Senin, 14 November 2011

NEGERI PENUH AIR MATA

Bencana demi bencana menyertai perjalanan bangsa ini. Entah apa kesalahan kita sehingga alam sepertinya murka dan marah. Entah berapa banyak saudara-saudara kita yang menjadi korban. Entah berapa banyak air mata yang telah mengalir membasahi ibu pertiwi.

Namun, negeri ini sepertinya malas belajar dari alam. Bencana alam akan terus mengintai bila kita tetap bermusuhan dengan alam.

Negeri ini pun semakin porak-poranda oleh kelakukan segelintir rakyatnya yang tidak memiliki hati nurani. Mereka rela membunuh saudaranya sendiri dengan alasan yang tidak masuk akal.

Teror demi teror menghantui masyarakat. Air mata berkali-kali menetes. Tangisan tak pernah berhenti. Kemana kah pelindung rakyat?

Kekerasan sepertinya memang bagian dari denyut kehidupan bangsa ini. Entah sampai kapan saling bunuh, saling serang, dan saling merusak menjadi sifat negara ini.

(Catatan: Tulisan ini adalah salah satu naskah yang saya selesaikan untuk seorang teman. Teman tersebut memakai naskah ini untuk keperluan narasi sebuah video presentasi. Pada naskah asli, jumlah kata sebenarnya sekitar 130. Satu paragraf terakhir sengaja saya hapus di postingan ini, karena di sana tertera sebuah nama organisasi. Walau terlihat sangat pendek, namun naskah yang saya tulis ini akhirnya menjadi sebuah video dengan durasi sekitar tiga menit)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar