Senin, 21 Mei 2012

Lukisan Alam dari Tanah Karo

Bisa jadi, Sang Pencipta menciptakan Tanah Karo ketika sedang tersenyum. Ini terlihat dari anugerah berlimpah yang diberikan kepada wilayah tersebut.

Alamnya begitu indah yang berkontur bukit-bukit hijau. Tanahnya sangat subur, sehingga menanam apapun akan tumbuh dan menghasilkan. Udaranya segar dengan iklim yang sejuk. Masyarakatnya juga hidup damai dengan kekayaan budaya yang masih kekal dipertahankan. Mungkin saja, salah satu surga dunia itu ada di Tanah Karo.

Kesuburan tanahnya telah menjadikan Tanah Karo sebagai penghasil beragam komoditas unggulan. Tidak hanya terkenal di Indonesia, namun hingga ke mancanegara. Sayur-mayur asal daerah tersebut sudah diekspor sampai ke beberapa negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Begitu juga dengan buah-buahnnya. Jeruk Medan yang sudah begitu tersohor, sebenarnya berasal dari Tanah Karo. Sirup markisa yang biasa dijadikan oleh-oleh dari Medan, juga dipasok Tanah Karo.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, dimana sebenarnya letak Tanah Karo. Daerah ini adalah sebuah kabupaten di Sumatera Utara, dengan nama Kabupaten Karo. Namun, dalam percakapan sehari-sehari, Kabupaten Karo lebih dikenal dengan istilah Tanah Karo, sesuai dengan nama suku yang mendiami daerah tersebut. Tanah Karo berada di dataran tinggi yang masuk dalam ekosistem Pegunungan Bukit Barisan.

Ibu Kota Tanah Karo adalah Kabanjahe, yang berjarak sekitar 78 kilometer dari Kota Medan, ibu kota Sumatera Utara. Tanah Karo menjadi lebih terkenal ketika Gunung Sinabung meletus pada 2010. Gunung yang memiliki tinggi 2.460 meter di atas permukaan laut itu, memang menjadi simbol keberadaan Tanah Karo. Sinabung berada di tengah wilayah Kabupaten Karo. Gunung yang memiliki panorama indah itu, dapat ditatap dari hampir seluruh wilayah Tanah Karo.

Berastagi adalah kota lain di Tanah Karo yang sangat populer ke mana-mana, termasuk ke luar negeri. Kota yang berada di kaki Gunung Sibayak itu, telah lama menjadi kota wisata. Tidak hanya bagi wisatawan lokal, namun juga orang asing. Berastagi menjadi tempat pelarian warga Medan ketika mereka hendak mencari kesegaran. Kalau Jakarta memiliki Puncak Bogor, Bandung punya Lembang, Padang memiliki Bukit Tinggi, atau Malang punya Batu, maka Medan punya Berastagi.

Berastagi berjarak sekitar 70 kilometer dari Medan, yang dapat di tempuh dalam waktu sekitar dua jam. Sejak keluar dari pusat kota, maka jalan akan terus menanjak dan berbelok-belok hingga tiba di Berastagi. Bagi yang tidak biasa, perjalanan akan terasa menyiksa. Namun, penderitaan tersebut seharusnya terobati oleh pemandangan kiri-kanan jalan yang sebagian besar adalah hutan belantara yang dibiarkan tumbuh secara alami.

Begitu tiba di Berastagi, akan langsung terasa suasana khas alam pegunungan. Udara terasa dingin ketika menyentuh kulit. Mata dimanjakan oleh pemandangan hijaunya bukit-bukit dan bunga yang berwarna-warni. Hamparan ladang-ladang yang ditanami dengan berbagai jenis sayur-sayuran dan buah-buahan terlihat begitu keluar sedikit dari pusat kota.

