Selasa, 06 Maret 2012

Jangan Liputan dengan Kepala Kosong

Entah mengapa, seorang jurnalis selalu dianggap cerdas oleh masyarakat. Bagi mereka, jurnalis adaah pekerjaan yang mengetahui informasi apapun karena dinilai punya akses langsung ke sumber berita. Baik itu berita yang sedang menjadi bahan pembicaraan, ataupun topik-topik yang sudah lewat. Rasanya, setiap jurnalis akan malu atau bahkan minder, bila buta dengan setiap berita yang sedang hangat.

Begitu juga dengan saat liputan. Tanpa dibekali informasi yang cukup mengenai tugas peliputan yang akan ia laksanakan, biasanya si jurnalis tersebut akan kerepotan saat akan mengembangkan berita di lapangan. Bekal informasi tersebut akan menentukan kualitas hasil liputan yang ia dapat. Lebih parah lagi, tugas peliputan tersebut bisa saja gagal akibat minimnya informasi yang dipunya. Sedangkan jaringan dan koneksi yang bisa membantu memberikan ingformasi di lapangan juga tidak ada.

Sebenarnya banyak cara agar setiap jurnalis tidak 'mati gaya' ketika sudah sampai di lapangan. Setiap orang pasti punya cara masing-masing. Yang paling sering adalah dengan menelepon produser atau redaktur untuk minta background peliputan. Ini memang tidak salah. Dan, semestinya pimpinan mereka di kantor memang harus lebih mengarahkan anak buah di lapangan, agar liputan mereka semakin tajam.

Seorang reporter TV sedang siap-siap untuk siaran dari lapangan sepakbola
Namun, kalau segala informasi juga dipasok, termasuk hal-hal yang sebenarnya sudah diketahui publik, ini tentu bukan iklim yang baik bagi seorang jurnalis. Celakanya lagi, bahkan seringkali alamat lokasi peliputan juga diminta kepada produser atau produser. Padahal, sebenarnya alamat tersebut sangat mudah didapat karena sedang ramai dibicarakan. Tidak hanya di media cetak, namun media online juga sudah sering menulisnya.

Sekali, dua kali, atau tiga kali bertanya tentang hal-hal sepele seperti ini tentu masih wajar. Tapi, bila menjadi kebiasaan, maka bersiap-siaplah mendapatkan 'nasihat' dari sang produser atau redaktur mereka. Padahal, begitu banyak langkah yang bisa dilakukan agar informasi yang kita butuhkan, sudah ada di dalam kepala kita, ketika hendak berangkat liputan.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:

1.Biasakan datang lebih awal ke kantor. Setelah mengetahui apa penugasan pada hari ini, maka sempatkanlah untuk googling mengenai topik liputan. Kumpulkan artikel-artikel yang penting, lalu print-lah semuanya. Nah, dalam perjalanan, kita bisa membaca dan mencatat poin-poin yang penting.

2. Kalau tidak sempat membaca koran di kantor, maka belilah koran di lampu merah atau dimanapun dalam perjalanan. Harga koran di lampu merah juga biasanya lebih murah daripada membeli di tempat lain. Selain sebagai teman dalam perjalanan, koran tersebut juga menjadi referensi untuk memperdalam hasil liputan kita.

Dua cara di atas bisa jadi sudah tidak biasa lagi pada zaman sekarang. Semakin murahnya smartphone dan semakin menjamurnya tablet, maka mempermudah jurnalis untuk mencari informasi apapun yang dibutuhkan. Yang penting koneksi internet cepat. Namun, setiap jurnalis tetap harus tahu bahwa mempersiapkan bahan liputan sejak berangkat dari kantor, tentu tetap jauh lebih bagus dan efektif. Anda tidak akan direpotkan lagi oleh urusan mencari-cari informasi tambahan liputan sebelum sampai ke tempat peliputan. Sebab, smartphone atau tablet Anda, tentunya bisa digunakan untuk hal-hal lain, seperti untuk hiburan dikala macet atau saat menunggu narasumber yang tidak pasti kapan datang.

Ketika saya mendapatkan tugas peliputan ke luarkota, tidak hanya background soal topik peliputan yang saya siapkan sebelum berangkat ke kota tujuan. Bila saya belum mendapatkan hotel, maka saya pun menyempatkan diri untuk mencatat nama-nama hotel di sana, lengkap dengan tarif dan fasilitan yang disediakan. Saya juga mengumpulkan informasi mengenai kuliner apa saja yang direkomendasikan di kota itu. Dan, yang tidak pernah saya lupakan adalah, mencatat apa saja tempat-tempat menarik yang harus dikunjungi di sela-sela jadwal peliputan.

Nah, cukup sampai di sini dulu tips reportase dari saya kali ini…

Sumber foto: zimbio.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar