Jumat, 10 Februari 2012

Berburu Kelezatan Durian Lokal

Musim durian lokal telah tiba. Ya, akhir tahun 2011 lalu adalah saat durian lokal mulai membanjiri pasar. Bulan Februari 2012 bisa jadi adalah puncaknya. Pasalnya, begitu banyak pedagang buah durian dadakan membuka lapak di sejumlah pinggir jalan Jakarta dan sekitarnya. Ada yang hanya menjual dua tumpukan durian yang jumlah totalnya tidak sampai 50 duren, ada yang menggantungnya di pohon yang tumbuh di pinggir jalan, ada yang sengaja membuka lapak kecil, dan banyak juga yang menjual dari atas mobil bak terbuka berplat asal Lampung atau Sumatera Selatan. Harganya juga relatif murah, mulai Rp 5.000 sampai Rp 25.000 untuk satu buah duren.

Sepertinya, tahun ini durian lokal memang berbuah sangat bagus. Para pemilik pohon durian pun seharusnya berpesta pora. Pasokan yang berlimpah menjadi salah satu buktinya. Membludaknya pasokan ini pada akhirnya mempengaruhi harga jual buah berduri yang beraroma sangat tajam tersebut. Dengan harga yangg rata-rata (hanya) Rp 15.000, tentu ini sangat murah dibandingkan membeli durian monthong yang harga perkilogram bisa mencapai Rp 25.000. Biasanya, orang membeli satu buah durian monthong seberat tiga sampai empat kilogram. Dengan demikian, membeli satu durian monthong sama dengan membeli empat buah duria lokal berukuran sedang.

Saya termasuk orang yang cukup puas dengan berlimpahnya durian lokal pada awal 2012 ini. Saya memakai kata ‘cukup puas’ karena kenikmatan memakan durian lokal tersebut, masih kalah jauh dengan pengalaman memakan durian Medan. Bagi saya, kelezatan dan kegelitan durian Medan, belum tertandingi oleh durian lokal asal daerah manapun. Setidaknya ini hasil pengalaman saya, setelah banyak mencicipi durian kalau sedang bepergian ke sejumlah daerah.

Tahun ini, belief yang sudah lama tertanam di diri saya tentang tidak ada durian lokal yang layak dicoba selain durian Medan, sedikit mulai terkikis dalam dua-tiga pekan terakhir. Akibatnya, hampir setiap hari durian selalu tersedia di rumah. Bila persediaan habis maka acara berburu durian pun kembali dijalankan. Setidaknya, saya sudah punya satu langganan pedagang durian lokal di dekat rumah yang menjadi tujuan saya dalam berburu durian lokal dalam beberapa pekan ini. Saya biasa membeli tiga sampai empat durian setiap datang ke sana dengan harga Rp 10.000 sampai Rp 15.000 perbuah. Saya dan istri pun langsung berlomba menghabiskannya di rumah.

Hasil pemantauan saya, tahun ini durian lokal tidak terlalu mengecewakan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena pasokan durian datang dari sejumlah daerah di Sumatera Selatan. Daerah ini memang sudah lama terkenal dengan salah satu pemasok durian bermutu ke Jakarta. Para pedagang biasa menyebutnya durian Palembang. Padahal, sesungguhnya, tidak ada durian yang datang dari Palembang. Sama dengan istilah duku Palembang, durian-durian tersebut sebenarnya dipasok dari berbagai kabupaten di Sumatera Selatan, mulai Lahat, Muara Enim, OKI, dan sejumlah daerah lainnya.

Bagi saya, rasa durian Palembang ini hanya satu-dua tingkat dibawah kelezatan durian Medan, namun berada beberapa tingkat di atas durian lokal dari sejumlah daerah di Jawa. Yang menggembirakan, rata—rata durian sudah matang di pohon, sehingga rasa duriannya sangat terasa. Ini berbeda dengan pengalaman saya selama ini, yang selalu mendapati durian yang dijual adalah buah hasil pematangan manusia, alias direkayasa setelah diambil mentah-mentah dari pohon.

Bagi penikmat durian, tentu sangat mudah membedakan mana durian yang matang di pohon dan matang karena direkayasa . Tidak hanya dari rasanya, namun dari aromanya saja sudah bisa ditebak. Salah satu cara yang sering dipakai para pedagang durian untuk mematangkan durian mentah adalah dengan mengggunakan karbit. Ini salah satu alasan yang sebelumnya membuat saya sangat jarang mau membeli durian lokal. Daripada kecewa dengan harganya, saya lebih suka mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli durian monthong, yang rasanya sudah dipastikan akan manis-manis.

Ya, itu memang cerita dulu. Kini, saya sedang menikmati pesta musim durian lokal yang aduhai kelezatannya. Semoga saja, tahun depan akan seperti ini agar kerindungan akan durian Medan sedikit terobati.

3 komentar:

  1. PUSAT PEMBIBITAN DURIAN UNGGUL.
    Pemasaran via Online.
    Kami Siap Melayani Pesanan Seluruh Indonesia.

    Menyediakan Segala Jenis Bibit Durian UNGGUL :
    Bibit Durian Unggul Lokal/Nasional.
    Bibit Durian Introduksi Thailand.
    Bibit Durian Malaysia.

    HOT LINE
    085 7297 23313.

    PIN BB 276D 9BB3.

    Website :http://durianunggul.wordpress.com/
    Facebook : http://www.facebook.com/durian.unggul.

    BalasHapus
  2. Anonim10:08 PM

    kalo boleh tau lokasi penjual durennya dimana mas? thx

    BalasHapus
  3. durian adalah raja buah yang lezat dan mengundang kerinduan akan kelezatannya.. hehe




    bibit durian unggul
    budidaya durian unggul
    bibit durian bawor
    budidaya tanaman durian
    bisnis durian

    BalasHapus