Banyak objek wisata yang bisa dikunjungi saat berada di Berastagi. Ada Tahura, yang berupa hutan dengan pohon-pohon besar. Ada bukit Gundaling yang menawarkan keindahan pemandangan sebagian kecil alam Tanah Karo. Gunung Sinabung juga terlihat jelas dari lokasi ini. Ada juga Lau Debuk-debuk yang memberikan kesegaran mandi di kolam air panas. Atau, bila ingin sedikit tantangan, silahkan mendaki ke puncak Gunung Sibayak yang hanya butuh waktu sekitar dua-tiga jam.

Jangan lupa untuk mengelilingi kota Berastagi. Di kota yang sedang berjuang berpisah dari kabupaten induk ini, pedistrian dibuat sangat lebar sehingga orang-orang leluasa untuk berjalan menikmati suasana kota. Pada malam hari, tepi jalan akan penuh dengan pedagang makanan yang menjajakan beragam kuliner khas Tanah Karo dengan harga yang terjangkau.



Puas jalan-jalan ke Berastagi, jangan cepat-cepat beranjak pulang. Tanah Karo tidak hanya Berastagi. Sama seperti Bali yang tidak hanya selebar Pantai Kuta. Ada banyak tempat-tempat lain yang menawarkan pengalaman lebih mengesankan. Keluarlah dari Berastagi. Bawa kendaraan Anda untuk mengelilingi sudut-sudut menarik lain dari daerah tersebut. Kalau tidak ada kendaraan sendiri, ada banyak angkutan umum yang bisa membawa kemanapun tujuan Anda.

Tempat yang paling dekat dari Berastagi adalah Kabanjahe. Jarak ibukota Kabupaten Karo ini tidak sampai sepuluh kilometer dari Berastagi, yang dapat dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit saja. Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan di kota yang luasnya tidak seberapa ini.

Mampirlah ke rumah makan di sana, dan cicipi sejumlah kuliner khas Tanah Karo. Ada gulai ikan mas yang diarsik, cepera (daging ayam yang digulai dengan tepung jagung), atau tasak telu (daun singkong yang dipotong halus dan dicampur dengan daging ayam). Semua masakan khas Karo tersebut sangat lezat disantap karena dimasak dengan campuran beragam rempah-rempah yang cuma ada di sana. Selera makan juga sebanyak meningkat karena udara dingin pegunungan.

Setelah kenyang mengisi perut, mampirlah ke Pasar Kabanjahe yang berada di pusat kota. Di pasar tradisional yang agak becek dan kotor pada beberapa sudutnya itu, bisa ditemukan beragam jajanan dan oleh-oleh yang menarik. Misalkan saja, kain tradisional Tanah Karo yang harganya mulai Rp 200 ribu sampai jutaan rupiah, tergantung model dan bahannya. Tidak ada ulos di sana, karena ulos adalah sebutan untuk kain tradisional suku Tapanuli. Orang Karo memiliki beragam nama untuk kain tradisional mereka. Ada yang disebut uis gara, uis nipes, beka buloh, dan sebagainya. Masing-masing memiliki fungsi berbeda saat dikenakan.

Buah-buahan lokal juga membanjiri Pasar Kabanjahe. Tidak hanya jeruk, yang memang menjadi komoditas andalan dari Tanah Karo, namun juga berbagai buah-buahan lainnya. Salah satunya yang biasanya berlimpah adalah buah mangga haranggaul, atau banyak juga menyebutnya dengan nama mangga medan.



Jenis mangga yang berwarna kuning bila sudah mateng ini, berukuran jauh lebih kecil daripada mangga pada umumnya. Mungkin seukuran buah sawo. Rasanya sangat manis, dengan serat yang cukup banyak pada dagingnya. Biasanya, orang mengupas kulitnya dengan menggunakan gigi, dan tidak menggunakan pisau. Awalnya, cara seperti ini terasa aneh. Tapi bila sudah mencicipi satu buah mangga, maka berhati-hatilah Anda akan ketagihan. Silahkan memuaskan diri, karena harganya hanya sekitar Rp 10.000 untuk satu kilogram.

