Jumat, 25 November 2011

EDISI PERDANA WIDE SHOT DI METRO TV

Edisi Perdana program WIDE SHOT yang tayang hari ini, sangat sukses. Selama dua jam mengudara, hampir tidak ada gangguan yang berarti. Setidaknya itu yang terlihat di layar dan tanggapan dari banyak pemirsa. Padahal, waktu untuk mempersiapkan edisi perdana ini, sangatlah pendek. Karena itu, ada guyonan di dalam tim WIDE SHOT, bahwa kami sudah sukses membuat candi dalam semalam.

Saya mulai bergabung dam tim WIDE SHOT pada hari rabu, 23 November, setelah mendapatkan surat penugasan. Namun, itupun masih harus double job, karena saya juga masih harus tetap bertanggung jawab dalam program Metro Malam. Sesuai penugasan, saya baru bisa melepaskan program lama pada 25 November 2011.

Karena itu, sebenarnya kami hanya punya waktu tiga hari untuk mempersiapkan edisi penayangan perdana WIDE SHOT ini. Begitu sudah jelas akan on air hari jumat, 25 November, maka kami pun segera duduk bersama untuk membahas apa saja yang akan kami sajikan pada siaran perdana ini. Karena roh WIDE SHOT adalah Citizen Journalism, maka tema-tema yang kami bahas masih seputar soal itu.

Demi suksesnya edisi perdana ini, kami harus menginap di kantor pada kamis malam. Materi-materi yang sudah dibuat oleh seluruh tim sejak hari Rabu, kami lihat lagi satu persatu. Materi yang belum siap, kami kerjakan malam hingga pagi. Kami juga mulai membuat pre-rundown untuk siaran, lengkap dengan cit-cat ketiga presenter. Semuanya kami kerjakan tanpa mengenal lelah demi suksesnya edisi perdana WIDE SHOT ini.

Beragam materi kami siapkan di edisi perdana. Kami siapkan dua Citizen Journalist yang terdiri dari dua mahasiswi, yakni Fransiska Paisal dan Mega F. Yohana. Kami juga menyiapkan beragam paket dokumenter dengan gambar-gabar yang sangat menarik. Tidak lupa sejumlah video amatir yang pernah ditayangkan Metro TV, kembali kami tayangkan. Selain itu, kami juga live report dari sejumlah biro Metro TV di daerah-daerah.

Jumat pagi hingga menjelang siaran, kami matangkan lagi rundown yang akan dipakai. Kami sama sekali tidak sempat mengadakan ujicoba apapun. Rasa ngantuk akibat begadang, sama sekali tidak terasa. Semua tim WIDE SHOT terus semangat untuk mempersiapkan penayangan perdana ini sesempurna mungkin.

Dan, menjelang jam satu siang, segala persiapan sudah selesai. Ketiga presenter WIDE SHOT pun sudah siap di ‘panggung’. Ketiganya adalah, Lucia Saharui, Gilang Ayunda, dan Sumi Yang. Kami percaya, walau ketiga presenter WIDE SHOT ini belum pernah bersatu dalam program lain, namun ketiganya pasti bisa menciptakan suasana yang akrab di layar, selayaknya tiga orang yang sudah bersahabat sangat lama.

Kami pun melangkah ke Control Room. Saya berkesempatan menjadi runnner di edisi perdana WIDE SHOT ini. Entah mengapa saya yang dipilih. Padahal, pengalaman saya menjadi runner juga masih sangat minim. Namun, berkat petunjuk dari yang Maha Kuasa, tugas ini dapat saya emban dengan baik. Waktu on air selama dua jam, terasa sangat pendek. Begitu pendeknya sehingga Anda pun bisa lupa telah menayangkan sebuah program dua jam, yang sama dengan durasi sebuah film di bioskop.

