Selasa, 15 November 2011

POLITIK KEJAM MENYELIMUTI INDONESIA

Berkali-kali seluruh rakyat Indonesia menyaksikan beragam kelakukan buruk para wakil mereka. Penghasilan besar, tapi malas bersidang untuk rakyat. Kalaupun hadir, sibuk dengan urusan masing-masing.

Saat pemilu, mereka menebar senyum untuk memikat hati rakyat. Namun, ketika sudah terpilih, tiba-tiba saja banyak yang terserang penyakit lupa. Lupa dengan segala janji kepada rakyat.

Rakyat ditelantarkan karena asyik berpolitik, berkolusi dengan pengusaha, atau bagi-bagi proyek dengan pemerintah.

Karma pun datang. Yang mempermainkan rakyat, harus siap menerima hukuman. Entah sudah berapa banyak wakil rakyat yang masuk penjara karena bermental korup.

Pejabatnya juga sama saja. Banyak yang terlena dengan kursi empuk mereka, dan akhirnya harus berakhir di balik dinginnya tembok penjara.

Mereka sering lupa sedang menjadi pemimpin bagi ratusan juta penduduk negeri ini. Yang memimpin dan yang dipimpin tidak saling kenal, karena yang memimpin seakan tinggal di atas langit.

Entah akan menjadi apa negeri ini bila masih saja dipimpin oleh orang-orang seperti ini.

(Catatan: Tulisan ini adalah salah satu naskah yang saya selesaikan untuk seorang teman. Teman tersebut memakai naskah ini untuk keperluan narasi sebuah video presentasi. Pada naskah asli, jumlah kata sebenarnya sekitar 130. Satu paragraf terakhir sengaja saya hapus di postingan ini, karena di sana tertera sebuah nama organisasi. Walau terlihat sangat pendek, namun naskah yang saya tulis ini akhirnya menjadi sebuah video dengan durasi sekitar tiga menit)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar