Senin, 23 April 2012

Ke Tokyo Mengejar Bunga Sakura (Trip To Tokyo #7)

Apa yang paling identik dengan Jepang? Jawabannya mungkin saja banyak. Tapi, kalau ditanya bunga apa yang melekat dengan Jepang, maka jawabannya hanya satu. Apa itu? Nah, pastinya semua orang tahu jawabannya. Apalagi kalau bukan bunga sakura. Sejak dulu, bunga Sakura memang identik dengan Jepang. Sakura adalah Jepang, dan Jepang adalah Sakura. Tidak bisa dipisah-pisahkan. Padahal, katanya, sakura sebenarnya bukan bunga asli Jepang.

Bunga yang dalam bahasa Inggris disebut dengan nama cherry blossoms ini, memang banyak tumbuh di Jepang. Pohon Sakura menjadi tanaman penghijauan di tepi-tepi jalan, seperti pohon mahoni yang banyak ditanam di tepi jalan Jakarta. Sakura juga banyak ditanam di taman-taman, pinggiran sungai, hingga pohon penghijauan di perkantoran. Sekilas, pohon bunga sakura mirip dengan pohon trembesi, yang mulai banyak ditanam di Jakarta. Dahan-dahannya bercabang banyak dengan daun yang kecil.

Saya sangat beruntung datang ke Jepang ketika Sakura sedang mekar. Setiap tahunnya, bunga yang kabarnya berasal dari pegunungan Himalaya ini, biasa mekar pada musim semi. Nah, musim ini biasanya dimulai pada awal April dan berakhir pada akhir April. Puncaknya terjadi pada akhir minggu pertama April.

Ketika saya datang ke Tokyo, sakura sedang mekar-mekarnya di seluruh penjuru kota. Sangat cantik sekali. Bunga yang didominasi warna merah jambu keputih-putihan ini, begitu memanjakan mata. Pada setiap pohon sakura hanya terlihat berisi batang dan bunga. Daun-daun hijaunya entah hilang kemana. Sakura yang hanya terlihat berwarna merah keputihputihan itu, terlihat seperti sebuah foto yang telah dimanipulasi lewat program photoshop agar indah dipandang.




“Lu beruntung banget. Katanya, Sakura sedang mekar sekarang ini,” kata Yuliandi Kusuma, seorang rekan yang sempat berkunjung ke Tokyo pada Februari lalu, ketika saya menceritakan akan ke Jepang. Kata-kata singkat Yuliandi ini kembali terngiang-ngiang di telinga, ketika saya melihat bunga sakura untuk pertama kalinya di pinggiran Bandara Narita. Kesan pertama begitu kuat dan menancap tajam di memori. Bunga yang berwarna putih kemerah-merahan itu, sangat indah dan memenuhi hampir seluruh batangnya.

Dalam perjalanan dari Narita ke pusat Tokyo, Sakura terlihat mekar di beberapa pinggiran jalan tol. Saya tidak pernah bosan-bosan untuk memandanginya. Kamera foto pun sesekali saya arahkan ke sana untuk mendapatkan gambarnya.

Sakura merupakan bunga nasional Jepang. Karena itu, bunga ini dapat terlihat di mana-mana di Jepang. Sakura juga diperlihatkan dalam beraneka ragam barang-barang, seperti uang koin, kimono, alat-alat tulis, peralatan dapur, logo-logo perusahaan, dan sebagainya. Bagi orang Jepang, sakura merupakan simbol penting, yang kerap kali diasosiasikan dengan wanita, kehidupan, kematian, serta juga merupakan simbol untuk mengeksperesikan ikatan antarmanusia, keberanian, kesedihan, dan kegembiraan. Sakura juga menjadi metafora untuk ciri-ciri kehidupan yang tidak kekal.

Ketika jalan-jalan ke Tokyo Midtown, sebuah kawasan bisnis di Tokyo, saya mendapati begitu banyak sakura sedang mekar di sebuah taman yang ada di salah satu sisinya. Selain ditanam di beberapa bagian taman, sakura juga ditanam berjajar di pinggir jalan. Sedangkan di sampingnya terdapat sebuah tempat nongkrong outdoor. Asyik sekali duduk di sana sambil memandangi sakura yang berwarna putih ke merah-merahan tersebut.

Kebetulan saya berada di sana hingga malam menjemput. Pemandangan lain yang tidak kalah indahnya, ditawarkan jejeran bunga sakura di tepi jalan tadi. Siraman cahaya lampu yang dipasang khusus di sekitar pohon, membuat bunga sakura terlihat lebih indah pada malam hari. Saya pun tidak puas-puas untuk memotretnya. Bahkan saya mengelilinginya hingga bebeberapa kali untuk mendapatkan sudut yang pas untuk pemotretan. Entah berapa foto yang saya hasilkan, dan saya baru berhenti ketika saya sadar kalau gerimis mulai turun dari langit Tokyo. Saya pun buru-buru mengakhiri petualangan saya di Taman Tokyo Midtown.


Kesempatan lain yang saya peroleh untuk memuaskan diri menikmati keindahan sakura adalah ketika berada di depan Musium Meiji dan Taman Tokyo Imperial Palace. Bahkan, di tempat terakhir, saya bisa memegang sakura sepuas-puasnya karena dahannya rendah sekali. Saya pun memetik beberapa tangkai bunga dan memasukkannya ke dalam plastik. Sampai di Jakarta, bunga sakura yang saya bawa ini, masih terlihat bagus walau sudah mulai terlihat rusak.

Entah kapan lagi saya bisa menikmati sakura ketika sedang bermekaran di musim semi di negeri matahari terbit. Saya berharap, suatu hari nanti, bisa kembali lagi ke Jepang. Semoga…





2 komentar:

  1. sangat indah dan menawan bunga sakura..., tp klo menurut q pribadi sich...,lebih indah bunga tulip.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bunga tulip juga indah. Entah kapan tanaman di sepanjang pinggir jalan Jakarta akan menjadi ikon kota seperti sakura di Tokyo dan Tulip di Belanda.

      Hapus