Berkat keandalan semua tim, akhirnya edisi perdana sangat sukses. Rating dan share lumayan untuk sebuah program baru. Yang lebih mengharukan lagi, Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo, Pemimpin Redaksi Elman Saragih, dan sejumlah pimpinan lain, langsung memberikan selamat dan menyalami tim satu per satu. Beberapa kotak pizza juga telah disiapkan, yang langsung habis dalam sekejab.
Selengkapnya...

Kamis, 24 November 2011

ADA WIDE SHOT DI METRO TV

Mulai besok, Metro TV memiliki acara baru. Namanya WIDE SHOT, dan tayang selama dua jam dari pukul satu siang sampai tiga sore. Program baru ini mengusung konsep baru di dunia pertelevian Indonesia. Konsep Citizen Journalism akan lebih diberikan ruang yang lebih luas. Nantinya, setiap hari akan hadir sejumlah citizen journalist menjalan kemampuan sebagai seorang jurnalis TV. Mereka akan melaporkan beragam peristiwa dari seluruh Indonesia.

Selain itu, WIDE SHOT juga akan menayangkan video-video amatir yang dikirimkan oleh siapa saja kepada redaksi WIDE SHOT. Pemirsa bisa mengirimkan video dengan cara mengupload ke website Metro TV, email, atau mengirimkan langsung materi video lewat pos kepada Metro TV. Syarat video yang akan ditayangkan adalah, gambar yang menarik, unik, lucu, atau informatif.

Selama ini, Metro TV memamg sudah mempelopori penayangan beragam video amatir. Siapa yang tidak terkesima dengan video amatir milik Hasyim yang merekam detik-detik banjir Tsunami yang meluluhlantakkan Aceh tahun 2004 silam. Video itu tayang pertama kali di Metro TV dan langsung beredar di seluruh dunia. Hampir di setiap peristiwa besar di negeri ini, Metro TV selalu mendapatkan video amatir yang direkam oleh masyarakat.

WIDE SHOT hadir dengan tiga presenter cantik-cantik di Metro TV. Ketiganya adalah Gilang Ayunda, Lucia Saharui, dan Sumi Yang. Yang menarik mungkin sosok Sumi. Pasalnya, selama ini ia dikenal sebagai presenter program bahasa mandarin, yakni Metro Xinwen. Nah, di program baru ini, Sumi akan hadir dalam bahasa Indonesia. Tidak hanya itu, ia akan membagi pengetahuian mengenai bahasa mandarin kepada pemirsa.

Ketiga presenter ini hadir dalam satu 'pentas' secara berbarengan. Walau mereka adalah presenter berita, namun jangan membayangkan mereka akan hadir dengan sikap 'kaku' seperti saat membawakan berita. Kali ini, mereka akan hadir dengan sosok yang jauh lebih santai dan menyajikan keakraban dalam membawakan setiap paket berita di WIDE SHOT.
Selengkapnya...

Minggu, 20 November 2011

SEORANG PENGAMEN TUA DI BISKOTA

Tidak banyak penumpang di dalam biskota Patas 104 yang aku naiki. Sejak berangkat dari Tangerang, jumlah penumpang barangkali hanya sekitar 20 orang saja. Maklum saja, ini adalah hari minggu sore, yang biasanya memang sepi penumpang. Begitu juga saat bis berhenti sejenak di rest area Pinang. Hanya ada sekitar tiga tambahan penumpang saja yang dibawa biskota jurusan Grogol ini.

Namun, ada satu orang lagi yang naik dari rest area ini. Kehadirannya langsung menarik perhatianku. Apalagi, ia berdiri di 'gang' bis dengan posisi tidak jauh dari tempatku duduk. Penampilannya yang lain daripada lain yang membuatku tertarik untuk memperhatikannya sepanjang perjalanan jalan Tol Tangerang-Jakarta yang dilalui biskota yang aku tumpangi ini.

Mungkin banyak yang menduga, orang itu adalah seorang wanita cantik. Kali ini, Anda salah! Yang berdiri tersebut adalah seorang pengamen. Penampilannya rada beda dengan para pengamen pada umumnya. Seingatku, pengamen ini belum pernah aku lihat 'beraksi' di rute Tangerang-Jakarta PP. Barangkali ia pengamen yang 'tersasar' atau justru 'pendatang baru' ya. Entah lah.

