Selasa, 15 Maret 2011

Bom untuk Sang Tokoh JIL

"Wah, ada lagi videonya, tuh!" celetuk seorang teman setelah melihat rekaman video detik-detik meledaknya sebuah bom di kompleks Komunitas Utan Kayu, di Jl Utan Kayu 68 H, Jakarta Pusat, hari Selasa 15 September 2011.

Video ini ditayangkan oleh Metro TV sekitar pukul 16.00 WIB. Di video tersebut tampak seorang petugas polisi sedang berusaha membuka sebuah buku yang di dalamnya sudah disembunyikan sebuah benda yang diduga adalah bom.

Terlihat juga buku tersebut sedang disiram dengan air yang mengucur dari selang. Entah apa maksudnya sehingga harus disiram. Yang pasti, beberapa detik kemudian timbul ledakan, dan gambar pun menjadi tidak jelas. Mungkin lensa kamera telah pecah, namun kamera tetap dalam posisi record. Akibatnya, hanya ada semut-semut di layar.

Kabarnya, bom yang meledak ini berasal dari sebuah kirimam paket berisi buku yang ditujukan kepada Ulil Abshar Abdalla, salah satu Ketua DPP Partai Demokrat yang dulu ngetop sebagai penggerak JIL alias Jaringan Islam Liberal. Di kompleks Utan Kayu ini juga memang ada kantor JIL. Paket diterima oleh Saidiman, jubir Komunitas Utan Kayu.

Dalam bungkusan paket tersebut tertulis isinya buku. Buku itu berjudul 'Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin'. Tebalnya 412 halaman. Saidiman lalu membukanya dan menemukan satu surat. Pria itu kemudian mencoba membuka buku berkover tebal itu, namun ia kesulitan.

Paket itu dilengkapi selembar surat untuk Ulil berisi permintaan memberikan kata pengantar buku dan interview. Pengirimnya adalah Drs Sulaiman Azhar, Lc, nomor telepon 08132220579, beralamat di Jalan Bahagia Gg Pancer No 29 Ciomas, Bogor.

Kembali ke pernyataan teman tadi yang sepertinya terkejut dengan adanya video ledakan tersebut.

Ledakan bom di Utan Kayu ini memang menambah panjang deretan berbagai peristiwa di negeri ini yang sempat terekam oleh kamera. Sebut saja sebelumnya ada rekaman detik-detik penyerangan kelompok Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Jawa Barat. Kalau saja rekaman itu tidak ada, bisa jadi kasus Cikeusik tidak bakal seramai dan seheboh sekarang. Sebelumnya lagi, ada juga video latihan militer kelompok teroris di Bukit Janto Aceh. Pokoknya, rekaman demi rekaman video selalu hadir di sejumlah kasus yang menggegerkan Indonesia.

“Jangan-jangan ini semua memang sudah diseting. Biar heboh,” celetuk teman itu lagi.
“Oleh siapa dan untuk apa?” tanyaku kemudian.
“Ya, oleh orang-orang yang ingin membuat onar demi mengalihkan isu.”
“Hus, jangan bicara sembarangan. Nanti ada yang ngerekam juga, lho,” jawabku yang disambut dengan tawa dari teman tersebut.

Upaya untuk mengalihkan isu memang sering muncul ketika ada peristiwa besar terjadi di negeri ini. Sebut saja ketika kasus Gayus Tambunan berhasil jalan-jalan ke Bali dan sejumlah negara yang diisukan sebagai upaya untuk meredam isu lain, yakni kasus Bank Century yang mulai hangat lagi. Atau, beberapa kasus terorisme yang entah kebetulan atau tidak, memang selalu muncul ketika ada kasus lain yang sedang hangat dibicarakan publik.

Namun, lagi-lagi ini hanyalah sebatas rumor. Tidak ada konfirmasi dari pihak-pihak terkait. Lagi pula, kalau setiap peristiwa selalu dikait-kaitkan dengan pengalihan isu, lantas bagaimana dengan bencana gempa dan Tsunami yang menerjang Jepang hari Jumat pekan lalu. Pasalnya, bencana ini datang ketika pada saat yang sama, Indonesia sedang dihebohkan oleh berita dari dua harian Australia, The Age dan Sydney Morning Herald. Kedua media Australia ini menurunkan berita tentang tuduhan korupsi dan sejumlah kejelekan presiden SBY berdasarkan dokumen rahasia wikileaks.

Berita ini sangat menghebohkan Indonesia. Namun, hanya bertahan sesaat saja. Berita ini langsung tenggelam oleh bencana gempa dan tsunami Jepang. Nah, apakah bencana ini untuk mengalihkan isu korupsi SBY tadi? Rasa-rasanya tidak.

