Kamis, 22 September 2011

KURSUS REKSA DANA DARI KONTAN

Saya mulai mengenal investasi di reksa dana sejak akhir 2007. Saat itu, saya sedang main-main ke rumah seorang teman. Di sana, saya menemukan sepotong artikel yang mengulas tentang investasi pada reksa dana. Saya pun bertanya kepada teman tersebut mengenai apa itu reksa dana. Rupanya, teman tersebut tidak punya bakat menjadi guru. Pasalnya, bukannya bertambah paham, saya malah semakin bingung setelah mendengarkan penjelasannya.

Saya kemudian mencari tahu lagi informasi lain mengenai reksa dana dari berbagai sumber. Pada waktu senggang saat berada di kantor, saya betah duduk berlama-lama di depan komputer untuk membaca artikel-artikel mengenai reksa dana lewat dunia maya alias internet. Artikel yang bagus saya copy-paste dan saya simpan di folder khusus di komputer. Entah berapa banyak artikel yang tersimpan saat itu. Namun, saya yakin, jumlahnya ada puluhan artikel.

Selain membaca artikel lewat internet, saya juga semakin rajin mengunjungi perpustakaan di kantor. Di sana, saya melihat-lihat seluruh media untuk mencari artikel mengenai reksa dana. Ada salah satu media yang paling mempengaruhi saya untuk mencari tahu lebih banyak lagi tentang seluk-beluk reksa dana. Media tersebut adalah Kontan edisi mingguan, yang terbit setiap hari Senin.

Di edisi yang saya baca itu, ada sebuah artikel yang membahas mengenai prospek berinvestasi di reksa dana. Di dalam artikel tersebut, Kontan menulis bahwa reksa dana sangat menjanjikan sebagai kendaraan investasi di Indonesia. Apalagi, saat itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang terus menorehkan prestasi terbaiknya dalam sejarah pasar modal Indonesia.

Selesai membaca Kontan edisi mingguan itu, saya pun bergegas ke rak penyimpanan media cetak edisi-edisi sebelumnya. Di sana, saya mencari rak penyimpanan koleksi Kontan mingguan. Begitu mendapatkannya, saya pun membawa beberapa edisi Kontan ke meja untuk membacanya. Saya mengambil posisi duduk yang paling nyaman untuk melahap seluruh Kontan tersebut. Saya sudah lupa berapa jam lamanya saya menghabiskan waktu di perpustakaan pada hari itu.

Beberapa hari setelah membaca artikel-artikel mengenai reksa dana di Kontan, saya pun ‘take action’. Saya memberanikan diri untuk membuka rekening di sebuah manajer investasi berada tidak jauh dari kantor. Saya berinvestasi di salah satu produk reksa dana saham keluaraan manajer investasi tersebut. Hari itu juga, saya pun resmi menjadi seorang investor reksa dana. Betapa senangnya saya dengan pengalaman pertama ini. Kalau kata Syahrini, Alhamdulillah yah. Sesuatu banget buat saya yah...

Namun, saya merasa tetap harus belajar dan mengikuti perkembangan ekonomi, terutama situsi pasar modal yang menjadi acuan reksa dana yang saya ambil. Karena itu, sejak menjadi investor reksa dana, saya pun berlangganan Kontan mingguan. Setiap hari Senin, saya menunggu ada informasi penting apa lagi yang tersaji di Kontan mingguan yang berbeda dengan yang ada di Kontan harian maupun Kontan online yang juga rutin saya lihat.

Seiring dengan semakin banyaknya pengetahuan yang saya miliki tentang reksa dana, maka bertambah juga koleksi reksa dana saya. Hingga akhir 2009, tercatat saya memiliki empat produk reksa dana, yang seluruhnya adalah reksa dana saham. Kini, tinggal dua reksa dana yang masih saya simpan. Satu reksa dana saham dan satu lagi reksa dana pasar uang.

Semua ini adalah andil dari ilmu saya yang terus meningkat pesat tentang berinvestasi di produk reksa dana, dan salah satunya berkat membaca Kontan. Selain ulasan mengenai pasar modal, kiat-kiat berinvestasi dan peluang-peluang bisnis menjadi topik yang saya gemari dari Kontan mingguan. Impian untuk menjadi orang sukses dengan cara berani membuka usaha dan berbisnis, terus menggebu-gebu pada diri saya setelah membaca beragam kisah orang-orang sukses yang disajikan di Kontan mingguan.

Hingga hari ini, masih banyak edisi Kontan mingguan yang saya simpan di rumah. Walau istri sering ngomel karena cukup memakan tempat di salah satu sudut rumah, namun saya tetap mempertahankan koleksi Kontan saya tersebut. Pada waktu senggang, saya masih suka membuka beberapa edisi dan kembali membaca sejumlah artikel yang menarik perhatian saya. Semua Kontan mingguan koleksi saya tersebut memang ingin saya jadikan bagian dari koleksi bacaan saya di rumah.
Apalagi, berkat rutin membaca Kontan, saya menemukan ide unik untuk maskawin saat pernikahan saya pada awal pertengahan Januari 2010. Karena saya menikahi istri saya pada tanggal 16 Januari 2010, maka saya membuat maskawin dengan tiga jenis investasi sesuai angka tanggal pernikahan tersebut. Angka 16 saya bentuk dari 16 lembar uang dolar pecahan US$ 1. Sedangkan angka 1 untuk bulan Januari, diwakili oleh 1 gram emas batangan 24 karat. Terakhir, untuk angka 2010, diwakili oleh 2010 unit reksa dana pasar uang dari salah satu manajer investasi.

Saya kemudian menyusun pecahan uang dolar, emas batangan, dan reksa dana yang diwakili oleh surat konfirmasi pembelian itu, di sebuah bingkai cantik. Jadinya seperti yang ada di foto ini:
Rupanya, mas Rudiyanto, jagonya soal reksa dana dari Infovesta, tertarik dengan pengalaman saya dalam menggunakan reksa dana sebagai maskawin. Ia pun mengulasnya dalam salah satu artikelnya di blog Kontan. Wah, senang sekali nama saya disebut dalam artikel mas Rudiyanto tersebut. Kalau dulu saya belajar cara berinvestasi di reksa dana dari Kontan, maka kini justru nama saya yang muncul di Kontan. Kembali mengkutip gaya bicara Syahrini, Alhamdulillah yah, sesuatu banget buat saya yah...

1 komentar:

  1. wah kreatif sekali dalam membuat mas kawinnya mas.. salut

    salam kenal dan salam bloger ya :)

    BalasHapus