Saking menarik perhatiannya, aku sempat memotonya dengan BB-ku. Inilah hasil jepretanku:


Melihat penampilannya, sekilas mengingatku kepada Gombloh, penyanyi era 80-an yang ngetop dengan lagu Apel, Di Radio, dan Kebyar-Kebyar. Namun, kalau melihat topi dan alat musik Keytal yang dibawanya, aku juga teringat dengan Ari Wibowo, penyanyi era 80-an juga yang ngetop dengan lalu Anak Singkong dan Madu dan Racun.

Begitu naik ke bis, pengamen yang mungkin sudah berumur 50an ini, langsung menggantungkan sebuah speaker kecil di pegangan bis. Setelah itu, ia memasang posisi Keytal, semudah orang memasangkan tali pada gitar agar dapat menggantung di pundak. Pengait mikropon kecil dikaitkan ke kupingnya sehingga posisi mikropon itu ada di depan bibirnya.

Baru setelah itu, sejumlah lagu meluncur manis dari mulutnya. Dari sekitar lima lagu yang ia nyanyikan, hanya satu yang aku kenal. Selebihnya mungkin lagu sebelum 80-an. suaranya cukup keras terdengar dari speaker yang ia bawa. Suaranya cukup merdu terdengar dari speaker yang sebenarnya sangat 'pas-pasan' itu.

Menjelang gerbang tol Kebon Jeruk, ia mensudahi 'konser'-nya. Mikropon ia turunkan dari depan bibirnya, lalu keytal ia lepas dan diletakkan di punggung. Dan yang terakhir, speaker yang tergantung di pegangan penumpang bis, ia lepas kembali. Rupanya, di speaker itu, ada sebuah ruang kecil yang berfungsi untuk menampung 'recehan' yang diberikan para penumpang. Aku pun memasukkan selembar uang dua ribuan ke dalamnya.
Selengkapnya...

Rabu, 16 November 2011

TREN MEMAKAI MASKER

Kalau sedang di tempat keramaian, saya sering tersenyum geli saat melihat masker-masker yang menutupi mulut dan hidung orang-orang yang saya jumpai. Saya pikir, sepertinya sudah semakin memasyarakat budaya orang menggunakan masker di tempat-tempat umum. Lihat saja di angkutan umum, pasar, mall, atau di kereta, atau tempat keramaian lainnnya. Anda akan temukan betapa banyak orang yang memakai masker di sana.

Padahal, kalau saya tidak salah, masker dulunya hanya banyak dipakai di lingkungan rumah sakit. Rupanya masker tersebut sudah mengalami perluasan fungsi. Masker tidak identik lagi dengan rumah sakit, walau saya sendiri masih menganggap demikian. Yang muncul di memori saya saat melihat masker, ya rumah sakit itu.

Karena itu, kini pedagang yang khsuus menjual masker juga sangat mudah didapat. Kita tidak perlu lagi mencari apotik atau toko obat terdekat hanya untuk membeli masker. Kini, pedagang asongan khusus menjual masker ada di terminal bis, stasiun kereta, pintu masuk mall, atau di tempat keramain lainnya. Harganya juga sangat terjangkau, hanya Rp 1.000 untuk satu masker yang bisa Anda pakai berulang-ulang. Bahkan, Anda bisa mencucinya bila merasa sudah kotor seperti yang dilakukan oleh Upin-Ipin dalam salah satu ceritanya.

Nah, itu adalah harga masker yang biasa dipakai di rumah sakit. Namun, kini sudah ada model masker baru yang bisa Anda jadikan koleksi. Masker baru ini tidak lagi berbahan kertas seperti yang biasanya. Masker model baru ini terbuat dari kain. Yang membuat saya sering tersenyum geli adalah, motifnya sangat unik-unik. Misalkan saja, ada masker yang bergambar kartun, bibir perempuan, tengkorak, kembang-kembang, dan sebagainya. Tinggal sesuaikan dengan keberanian Anda menahan malu. Namun, harga masker seperti ini berkali-kali lipat dari masker biasa, yakni Rp 5000 untuk satu masker.