Selesai menikmati mangga medan, sambung wisata kuliner Anda dengan kelezatan buah durian. Durian memang telah turun-temurun menjadi tanaman masyarakat Karo. Hampir seluruh masyarakatnya adalah penyuka buah berduri yang beraroma sangat khas itu. Bahkan, orang Karo terbiasa menjadikan durian sebagai lauk untuk makan nasi. Gunungan durian dapat ditemukan di pinggir-pinggir jalan utama sejak pagi sampai malam hari. Harganya berkisar Rp 8.000 sampai Rp 15.000 untuk satu buah durian yang rasanya dijamin bakal memuaskan.

Dari Kabanjahe, paculah kendaraan Anda lebih menjauh lagi dari pusat kota. Salah satunya mungkin ke ke Danau Lau Kawar. Ini adalah sebuah danau yang terletak persis di kaki Gunung Sinabung. Dari Kabanjahe, dapat ditembuh dalam waktu setengah jam saja dengan kendaraan bermotor.



Perjalanan ke Danau Lau Kawar akan melewati jalan yang naik-turun mengikuti kontur tanah. Pemandangan sepanjang perjalanan sangat indah dan memanjakan mata. Selain tampak Gunung Sinabung, di kiri-kanan jalan akan tampak hamparan lahan pertanian milik penduduk setempat yang begitu hijau dan subur. Umumnya, mereka menanam berbagai jenis sayur-sayuran, buah jeruk, buah markisa, dan beberapa jenis palawija. Sedangkan di lereng-lereng jurang yang curam, mereka banyak menanam pohon kemiri.

Jangan lupa untuk berpakaian tebal atau membawa jaket bila hendak jalan-jalan ke Danau Lau Kawar, karena udara di sana jauh lebih dingin daripada Berastagi. Dari danau yang memiliki luas sekitar 200 hektar ini, hanya perlu perjalanan sekitar tiga jam lagi untuk mencapai puncak Gunung Sinabung. Begitu dekatnya, sehingga gunung api itu terlihat hanya seperti sebuah gundukan bukit dari pinggir danau. Karena itu, para pendaki gunung sering berkemah dulu di sekitar danau sebelum mendaki gunung tertinggi di Sumatera Utara itu.

Liburan ke Tanah Karo tidak akan terasa lengkap tanpa sampai di Tongging. Ini adalah nama sebuah desa yang terletak di pinggiran Danau Toba. Salah satu ujung danau seluas 3.000 kilometer persegi itu memang berada di Tanah Karo. Tongging dapat dicapai sekitar satu jam perjalanan dari Kabanjahe. Jalannya relatif datar dengan pemandangan kebun-kebun milik masyarakat di sepanjang perjalanan. Sayangnya, kondisi jalan sering kali rusak sehingga mengganggu kenikmatan perjalanan.



Tongging bertepikan Danau Toba dan bukit-bukit tinggi yang mengelilingi seluruh danau. Dari atas bukit, pemandangan Tongging terlihat sangat indah. Seperti sebuah lukisan alam yang tiada duanya. Air danau terlihat sangat tenang , seakan memberikan kedamaian pada hati. Rumah-rumah di Desa Tongging yang berada di tepi danau, terlihat begitu kecil dari atas bukit. Sangat kecil dibandingkan bukit-bukit tinggi yang mengelilinginya.

Sulit membayangkan, kalau Danau Toba merupakan kaldera gunung api raksasa yang meletus sekitar 74.000 tahun lalu. Menurut para ilmuan, letusan gunung api ini sangat dahsyat, karena abunya beterbangan hingga ke Eropa. Bumi sempat dilanda kegelapan hingga bertahun-tahun, karena sinar matahari tertutupi oleh tebalnya abu. Akibatnya, suhu bumi pun turun dan kiamat nyaris saja terjadi. Dahsyatnya lagi, Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba, menurut para ilmuan, adalah dasar kaldera yang terangkat saat gunung api meletus.

