Senin, 15 Agustus 2011

PESAWAT GARUDA KOK WARNA MERAH

pesawat giaAda yang menarik perhatian saya dalam perjalanan pulang dari Jayapura ke Jakarta. Pesawat Garuda Indonesia yang saya tumpangi terlihat berbeda dengan pesawat Garuda pada umumnya. Warnanya tidak bermotif hijau seperti biasa, melainkan bermotif garis merah.

Tulisan kata ‘Garuda Indonesia Airways’ juga berbeda. Belum lagi hidung pesawat yang berwarna hitam, yang mengingatkan saya kepada pesawat militer. Logo yang tertampang di mesin pendorong pesawat dan di sayap belakang juga bukan seperti logo Garuda Indonesia.

Saya lama menatap pesawat Garuda yang ada apron Bandara Sentani, sebelum naik ke dalam pesawat tersebut. Karena merasa janggal, saya pun mengambil kamera dari dalam tas dan memotret beberapa bagian pesawat yang memiliki kode terbang PK-GFM ini.

Ini-lah beberapa hasilnya:


garuda ke indonesia timur
garuda baru
boieng garuda
sayap garuda indonesia
Awalnya, saya berpikir, pesawat Garuda jenis Boeing 737-800 Next Generation (NG) ini adalah pesawat baru milik Garuda yang belum sempat dicat seperti biasa. Sebab, saya memang pernah membaca berita mengenai pesanan Garuda terhadap sejumlah Boeing 737-800 NG. Pesanan ini sudah mulai berdatangan dan telah beroperasi di rute domestik maupun regional. Garuda memang mengandalkan Boeing 737-800 NG sebagai armada barunya karena jenis pesawat ini, kabarnya, memiliki banyak keunggulan.

Beberapa unit Boeing 737-800 NG yang sudah diserahkan ke Garuda, telah dipakai untuk melayani rute Jakarta-Jayapura. Setidaknya ada tiga kali penerbangan Garuda tiap hari ke wilayah paling timur Indonesia tersebut. Saat berangkat ke Jayapura, saya juga menumpang Garuda dari jenis yang sama. Namun, warna dan motifnya sama seperti pesawat Garuda pada umumnya. Nah, kok yang sekarang mau saya naiki ini, berbeda ya?

Begitu sudah berada di dalam pesawat dan terbang beberapa menit, saya baru menemukan jawabannya. Jawaban ini saya peroleh dari majalah Garuda yang ada di kantung kursi.

Di majalah itu, ada artikel yang membahas mengenai sejarah berdirinya Garuda Indonesia. Artikel juga dilengkapi dengan foto-foto pesawat Garuda dari masa ke masa. Nah, pesawat Garuda generasi kedua, warna dan motifnya ternyata persis sama dengan pesawat yang sedang saya naiki ini.

penerbangan garuda ke papua
Pesawat garuda generasi kedua ini berjenis CV-990A. Hasil riset saya di Google, pesawat ini adalah buatan Convair. American Airlines menjadi launch customer CV-990 dengan memesan 25 unit CV-990 pada 1958. CV-990 pertama di-rollout dari pabrik Convair di Lindbergh Field di San Diego pada bulan November 1960, dan terbang untuk pertama kalinya bulan Januari 1961. Walau CV-990 adalah pesawat penumpang tercepat pada jamannya, namun tidak bertahan lama karena ternyata boros bahan bakar.

Hingga hari ini, saya masih penasaran mengapa Garuda Indonesia kembali membuat replika pesawat Garuda generasi kedua tersebut.

pesawat Garuda ke Papua
Garuda Indonesia
Badan Pesawat Garuda
garuda terbangYang pasti, pengalaman naik Garuda yang ‘langka’ ini menjadi penutup perjalanan saya selama hampir 10 hari ke Papua. Selama perjalanan ke Jakarta yang memakan waktu sekitar enam jam, saya asyik menikmati pengalaman terbang bersama Garuda Indonesia jenis B 737-800 NG ini. Sebab, ini adalah pesawat baru dan tercanggih di kelasnya. Belum lagi fasilitas hiburan berupa layar TV sentuh di setiap kursi penumpangnya.

Foto-foto by Edi Ginting

Catatan:
Artikel ini adalah penutup dari seri artikel perjalanan saya ke Papua pada akhir Juni 2011. Total ada 9 artikel yang saya posting dari hasil perjalanan saya ke Papua. Kesembilannya adalah:
Menuju Papua dengan Garuda Indonesia Seri Boeing 737-800 NG
Terbang Menuju Puncak Jaya yang Mengerikan
4 Hari tidak Mandi di Puncak Jaya
Rally Paris-Dakkar pun Kalah Dengan Papua
Edan, Sewa Mobil di Papua Rp 13 Juta/hari
Tidak Ada yang Murah di Papua
Anak-anak Papua Dalam Lensa Kamera
Datang Bawa Daun Singkong, Pulang Bawa Mie Instan
Pesawat Garuda kok Warna Merah

4 komentar:

  1. Yohanes Iwan9:52 PM

    Saya pernah ketemu pesawat Garuda dgn tema 80-an tsb di Bandara Sam Ratulangie Manado bln September 2011, pas waktu itu sy baru landing dgn Batavia dr Jkt. Surprise, serasa kembali ke era 80-an seakan saya mendarat di Bandara Kemayoran, secara saya tinggal di Rusun apron Kemayoran ex bandara internasional sblm era Bandara Soeta

    BalasHapus
  2. Banyak orang yang merasakan hal yang sama dengan Pak Yohanes. Sepertinya, memang itu tujuan Garuda dalam menyambut HUT mereka tahun 2011 lalu. Saya juga sangat surprise saat menaiki Garuda berdesain 'jadul' itu. Saya pikir sedang salah naik pesawat. Hehehe....

    BalasHapus
  3. Anonim12:21 AM

    Saya merasakan GA generasi III saat penerbangan SUB - UPG pake DC9 dan transit di UPG....trus lanjut UPG - KDI pake F28

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, pengalaman Anda ini pasti kembali rasakan kalau naik Garuda yang dicat sama dengan GA generari III itu. Sayangnya, DC9 dan F28 tidak ada lagi dalam jajaran armada GA saat ini ya. :-)

      Hapus