Ada yang saya heran dengan fenomena pemakaian masker yang sekarang jadi tren di masyarakat. Saya sering menduga-duga mengapa semakin banyak orang menggunakan masker di tempat keramaian. Dugaan saya, pemakainya pasti sedang tidak fit atau mungkin sedang sakit. Ia memakai masker karena tidak mau menularkan penyakitnya kepada orang-orasng di sekelilingnya. Karena itu, saya sering berdoa dalam hati, semoga ia cepat sehat.

Doa ini saya panjatkan, karena saya kasihan juga dengan mereka-mereka ini. Badan sedang tidak sehat, tapi mereka selalu memakai masker yang menutupi hidung dan mulut mereka. Kalau sedang sakit, seharusnya siapa saja harus banyak-banyak menghirup udara segar. Nah, ini malah tidak demikian. Gara-gara memakai masker, mereka malah selalu menghirup udara kotor.

Bagi Anda yang suka memakai masker, apakah Anda pernah sadar kalau Anda sebenarnya membiarkan tubuh Anda menyedot udara kotor? Coba Anda rasakan saat berlama-lama memakai masker. Anda akan merasa menghirup udara yang terasa asam. Kondisi ini Anda alami gara-gara hidung dan mulut ditutup dengan masker. Hidung menjadi susah menghirup udara segar (O2) dan malah menghurup gas CO2 (karbon dioksida) yang sebelumnya sudah Anda buang.

Apakah Anda pernah menyadarinya?

Jakarta, 16 November 2011
Saat duduk di samping seorang perempuan bermasker abu-abu di atas sebuah bis kota
Selengkapnya...

Selasa, 15 November 2011

POLITIK KEJAM MENYELIMUTI INDONESIA

Berkali-kali seluruh rakyat Indonesia menyaksikan beragam kelakukan buruk para wakil mereka. Penghasilan besar, tapi malas bersidang untuk rakyat. Kalaupun hadir, sibuk dengan urusan masing-masing.

Saat pemilu, mereka menebar senyum untuk memikat hati rakyat. Namun, ketika sudah terpilih, tiba-tiba saja banyak yang terserang penyakit lupa. Lupa dengan segala janji kepada rakyat.

Rakyat ditelantarkan karena asyik berpolitik, berkolusi dengan pengusaha, atau bagi-bagi proyek dengan pemerintah.

Karma pun datang. Yang mempermainkan rakyat, harus siap menerima hukuman. Entah sudah berapa banyak wakil rakyat yang masuk penjara karena bermental korup.

Pejabatnya juga sama saja. Banyak yang terlena dengan kursi empuk mereka, dan akhirnya harus berakhir di balik dinginnya tembok penjara.

Mereka sering lupa sedang menjadi pemimpin bagi ratusan juta penduduk negeri ini. Yang memimpin dan yang dipimpin tidak saling kenal, karena yang memimpin seakan tinggal di atas langit.

Entah akan menjadi apa negeri ini bila masih saja dipimpin oleh orang-orang seperti ini.

(Catatan: Tulisan ini adalah salah satu naskah yang saya selesaikan untuk seorang teman. Teman tersebut memakai naskah ini untuk keperluan narasi sebuah video presentasi. Pada naskah asli, jumlah kata sebenarnya sekitar 130. Satu paragraf terakhir sengaja saya hapus di postingan ini, karena di sana tertera sebuah nama organisasi. Walau terlihat sangat pendek, namun naskah yang saya tulis ini akhirnya menjadi sebuah video dengan durasi sekitar tiga menit)
Selengkapnya...

Senin, 14 November 2011

NEGERI PENUH AIR MATA

Bencana demi bencana menyertai perjalanan bangsa ini. Entah apa kesalahan kita sehingga alam sepertinya murka dan marah. Entah berapa banyak saudara-saudara kita yang menjadi korban. Entah berapa banyak air mata yang telah mengalir membasahi ibu pertiwi.

Namun, negeri ini sepertinya malas belajar dari alam. Bencana alam akan terus mengintai bila kita tetap bermusuhan dengan alam.

Negeri ini pun semakin porak-poranda oleh kelakukan segelintir rakyatnya yang tidak memiliki hati nurani. Mereka rela membunuh saudaranya sendiri dengan alasan yang tidak masuk akal.

Teror demi teror menghantui masyarakat. Air mata berkali-kali menetes. Tangisan tak pernah berhenti. Kemana kah pelindung rakyat?

Kekerasan sepertinya memang bagian dari denyut kehidupan bangsa ini. Entah sampai kapan saling bunuh, saling serang, dan saling merusak menjadi sifat negara ini.

(Catatan: Tulisan ini adalah salah satu naskah yang saya selesaikan untuk seorang teman. Teman tersebut memakai naskah ini untuk keperluan narasi sebuah video presentasi. Pada naskah asli, jumlah kata sebenarnya sekitar 130. Satu paragraf terakhir sengaja saya hapus di postingan ini, karena di sana tertera sebuah nama organisasi. Walau terlihat sangat pendek, namun naskah yang saya tulis ini akhirnya menjadi sebuah video dengan durasi sekitar tiga menit)
Selengkapnya...

Sabtu, 12 November 2011

POTRET KOTOR BANGSA INDONESIA

Masih banyak perilaku bangsa ini yang harus diperbaiki, demi terciptanya Indonesia yang lebih membanggakan. Perilaku yang sebenarnya mudah untuk diubah, asal ada kesadaran dan kemauan. Bukan sadar kalau ada petugas yang melakukan razia.

Akibat perilaku yang salah ini, yang lain pun menjadi korban. Lihat-lah, hampir di seluruh trotoar, para pedang kali lima berbaris rapi menanti para pengunjung. Kadang-kadang, badan jalan pun dipakai para pedagang kali lima ini. Ironisnya, yang punya kendaraan dan yang hendak berjalan kaki di trotoar, malah menjadi konsumen mereka. Padahal, mereka jelas-jelas sudah dirugikan. Mengambil yang bukan hak-nya, sepertinya sudah lumrah terjadi di negeri ini. Sama seperti para koruptor yang hobi mencuri uang rakyat demi bisa ikut kompetisi pamer kekayaan.

Gubuk-gubuk liar memenuhi setiap lahan kosong di sudut-sudut kota. Bagi mereka, setiap jengkal tanah adalah milik Tuhan, yang siapa saja bisa memiliknya.

Pemandangan semakin rusak oleh sampah-sampah yang berserakan. Entah mengapa, orang Indonesia punya hobi membuang sampah sembarangan. Ironisnya, mereka bisa displin kalau sedang berada di luar negeri, seperti di singapura.

Bangsa ini sepertinya kering dengan panutan di tengah masyarakat. Ketika para politisi berperilaku buruk di gedung rakyat, maka orang-orang yang mereka wakilipun sudah pasti akan mencontohnya.

Saling serang dan saling membunuh terjadi di tengah masyarakat. Padahal, penyebabnya terkadang sangat sepele, hanya akibat bersenggolan pada acara kampanye.

Yang lebih muda pun tidak mau kalah gaya. Mereka saling bentrok di tengah jalan. Pukul-pukulan, hingga ada pelajar yang akhirnya meninggal dunia.

Ini-lah potret lain masyarakat Indonesia. Potret yang mengundang senyum yang terasa pahit.