Lokasi yang paling pas untuk menikmati keindahan Tongging adalah dari tempat wisata air terjun Sipiso-piso. Dengan ketinggian sekitar 120 meter, Sipiso-piso termasuk air terjun tertinggi di Indonesia. Dasar air terjun ini bisa dicapai dengan menuruni ratusan anak tangga dari tempat parkir kendaraan. Saat menuruninya memang terasa biasa-biasa saja, namun ketika hendak naik lagi, butuh tenaga ekstra karena banyaknya anak tangga yang harus ditapaki. Jadi, pikirlah secara mendalam bila Anda memang ingin turun ke dasar air terjun.

Puas memanjakan mata dari atas, maka saatnya untuk turun ke Tongging. Jalanan akan berbelok-belok untuk menuju ke desa itu. Sebaiknya pastikan rem kendaraan dalam kondisi sangat baik sebelum menuju ke sana. Kemiringan jalan sangat curam. Jurang yang sangat dalam juga sudah siap menanti di sebelah kanan jalan. Pastikan Anda konsentrasi dalam mengemudikan kendaraan, dan jangan terlalu terpana dengan indahnya pemandangan di sana. Tidak sampai sepuluh menit, Anda akan sudah tiba di Desa Tongging.

Begitu tiba di Tongging, tiba saatnya untuk merasakan kesegaran air Danau Toba. Namun, sebaiknya jangan sembarangan memilih tempat untuk mandi. Kini semakin banyak warga yang memelihara ikan Nila dengan teknik keramba jaring apung. Masalah ini memang sudah cukup lama menghantui Danau Toba. Belum jelasnya pengaturan zona budidaya ikan, pertanian, permukiman, maupun wisata, membuat Danau Toba terlihat semrawut dan kotor. Belum lagi isu pencemaran limbah dan pakan ikan yang sering kali menerpa Danau Toba.

Padahal, para pelaku pariwisata sudah melihat potensi besar di Tongging untuk dijadikan temat wisata berkelas. Buktinya, beberapa hotel sudah berdiri di Tongging. Fasilitasnya juga lumayan bagus, dengan harga yang relatif murah, sekitar Rp 100.000 sampai Rp 500.000 per malam. Mereka sangat berharap dukungan semua pihak, seperti perbaikan infrastruktur sebagai modal utama agar wisata di sana bisa lebih menggiat lagi.

”Potensi sangat besar. Saya sering membawa turis-turis asing yang datang ke Berastagi, untuk melanjutkan wisata mereka ke Tongging. Dan, mereka kagum dengan alam di Tongging ini. Namun, kami tidak bisa bergerak sendiri tanpa didukung semua pihak. Infrastruktur yang paling utama, disamping adanya aturan-aturan yang sangat pro pariwisata,” ujar Dickson Pelawi, seorang pebisnis pariwisata di Tanah Karo, dalam sebuah percakapan di Tongging.

Singgah ke Tongging, wajib merasakan kelezatan ikan Nila dari danau terbesar di Indonesia ini. Kelezatan ikan Nila Danau Toba sudah tersohor hingga ke mancanegara. Berton-ton Nila diekspor dalam bentuk filet sampai ke Eropa oleh sebuah perusahaan asing yang membuka bisnis budidaya ikan nila di danau yang masuk ke dalam enam kabupaten di Sumatera Utara itu. 




Banyak Jalan Menuju Tanah Karo


  • Pesawat yang melayani rute Jakarta-Medan ada puluhan trip setiap hari. Hampir seluruh maskapai nasional membuka rute ke sana. Selain dari Jakarta, kota lain yang memiliki penerbangan langsung dari dan ke Medan adalah Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Penang (Malaysia), dan Singapura. Harga tiket pesawat Jakarta-Medan berkisar Rp 420.000-Rp 2.000.000, tergantung waktu dan kelas tempat duduk.
  • Dari Medan menuju Tanah Karo, bisa ditempuh lewat jalan darat. Bila ingin lebih puas menikmati liburan, maka sebaiknya menyewa mobil dengan tarif sekitar Rp 400.000 perhari (belum termasuk bahan bakar dan tips sopir). Naik angkutan umum juga cukup mudah, karena sangat banyak angkutan yang melayani rute Medan-Kabanjahe dengan tarif Rp 10.000. Di Terminal Berastagi dan Kabanjahe, juga sudah menunggu angkutan pedesaan yang siap mengantar Anda ke sejumlah tempat di Tanah Karo dengan tarif Rp 5.000-Rp 10.000.



