Selasa, 02 Agustus 2011

SITU CIPONDOH YANG NASIBNYA HANYA DISITU-SITU SAJA

situ cipondohSeorang pria tampak asyik memancing di pinggiran Situ Cipondoh. Sebatang pohon kecil namun cukup rimbun, menjadi tempat perlindungan si pria itu dari teriknya matahari siang. Ia duduk santai di pinggirian situ. Tatapan matanya mengarah ke air yang ada di depannya. Barangkali, ia sedang memandangi titik lokasi mata kailnya dengan harapan ada ikan yang segera tersangkut. Entah sudah berapa lama ia di sana, dan entah sudah berapa ekor ikan yang berhasil ia pancing.

Dari si pemancing ikan itu, tatapan mata saya beralih ke sepasang muda-mudi yang sedang asyik duduk bermesra-mesraan di pinggir situ di sebelah kiri tempat saya berada. Mereka sepertinya tidak peduli dengan orang-orang di sekitar. Keduanya saling berpegangan tangan, sebentar kemudian bercanda-canda sambil dorong-dorongan, kemudian seperti sedang ngobrol serius, lalu tiba-tiba mereka tertawa-tawa, dan akhirnya si pria merangkul si teman wanitanya. Mmm... sepertinya keduanya merasa hanya berdua di dunia ini.

Puas memandangi sepasang anak manusia itu, saya mengalihkan tatapan ke sekeliling Situ Cipondoh. Mata saya memandang luas ke seluruh sudut situ yang berlokasi di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang ini. Seseorang tampak sedang berlatih mendayung di salah satu bagian situ. Sejumlah rumah penduduk tampak berdiri di pinggiran situ. Saya juga melihat bangunan Apartemen Great Western dan samar-samar juga terlihat sejumlah gedung tinggi yang ada di Lippo Karawaci.

“Sepertinya situasi Situ Cipondoh ini tidak berubah. Masih sama dengan sepuluh tahun lalu. Yang membedakan kini barangkali hanya permukaan airnya yang tidak lagi dipenuhi oleh eceng gondok. Tapi, jangan-jangan ecek gondoknya sedang terkumpul di salah satu sisi situ karena tertiup angin,” kata saya dalam hati.

situ cipondohBeberapa hari sebelum bulan puasa, saya pergi bersama keluarga dan sejumlah tetangga untuk makan di sebuah restoran paling terkenal di pinggiran Situ Cipondoh. Sudah lama sekali saya tidak pergi ke rumah makan tersebut. Padahal, sekitar tahun 1998 sampai 2002, saya acapkali makan di sana bersama sejumlah teman maupun relasi. Ternyata waktu sangat cepat berlalu, sehingga saya baru menyadari telah hampir sepuluh tahun tidak pernah lagi menikmati suasana di pinggiran Situ Cipondoh ini. Rumah makan tempat kami makan juga tetap ramai seperti sepuluh tahun lalu. Bahkan, saung-saungnya tampak bertambah banyak.

makan di situ cipondohAcara makan siang bersama ini saya manfaatkan untuk mengamati kondisi Situ Cipondoh. Dan, kesimpulan saya adalah, sepertinya tidak ada yang berubah secara signifikan di sini. Hanya ada penambahan beberapa bangunan di pinggir situ sebelah Jl Raya KH Hasyim Ashari, tempat mainan perahu air, sejumlah gazebo, dan... apalagi ya? Mmm.... rasa-rasanya cuma itu.

situ cipondohSaya heran juga mengapa situ yang indah ini dibiarkan tidak tertata dengan baik. Padahal, lokasinya sangat strategis. Selain berada di pinggir jalan utama, Situ Cipondoh yang kabarnya memiliki luas 170 Ha ini, juga terletak di antara sejumlah perumahan kecil dan mewah. Dan, yang paling utama, Situ Cipondoh berada di wilayah Kota Tangerang, kota yang kini begitu maju pesat. Lantas mengapa kondisi Situ Cipondoh malah tidak berubah sejak sepuluh tahun lalu?

Padahal, dulu pernah ada berita yang menyebutkan kalau kawasan Situ Cipondoh akan disulap menjadi sebuah kawasan wisata bertaraf internasional. Bahkan, pembangunannya disebut-sebut akan dibuat seperti Disneyland. Investornya juga disebutkan sudah ada saat itu. Tapi, kemana larinya si investor itu sehingga sampai hari ini tidak jadi mensulap Situ Cipondoh menjadi seperti kawasan wisata terkenal di Amerika Serikat itu?

Saya menduga, terbengkalainya penataan Situ Cipondoh ini adalah akibat sengketa pemilikan. Kabarnya, Situ Cipondoh dimiliki oleh Pemda Jawa Barat, dan izin pengelolaannya sudah diberikan ke sebuah perusahaan untuk jangka waktu 30 tahun. Dulunya, Kota Tangerang memang bagian dari Provinsi Jawa Barat. Pemda Jawa Barat memberikan izin kepada si perusahaan sekitar tahun 1999, sebelum Provinsi Banten terbentuk pada 2001.

Pertanyaan saya, mengapa Kota Tangerang dan Provinsi Banten tidak berupaya merebut Situ Cipondoh dari Jawa Barat? Kalau ini terwujud, barangkali pembangunan Situ Cipondoh bisa cepat terlaksana dan dibuat mirip seperti Disneyland seperti yang pernah digembor-gemborkan.

Kalau ini terwujud, saya pun akan semakin bangga sebagai salah satu warga Kota Tangerang...

F
oto-foto: Edi Ginting

2 komentar:

  1. Kalau dibangun 'Disneyland' di daerah Cipondoh, kedengarannya lucu. :p
    Boro2 Disneyland, yg ada cm kereta2an buat anak2 (spt di pasar malam). :D
    Oiya, eceng gondoknya masih tumbuh subur, setiap hari semakin lebat dan hampir setiap hari juga dibersihkan.Kalau dibangun 'Disneyland' di daerah Cipondoh, kedengarannya lucu. :p
    Boro2 Disneyland, yg ada cm kereta2an buat anak2 (spt di pasar malam). :D
    Oiya, eceng gondoknya masih tumbuh subur, setiap hari semakin lebat dan hampir setiap hari juga dibersihkan.

    BalasHapus
  2. memang terdengar sangat lucu kalo pemerintahnya tidak peduli dengan nasib Situ Cipondoh tersebut. Pusat potensi, tapi dibiarkan terbengkalai gitu. jangan2 kereta2an utk anak juga tidak ada tuh. hehehe....
    jadi ecek gondoknya masih ada ya? wah, pas saya ke sana, sedang bersih tuh. saya juga tidak pernah dengar apa sih rencana pemda utk menata Situ Cipondoh. Mmm...mungkin krn pak walikota-nya sedang sibuk dengan pilkada ya? Hehehe...
    Btw, trim utk kunjungannya ya Sis Mega.... :-)

    BalasHapus