(Catatan: Tulisan ini adalah salah satu naskah yang saya selesaikan untuk seorang teman. Teman tersebut memakai naskah ini untuk keperluan narasi sebuah video presentasi. Pada naskah asli, jumlah kata sebenarnya sekitar 150. Satu paragraf terakhir sengaja saya hapus di postingan ini, karena di sana tertera sebuah nama organisasi. Walau terlihat sangat pendek, namun naskah yang saya tulis ini akhirnya menjadi sebuah video dengan durasi sekitar tiga menit)
Selengkapnya...

Kamis, 10 November 2011

PAHLAWAN YANG SUDAH TERLUPAKAN

Dengan tidak pernah mengenal kata menyerah, para pejuang berusaha mengusir para penjajah dari bumi Indonesia. Setiap jengkal nusantara mereka pertahankan dari cengkeraman para bangsa penjajah. Para pejuang memberikan jiwa raga mereka kepada ibu pertiwi. Merdeka atau mati, itulah semboyan mereka.

Semangat perjuangan tidak pernah luntur, sepanjang penjajah masih hidup di nusantara. Gugur satu tumbuh seribu.

Tokoh pergerakan bermunculan di setiap daerah. Mereka berdiri paling depan memimpin rakyat untuk melawan penjajah.

Tanggal 28 oktober 1928, para pemuda Indonesia mengikrarkan Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari pemuda-pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa.

Ikrar sumpah pemuda semakin membakar semangat bangsa Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan. Persatuan menjadi modal utama menuju kemerdekaan. Kemerdekaan yang akan membawa tanah air ini menuju adil, makmur, dan sejahtera.

Tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia pun menyatakan kemerdekaannya. Soekarno tampil untuk membacakan teks proklamasi.

Kini, 66 tahun Indonesia sudah merdeka. Nnamun, cita-cita mulia para pejuang yang mendirikan ibu pertiwi, seakan sudah terlupakan.

(Catatan: Tulisan ini adalah salah satu naskah yang saya selesaikan untuk seorang teman. Teman tersebut memakai naskah ini untuk keperluan narasi sebuah video presentasi. Pada naskah asli, jumlah kata sebenarnya sekitar 130. Satu paragraf terakhir sengaja saya hapus di postingan ini, karena di sana tertera sebuah nama organisasi. Walau terlihat sangat pendek, namun naskah yang saya tulis ini akhirnya menjadi sebuah video dengan durasi sekitar tiga menit)
Selengkapnya...

Rabu, 09 November 2011

SURGA DUNIA ITU ADA DI INDONESIA

Indonesia adalah sebuah surga di dunia. Sang Maha Pencipta memberikan negeri ini begitu banyak anugrah yang tiada duanya. Kekayaan alam nusantara berlimpah ruah, yang membuat iri bangsa lain.

Laut Indonesia salah satu terluas di dunia, dengan ikan-ikan yang tidak pernah habis. Lukisan alam tergores indah dari langit sampai dasar laut. Ribuan pulau membentang dari Sabang sampai Merauke. Berjejer dari Miangas sampai Rote. Tanahnya subur yang dihiasi oleh jutaan kekayaan flora dan fauna.

Beragam kebudayaan tercipta sejak dulu. Semuanya hidup rukun dan damai dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Ini-lah potret Indonesia. Sebuah negeri di tengah garis khatulistiwa. Negeri yang seharusnya kita banggakan selalu.

(Catatan: Tulisan ini adalah salah satu naskah yang saya selesaikan untuk seorang teman. Teman tersebut memakai naskah ini untuk keperluan narasi sebuah video presentasi. Pada naskah asli, jumlah kata sebenarnya sekitar 130. Satu paragraf terakhir sengaja saya hapus di postingan ini, karena di sana tertera sebuah nama organisasi. Walau terlihat sangat pendek, namun naskah yang saya tulis ini akhirnya menjadi sebuah video dengan durasi sekitar tiga menit)
Selengkapnya...