    Menginap di Losmen atau Hotel Bintang

    • Jangan khawatir kesulitan mencari tempat menginap di Tanah Karo. Tersedia begitu banyak hotel di Berastagi, mulai dari kelas losmen sampai hotel bintang empat. Semua tersebar mulai pusat kota sampai di beberapa lokasi yang menjual pemandangan indah alam Tanah Karo. Tarif kamar permalam berkisar Rp 100.000-Rp 1.000.000, tergantung hotel dan tipe kamar. Di Berastagi juga banyak vila yang bisa disewa dengan harga minimal Rp 700.000 permalam.
    • Tempat menginap lain yang juga banyak pilihan adalah di Tongging. Kini, sudah ada beberapa hotel berdiri dengan tarif Rp 100.000-Rp 500.000. Rata-rata hotel berdiri di pinggiran Danau Toba. Dari jendela kamar, bisa terlihat jernihnya air danau dan kokohnya bukit-bukit batu yang mengelilingi danau.



      Beberapa tips liburan ke Tanah Karo

      • Walau penduduk Tanah Karo menggunakan bahasa Karo dalam percakapan sehari-hari, namun mereka tetap bisa berbahasa Indonesia. Jangan segan-segan bertanya, karena mereka sangat ramah untuk membantu.
      • Karena berada di dataran tinggi, maka iklim Tanah Karo cukup dingin. Jangan lupa untuk membawa jaket atau baju tebal. Membawa payung juga bisa dipertimbangkan, karena hujan bisa tiba-tiba turun.
      • Listrik sudah ada 24 jam di Tanah Karo. Jadi, jangan khawatir soal mengisi baterai gadget maupun kamera. Kecuali masih mengandalkan baterai sekali pakai. Harap membawa bekal yang cukup, karena sangat sulit mencari baterai alkaline di luar kota.
      • Sangat banyak oleh-oleh yang bisa dibawa dari Tanah Karo maupun Medan. Jangan lupa membawa tas cadangan. Atur semuanya agar tidak melebihi jatah bagasi pesawat gratis yang hanya 20 kg.
      • Bila ingin membawa oleh¬-oleh durian naik pesawat, masukkan buah durian ke dalam wadah plastik. Tambahkan kopi untuk mensamarkan aroma durian, lalu lakban sangat rapat. Masukkan ke bagasi pesawat, dan jangan dibawa ke dalam kabin.



        Tips berburu foto di Tanah Karo

        • Bukit Gundaling merupakan tempat yang tepat untuk mengabadikan Gunung Sinabung, Gunung Sibayak, dan Kota Berastagi.
        • Bawa bekal dan peralatan yang memadai, lalu daki Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. Usahakan sampai di puncak saat masih gelap, agar bisa mendapatkan momen matahari terbit. Berharaplah kabut sedang tidak ada. Dari puncak, juga bisa memotret lanskap Tanah Karo yang hijau dan berbukit-bukit.
        • Ada banyak objek menarik untuk berburu foto di Berastagi. Antara lain, hiruk-pikuk kota dan masyarakat, aktivitas bongkar-muat bunga, buah, dan sayur di Pasar, aktivitas masyarakat di ladang-ladang mereka dengan latar belakang Gunung Sinabung, dan sebagainya.
        • Berbagai momen menarik di Kabanjahe, antara lain aktivitas di pasar, suasana terminal dengan angkutan khas Tanah Karo, atau lalu-lalang masyarakat dengan pakaian yang bercirikan Tanah Karo. dari sudut tertentu, Kabajahe pun dapat diabadikan dengan latar belakang Gunung Sinabung.
        • Setiap desa di Tanah Karo memiliki jambur atau balai desa. Hampir seluruh prosesi upacara, pesta, atau kemeriahan lainnya, diadakan di sana. Ini merupakan objek yang menarik untuk difoto, karena umumnya masyarakat Karo mengenakan pakaian tradisional saat menghadiri acara di jambur.
        • Aktifitas petani di Tanah Karo juga sangat menarik diabadikan. Mereka mudah ditemukan. Anda tinggal pergi keluar kota, maka akan menjumpai warga yang sedang memanen jeruk, biji kakao, jagung, atau budidaya lainnya. Karena alam Tanah Karo berbukit-bukit, maka Anda bisa mengeksplorasi mereka dengan sudut-sudut menarik dan unik.
        • Desa Lingga dan Desa Dokan adalah tempat untuk memotret rumah adat suku Karo. Desa Lingga hanya beberapa kilometer dari Kabanjahe. Sedangkan Desa Dokan berada di tengah perjalanan Kabanjahe-Tongging. Sejumlah rumah adat tetap dipelihara di desa ini dan dijadikan kawasan cagar budaya.
        • Selain bisa mengabadikan keindahan air terjun dari tempat wisata air terjun Sipiso-piso, Anda bisa mengabadikan lanskap Danau Toba dengan sangat menarik. Banyak yang mengatakan, fotografer amatiran pun pasti bisa mendapatkan foto sangat bagus dari tempat itu. Apalagi kalau Anda adalah fotografer profesional. 
         
