Kamis, 10 November 2011

PAHLAWAN YANG SUDAH TERLUPAKAN

Dengan tidak pernah mengenal kata menyerah, para pejuang berusaha mengusir para penjajah dari bumi Indonesia. Setiap jengkal nusantara mereka pertahankan dari cengkeraman para bangsa penjajah. Para pejuang memberikan jiwa raga mereka kepada ibu pertiwi. Merdeka atau mati, itulah semboyan mereka.

Semangat perjuangan tidak pernah luntur, sepanjang penjajah masih hidup di nusantara. Gugur satu tumbuh seribu.

Tokoh pergerakan bermunculan di setiap daerah. Mereka berdiri paling depan memimpin rakyat untuk melawan penjajah.

Tanggal 28 oktober 1928, para pemuda Indonesia mengikrarkan Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari pemuda-pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa.

Ikrar sumpah pemuda semakin membakar semangat bangsa Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan. Persatuan menjadi modal utama menuju kemerdekaan. Kemerdekaan yang akan membawa tanah air ini menuju adil, makmur, dan sejahtera.

Tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia pun menyatakan kemerdekaannya. Soekarno tampil untuk membacakan teks proklamasi.

Kini, 66 tahun Indonesia sudah merdeka. Nnamun, cita-cita mulia para pejuang yang mendirikan ibu pertiwi, seakan sudah terlupakan.

(Catatan: Tulisan ini adalah salah satu naskah yang saya selesaikan untuk seorang teman. Teman tersebut memakai naskah ini untuk keperluan narasi sebuah video presentasi. Pada naskah asli, jumlah kata sebenarnya sekitar 130. Satu paragraf terakhir sengaja saya hapus di postingan ini, karena di sana tertera sebuah nama organisasi. Walau terlihat sangat pendek, namun naskah yang saya tulis ini akhirnya menjadi sebuah video dengan durasi sekitar tiga menit)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar