirnya menyentuh landasan dengan cukup mulus.

Garuda di Timika
Garuda IndonesiaInilah kesempatan kedua kali saya mampir di Timika. Kesempatan pertama terjadi pada 2009, ketika pesawat Garuda yang saya tumpangi dari Jayapura ke Jakarta, juga transit di Timika. Bedanya, kalau dulu semua penumpang tidak diizinkan turun dari pesawat, maka kali ini diperbolehkan. Saya pun tidak mensia-siakan kesempatan ini.

Terminal Bandara Timika terlihat sangat bersih. Bangunannya juga hanya berbentuk kotak saja. Ada sebuah ban ukuran sangat besar di depan pintu masuk keberangkatan. Ban tersebut diduga adalah roda dari truk pengangkutan hasil tambang di areal PT Freeport Indonesia. Suasana tambang memang sangat terasa kental di areal bandara. Di areal parkir, begitu banyak kendaraan double cabin 4x4 lengkap dengan bendera yang menjuntai tinggi, yang biasa di jumpai di areal pertambangan manapun.

GI Boeing 747800NG
Garuda
Di dalam terminal juga didominasi oleh orang-orang yang bekerja di pertambangan. Ini terlihat dari pakaian, sepatu, helm, maupun peralatan yang mereka bawa. Bahkan, di dinding ruang keberangkatan bandara, terpampang banyak iklan PT Freeport Indonesia. Warga Negara Asing juga begitu banyak terlihat di sini. Saya jadi bertanya-tanya, kira-kira berapa banyak ya orang asing yang bekerja di lingkungan PT Freeport Indonesia yang ada di Timika ini? Mmmm....rasa-rasanya, banyak sekali ya.

Setelah 30 menit transit, pesawat Garuda GA652 yang saya tumpangi, kembali melanjutkan perjalanan menuju Jayapura. Perjalanan relatif cepat, karena jarak Timika-Jayapura yang ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit saja. Karena jaraknya yang dekat itu, maka Garuda hanya memberikan makanan ringan berupa kue dan roti kepada para penumpang.

Garuda Indonesia PapuaSekitar pukul 08.45 WIT, pesawat akhirnya mendarat mulus di Bandara Sentani, Jayapura.

Akhirnya, saya kembali menginjak Tanah Papua... (Bersambung ke kisah ke-2)

pesawat ke PapuaF
oto-Foto by Edi Ginting

2 komentar:

  1. oleh2nya ditunggu di JKT ya hehehe...

    BalasHapus
  2. wah, sudah abis nih.... hehehe.... ini adalah artikel hasil perjalanan ke papua pada akhir Juni kemarin. baru sempat nulisnya skr. :-(

    BalasHapus