        Catatan:
          Tulisan ini adalah artikel saya yang telah dimuat di Majalah Travel Fotografi edisi April 2012


          Selengkapnya...

          Jumat, 18 Mei 2012

          Maaf, Saya Bukan Penggemar Lady Gaga

          Tiba-tiba saja, persoalan konser Lady Gaga di Indonesia menjadi pembicaraan dimana-mana.

          Semua media memberitakannya. Televisi menayangkannya setiap hari. Bahkan, sepertinya lebih ramai pemberitaan di TV daripada koran. Tidak hanya satu paket berita yang ditayangkan, tapi juga bisa sangat banyak dalam satu program berita. Lady Gaga dikupas dari segala sisi. Begitu banyak narasumber yang diwawacarai. Dialog pun pun digelar secara live dengan memboyong para narasumber datang ke studio.

          Pemberitaan Lady Gaga bahkan bersaing dengan berita jatuhnya pesawat Sukhoi di Gunung Salak. Ketika intensitas proses evakuasi para korban sudah semakin menurun, tiba-tiba saja muncul berita mengenai Lady Gaga. Pemberitaan soal Sukhoi dan Lady Gaga ini sepertinya seimbang. Sama-sama memakan durasi cukup panjang di sejumlah TV, termasuk Metro TV dan TvOne, dua televisi berita di Indonesia.

          Lady Gaga. Entah siapa wanita ini. Namanya tidak cukup familiar buat saya. Saya hanya tahu Lady Gaga sebatas identitasnya sebagai seorang penyanyi Amerika Serikat yang sedang naik daun. Ia memenangkan banyak grammy dan dijuluki sebagai salah satu artis paling berpengaruh. Pengikut twitternya juga mencapai 20 juta, sangat jauh dibandingkan follower saya yang tidak sampai 200. Saya hanya tahu sebatas itu. Apa saja lagu-lagunya, tidak ada yang saya kenal. Apalagi hafal liriknya.

          Celakanya lagi, saya juga tidak begitu tahu bagaimana wujud wanita yang bernama Lady Gaga ini. Seorang rekan di kantor sempat googling foto-foto artis ini, dan menunjukkannya kepada saya. Setelah melihatnya, buat saya, Lady Gaga tidaklah terlalu cantik dibandingkan sejumlah penyanyi perempuan lainnya, seperti Jennifer Lopez atau Britney Spears, misalnya. Mungkin banyak yang heran kepada saya tentang hal ini. Tapi, maaf, saya memang bukan peggemar Lady Gaga. Jadi, wajar saya tidak mengenalnya, kecuali beberapa kali membaca beritanya di media cetak.

