Kamis, 16 Februari 2012

Ketika Rating & Share TV Menentukan Nasib

Sepertinya, rating dan share kini menjadi dewa bagi setiap TV swasta di Indonesia. Kualitas program bukan lagi menjadi ukuran kepuasan apalagi keberhasilan. Walau kualitas sangat mantap, tapi rating dan share jeblok, maka bersiap-siaplah menerima makian dari bos-bos di kantor. Apalagi, bila ternyata rating dan share program tersebut kalah dari TV pesaing. Teguran pun bisa datang berkali-kali lipat. Sedemikian agungnya rating dan share sehingga sesusah apapun materi yang telah dikerjakan, maka tidak akan berarti bila rating dan share tidak memuaskan.

Bahkan, di beberapa TV swasta, mereka rela ‘membunuh’ program yang dianggap gagal menghasilkan rating dan share yang memuaskan. Padahal, program tersebut baru mengudara beberapa epidose saja. Kalau Anda melihat sebuah program baru yang tiba-tiba saja menghilang alias tidak muncul di layar lagi, maka besar kemungkinan pemilik stasiun TV telah ‘memetieskan’ program tersebut.

Data rating dan share begitu penting bagi setiap stasiun TV swasta, karena itulah yang dipakai untuk modal berdagang ke para pemasang iklan. Logika mudahnya adalah, bila rating dan share tinggi, maka itu berarti program tersebut ditonton oleh banyak pemirsa. Para pemasang iklan tentu akan memilih program-program dengan jumlah penonton yang besar untuk mereka pasangi iklan. Merek pasti menolak memasang iklan di program yang sepi penonton. Sudah bayar mahal-mahal, tapi tidak ada orang yang melihat iklan mereka. Maka, percuma saja mereka menggelontorkan banyak uang untuk berpromosi.

Hampir setiap TV swasta kini punya bagian yang khusus membedah data-data rating dan share setiap program dari menit ke menit. Hasil analisa tersebut akan menjadi bagian programing untuk menyusun strategi siaran. Program apa yang cocok pada jam apa, program apa yang harus mendahului program apa, atau berita apa yang cocok untuk jam berapa, adalah beberapa hal yang dicari lewat bedah data rating dan share tadi.

Namun, sekali lagi, hasil analisa tersebut bukanlah segalanya. Rating dan share sebuah program bisa saja tetap jeblok walau sudah mengikuti hasil analisa tadi. Lantas, siapa yang harus disalahkan? Produser program kah? Tampaknya demikian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar