Minggu, 08 April 2012

Minggu Pagi di Palem Semi Tangerang

Setiap hari Minggu, ada pemandangan berbeda di sepanjang Jalan Raya Kavling Perkebunan sampai kawasan Perumahan Palem Semi. Kiri-Kanan jalan yang masuk dalam wilayah Karawaci, Kota Tangerang, Banten ini, penuh sesak oleh para pedagang kaki lima dadakan. Pengunjung juga ramai, sehingga kemacaten pun terjadi. Situasi berbeda ini mulai ada sejak pukul enam pagi dan mulai sepi sekitar pukul dua belas siang.

Entah siapa yang memulai berdagang di kawasan ini setiap hari Minggu pagi. Yang pasti, jumlahnya terus bertambah dari minggu ke minggu. Hampir tidak ada lagi pinggiran jalan yang tersisa dari lapak-lapak para pedagang. Semua sudah habis diikavling-kavling. Yang tersisa mungkin hanya jalan masuk ke pintu rumah atau jalan kecil ke toko-toko yang ada di sana. Bagi pengendara mobil, jangan harap mudah mencari tempat parkir. Anda baru akan leluasa mendapatkan lahan parkir di sekitar Palem Semi yang sudah cukup jauh dari tempat keramaian.

Bisa jadi, adanya pasar kaget di kawasan ini, berawal dari kebiasaan masyarakat sekitar yang berolah raga ke Palem Semi pada setiap minggu pagi. Mereka datang dengan membawa serta keluarga. Masih banyaknya lahan terbuka di areal Palem Semi memang menjadi tempat asyik untuk menikmati udara pagi hari. Kendaraan juga relatif sepi, termasuk Jalan Raya Kavling Perkebunan. Tidak hanya orang-orang yang berolahraga, namun banyak juga warga sekitar yang datang membawa anak-anak mereka ke kawasan Palem Semi untuk sekadar dijadikan tempat memberikan sarapan.




Rupanya, kondisi ini akhirnya dimanfaatkan oleh orang-orang untuk berdagang dan mengais rejeki dari orang-orang yang sedang beraktifitas. Awalnya, hanya ada pedagang makanan untuk sarapan di kawasan ini. Lalu muncur pedagang pakaian, aksesoris, kebutuhan rumah tangga, dan sebagainya. Setelah cukup lama, maka Jalan Raya Kavling perkebunan kini akhirnya menjadi penuh sesak. Para pedagang begitu padat sampai ke sekitar Palem Semi.

Kini, apapun sepertinya ada di sini. Mulai dari pedagang sayur-mayur, sampai pedagang handphone. Dari pedagang aksesoris seharga lima ribu perak, sampai pedagang kendaraan bermotor. Apapun ada, tergantung apa kebutuhan Anda.

Begitu juga dengan makanan. Segala macam jajanan tersedia di sini. Bahkan, jajanan yang sudah jarang bisa dijumpai, juga dapat ditemukan di sini. Salah satunya adalah toge goreng. Dari kuliner yang biasa disajikan saat dipesan, sampai makanan yang tinggal disantap saja. Kerupuk ikan asal Palembang, Keripik Karuhun, sampai buah durian, juga ada yang menjualnya di sini. Ramai sekali. Tinggal Anda mau membeli yang mana.

Soal makanan, para penjualnya sebagian besar berkumpul di sekitar putaran Palem Semi dan pertokoan di samping gerbang masuk kluster Vanda. Aneka jajanan tersedia di sini. Mulai bubur ayam, siomay, batagor, ketupat, bakso, dan masih banyak lagi. Tempatnya lumayan rindang oleh pepohonan sehingga nyaman untuk duduk-duduk sambil menikmati jajanan untuk sarapan di Minggu pagi.

Yang berada di sini, rata-rata membawa anak-anak mereka. Mereka memberikan makan sang anak yang sedang asyik bermain odong-odong. Bosan dengan permainan itu, si anak dibiarkan main pancing-pancingan atau naik kereta-keretaan dengan tarif Rp 2.000. Suasananya sangat meriah.

Entah sampai kapan suasana iniakan berlangsung. Inilah sebuah hiburan rakyat yang murah dan meriah. Namun, tidak hanya dinikmati oleh kaum menengah bawah. Setidaknya terlihat dari mobil yang mereka bawa. Bahkan, kini pengunjungnya tidak hanya dari warga sekitar. Pengunjung banyak datang dari wilayah lain di Tangerang dan sekitarnya.










5 komentar:

  1. oke gan saya termasuk penggemar palem semi hhhhhhhhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe.... Mantaffff! Ikut bukan stand di sana? :-)

      Hapus
  2. kalau mau ikut buka stand gimana caranya

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasa tinggal izin ke pemilik bangunan yang depannya mau dipakai untuk stand kita.

      Hapus
  3. per hari bayar berapa ya kalau mau jualan disitu ?

    BalasHapus