Yang pasti, setiap peristiwa yang sempat terekam oleh kamera video, maka akan menyenangkan semua stasiun TV.
Selengkapnya...

Kemacetan di Tol Tangerang - Jakarta

Akhir-akhir ini, sepertinya Jalan Tol Tangerang-Jakarta lebih macet daripada biasanya. Kalau dulu kemacetan hanya terjadi pada pagi hari, maka kini sepertinya tidak mengenal waktu. Mau pagi, siang, sore, atau malam, semua sama saja. Macet parah!

Biasanya, kemacetan paling parah hanya terjadi mulai pukul 06.30 WIB sampai menjelang pukul 09.00 WIB, dimana para orang-orang sedang berangkat kerja.

Kemacetan terjadi mulai simpang susun Tomang sampai pintu tol Karang Tengah. Ini diakibatkan karena terjadi sumbatan di lampu merah Tomang atau di Gerbang Tol Dalam Kota. Karena itu, ada sebuah rahasia yang dipegang bagi yang biasa melewati jalan tol ini. Yakni, resep agar tidak terjebak macet adalah dengan berangkat sebelum jam enam pagi bagi yang tinggal di seputaran Karawaci atau Serpong. Bila lewat jam itu, maka siap-siaplah untuk terjebak dalam kemacetan yang sangat parah.

Lewat pukul 09.00 WIB, biasanya jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga ini, mulai relatif lebih sepi. Kalau sedang beruntung, maka kendaraan akan lancar hingga menjelang Tomang. Hanya sesekali saja macet hingga ke depan Puri Indah.

Tapi, semua kondisi ini sepertinya sudah berubah. Kemacetan sudah tidak mengenal waktu lagi. Setidaknya ini yang saya amati belakangan ini, karena saya hampir tiap hari melewati jalan tol yang mulai dioperasikan sekitar pertengahan 80-an silam (Wah, sudah lama juga ya).

Kini, siang hari saja, kemacetan begitu parah. Kemacetan sudah terjadi begitu melewati gerbang tol Karang Tengah. Kemacetan terus menemani hingga kita sampai ke simpang susun Tomang. Kalau biasanya hanya membutuhkan waktu perjalanan dari Karawaci ke Tomang sekitar 30-40 menit, maka kini bisa mencapai satu jam atau lebih. Benar-benar menyiksa siapa saja yang melewati jalan tol ini.

Entah berapa kerugian yang diderita setiap pengendara dengan banyaknya waktu mereka yang harus terbuang karena kemacetan ini. Mereka pasti sudah rugi BBM, waktu, dan juga kesehatan, karena stress di jalan.

Celakanya, pemerintah kabarnya akan menaikkan tarif jalan tol pada September 2011 nanti. Gile juga. Pelayanan tidak maksimal, tapi tarif naik terus.

Waktu perjalanan kini pun semakin harus bertambah karena sedang ada pelebaran jalan tol ini. Jalan tol sedang dilebarkan dari masing-masing tiga lajur, akan menjadi empat lajur ke setiap arah. Pelebaran mulai Tangerang Barat hingga ke ke Tomang. Pelebaran dilakukan pada lahan sisa jalan tol di sisi paling luar. Dulunya, lahan sisa ini digunakan sebagai saluran air dan penghijauan. Memang sayang juga melihat pohon-pohon yang tadinya sudah hijau dan besar, kini harus ditebang.

Yang mengerjakan proyek pelebaran jalan ini adalah PT Adhi Karya. Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di sektor jasa konstruks ini mengerjakan proyek ini dengan nilai kontrak Rp 131,43 miliar. Proyek diperkirakan akan selesai dalam waktu 205 hari kalender. Berarti, mungkin akan beres pada akhir tahun 2011 ini. Nah, sebelum selesai, mari kita nikmati dulu kemacetan dan gangguan-gangguan lainnya ketika melintasi Jalan Tol Tangerang-Jakarta ini.

Data Jasa Marga menunjukkan, volume kendaraan yang melewati akses tol Tangerang-Tomang dalam satu hari mencapai 250 ribu lebih. Dengan rincian, untuk kendaraan pribadi atau golongan I sebanyak 216.364; golongan II jenis kendaraan bus sekitar 22.660, golongan III kendaraan truk sebanyak 7.032, golongan V jenis kontainer 2.741 dan golongan VI kendaraan berat truk dobel gandeng sekitar 2.001 unit.
Selengkapnya...