Kamis, 03 November 2011

MARI BERLOMBA MAKAN BUAH MANGGA

Saya termasuk orang yang beruntung di dunia ini. Tuhan memberikan saya satu anugrah yang tidak dimiliki oleh setiap orang di muka bumi ini. Sedihnya lagi, ada orang yang diberikan anugrah yang sama, tapi mereka tidak bisa menikmatinya. Ibarat seorang yang kaya-raya, tapi apapun tidak bisa ia nikmati karena mengkoleksi penyakit gula. Hidup yang sia-sia. Tidak berarti.

Anugrah yang saya maksud ini adalah adalah hobi memakan mangga. Mungkin Anda semua heran mengapa menyantap buah mangga saja, saya anggap sebuah anugrah dari Sang Pencipta untuk saya. Saya akan jelaskan alasannya. Mangga adalah buah spesial untuk saya. Sebab, selain buah durian, saya memasukkan buah mangga sebagai salah satu buah ternikmat yang diciptakan Tuhan di alam raya ini.

Dan, saat ini adalah saat-saat terindah dimana saya bisa memuaskan hobi saya ini. Lihat saja, mangga begitu membanjiri Jakarta dan sekitarnya. Apalagi di dekat rumah saya. Mangga ada dimana-mana. Mulai toko penjual buah, gerobak dorong, emperan pasar, hingga becak yang berubah fungsi jadi gerobak mangga. Semua berlomba-lomba menjajakan buah yang katanya berasal dari India ini.

Aneka jenis mangga saat ini sedang musim panen. Ada mangga Harummanis yang rasanya memang manis dengan serat yang lebih sedikit, ada mangga Indramayu yang sedikit asam dengan serat lebih banyak. Lalu, ada lagi mangga Manalagi yang hijau kulitnya dan rasanya manis walau masih mentah. Yang lebih sedap dipandang karena warnanya kuning kemerah-merahan adalah mangga Gincu atau mangga Gedong. Mangga Golek juga ada di beberapa pedagang.

Harga buah mangga juga relatif sangat terjangkau. Mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 15.000 perkilogram, tergantung kepintaran Anda dalam menawar. Kalau sedang musim mangga seperti saat ini, saya selalu menghindari untuk membeli mangga di supermarket. Selain harganya bisa dua kali lipat, kualitasnya juga belum tentu lebih bagus. Saya biasa membeli mangga Harummanis, Indramayu, atau Manalagi dengan harga berkisar Rp 5.000 untuk ukuran kecil dan Rp 7.500 untuk yang besar, per kilogram. Murah, bukan? Menurut sejumlah pedagang buah-buahan, omzet penjualan buah-buah lain mengalami penurunan kalau sedang musim mangga seperti saat ini.

Saya sering tertawa geli sendiri bagaimana melihat 'kerakusan' saya dalam melahap mangga. Setiap ada kesempatan di rumah, maka yang saya ingat hanya makan mangga. Stok mangga belum habis di kulkas, saya sudah membeli lagi. Karena itu, istri pun suka meledak saya karena tidak pernah lupa menyediakan stok mangga di rumah. "Sepertinya hanya mangga yanga ada di pikiran ayah," kata istri yang saya balas dengan senyuman saja.

Tidak hanya saat memakannya saja saya menikmatinya. Saya juga menikmati saat-saat mengupas mangga di dapur atau di teras rumah sambil menikmati pemandangan hijaunya rerumputan di halaman rumah. Sedikit demi sedikit kulit mangga terkelupas oleh pisau yang digenggam tangan kanan saya. Tidak butuh waktu lama untuk membuang semua kulitnya. Mungkin dalam lima menit saja, buang tanpa kulit lagi, sudah ada di genggaman tangan.

Baru setelah itu saya membelah daging mangga. Saya membuat belahan dengan ukuran yang tidak terlalu besar-besar agar cukup untuk masuk ke dalam mulut saya. Saya belah, lalu masuk mulut, dan kemudian saya kunyah, dan akhirnya saya telan. Begitu seterusnya sampai daging mangga tidak bisa

dibelah lagi. Sisa-sisa daging yang masih ada di biji pun saya habiskan dengan langsung menyerumputnya. Habis sampai warnanya sudah kuning keputih-putihan. Nikmat sekali. Rasa-rasanya, satu buah mangga pun belum cukup saya santap. Apalagi, tidak setiap saat saya bisa menikmati saat-saat seperti ini. Hanya pada saat mangga sedang berbuah saja.

Terima kasih Tuhan, Engkau telah memberikan saya anugrah dapat menikmati salah satu buah terlezat di muka bumi ini.
Selengkapnya...

Rabu, 02 November 2011

BERAGAM PELUANG DARI BLOG

Sudah lewat satu bulan tidak ada postingan baru di blog ini. Sedih juga melihat kondisi ini. Padahal, saya pernah membuat target untuk memposting artikel baru setiap hari. Rupanya, ini adalah target yang muluk-muluk. Sangat susah untuk mewujudkannya. Awal-awalnya sih bisa juga mencapainya. Bahkan, saya beberapa kali bisa memposting dua artikel setiap hari. Apalagi, ketika ide sedang mengalir deras, maka menulis 300 sampai 500 kata, begitu cepatnya didapat.

Sebenarnya saya bukan sedang malas untuk mengupdate blog ini. Atau, bukan karena saya kehabisan ide. Tema yang bisa dijadikan bahan postingan blog sangat banyak sekali. Begitu banyak ide menulis blog yang saya dapat dari mana-mana. Misalkan, dengan melihat twitter, status teman-teman di Faceook, membaca berita, atau dari pembicaraan tidak penting yang saya alami setiap hari dengan siapa saja. Pokoknya, tidak pernah ada kata kehabisan ide, lah.

Namun, hampir dua bulan ini, saya memiliki kesibukan lain yang cukup menyita waktu dan perhatian, terutama waktu senggang. Mengapa waktu senggang? Karena waktu bekerja di kantor, sudah tentu tidak bisa diganggu-gugat. Idealnya sih begitu. Tapi, saya harus jujur juga mengakui, kalau di waktu jam bekerja pun, saya beberapa kali curi-curi waktu untuk mengerjakan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan kantor. Hehehe...

Sejatinya, apa yang menyita waktu saya ini, masih berhubungan dengan blog ini juga. Ya, masih berhubungan dengan kegemaran menulis saya. Yang pertama adalah, saya sedang menghadapi dunia baru yang cukup mendatangkan enjoy buat saya di kantor. Banyak hal yang saya pelajari dan ingin mempraktekkannya agar bisa segera saya kuasai. Bahkan, dari pengalaman baru ini, banyak ide-ide segar untuk membuat artikel di blog ini. Kapan-kapan saya tulis beberapa pengalaman saya tersebut.

Kesibukan lain adalah, saya juga sedang membantu seorang teman yang butuh 'konsultan' yang punya bakat menulis. Saya juga heran, mengapa dia memilih saya sebagai orang yang punya bakat itu. Namun, sepertinya ia percaya kepada saya setelah melihat tulisan-tulisan saya di blog ini. Jujur saja akui, cukup banyak limpahan nikmatiNya yang saya peroleh dari hobi nge-blog ini. Saya akhirnya tahu, ternyata begitu banyak peluang di depan mata dengan menjadi blogger.

Saat ini, saya juga sedang semangat untuk banyak belajar tentang dunia internet dan mencoba menggali beberapa peluang yang terbuka buat saya. Salah satu peluang yang saya lihat adalah bisnis online. Untuk itu, saya pun sedang membantu istri untuk memperbesar bisnis onlinenya. Mungkin sebentar lagi website toko online kami ini sudah mengudara dan menanti kunjungan Anda-anda semua.

Terlepas dari semua kesibukan ini, saya akan berusaha untuk tetap mensinggahi ‘rumah’ saya ini. Ide segar masih terus mengalir ke kepala saya, dan harus saya tuangkan di ‘rumah’ saya ini. Semoga saja...
Selengkapnya...