          Tapi, beberapa hari ini saya harus berkutat dengan segala hal mengenai Lady Gaga. Gara-gara Polda Metro Jaya tidak memberikan rekomendasi konser artis ini di Jakarta pada 3 Juni nanti, publik tiba-tiba ramai membahasnya. Media pun ikut memanas-manasi.

          Beberapa hari ini saya harus mengikuti setiap perkembangan kelanjutan konsernya di Jakarta. Saya juga harus menerjukan tim untuk mengejar sejumlah narasumber yang berkaitan dengan konser Lady Gaga. Mulai polisi, penggemar Lady Gaga, promotor musik, anggota DPR, hingga masyarakat biasa.

          Saya pun banyak membaca artikel soal Lady Gaga di dunia maya. Terakhir, saya juga akhirnya menonton sejumlah video klipnya di situs Youtube. Dari klip-klip itu, saya pun mulai tahu mengapa sejumlah orang menolak kehadirannya di Jakarta. Gaya dan aksi panggung Lady Gaga memang sangat ‘berani’. Ada yang menyebutnya erotis, namun saya lebih suka memakai kata ‘sensual’.


          Adalah Polda Metro Jaya yang pertama kali memancing keramaian. Rekomendasi konser Lady Gaga 3 Juni 2012 tidak diberikan karena menurut Polda Metro Jaya, Lady Gaga tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Apalagi, sejumlah organisasi mengatakan penolakan mereka kepada Polda Metro Jaya.

          Alasan ini tidak dapat diterima sejumlah pihak. Menurut mereka, moral ataupun budaya bukan urusan polisi. Mereka malah balik menuding kalau polisi tunduk akan ancaman sekelompok organisasi yang tidak menjamin keamanan Jakarta jika Lady Gaga tetap manggung di Jakarta.

          Polda Metro Jaya tentu saja langsung membantahnya. Polisi berkilah, promotor Lady Gaga telah melanggar sejumlah aturan. Sejumlah izin pun belum dipegang. Celakanya, tiket sudah ludes dijual jauh-jauh hari. Belakangan, Polda Metro Jaya bahkan mengeluarkan ancaman akan membubarkan konser tersebut bila tetap digelar. Wow…

          Ah, daripada pusing memikirkan sikap segelintiran orang yang berpikiran sempit dengan mengatakan konser Lady Gaga akan merusak moral orang Indonesia, lebih baik kita nanyikan lagu Bad Romance dari Lady Gaga berikut ini. Mari kita bernyanyi bersama. Satu, dua, tiga! Ayo, mulai!:

          Oh-oh-oh-oh-oooh-oh-oh-oooh-oh-oh-oh-oh!
          Caught in a bad romance
          Oh-oh-oh-oh-oooh-oh-oh-oooh-oh-oh-oh-oh!
          Caught in a bad romance

          Rah-rah-ah-ah-ah-ah!
          Roma-roma-mamaa!
          Ga-ga-ooh-la-la!
          Want your bad romance

          Rah-rah-ah-ah-ah-ah!
          Roma-roma-mamaa!
          Ga-ga-ooh-la-la!
          Want your bad romance

          I want your ugly
          I want your disease
          I want your everything
          As long as it’s free
          I want your love
          (Love-love-love I want your love)

          I want your drama
          The touch of your hand
          I want your leather-studded kiss in the sand
          I want your love
          Love-love-love
          I want your love
          (Love-love-love I want your love)

          You know that I want you
          And you know that I need you
          I want it bad, your bad romance

          I want your love and
          I want your revenge
          You and me could write a bad romance

          (Oh-oh-oh–oh-oooh!)
          I want your love and
          All your lovers’ revenge
          You and me could write a bad romance

          Oh-oh-oh-oh-oooh-oh-oh-oooh-oh-oh-oh-oh!
          Caught in a bad romance
          Oh-oh-oh-oh-oooh-oh-oh-oooh-oh-oh-oh-oh!
          Caught in a bad romance

          Rah-rah-ah-ah-ah-ah!
          Roma-roma-mamaa!
          Ga-ga-ooh-la-la!
          Want your bad romance

          I want your horror
          I want your design
          ‘Cause you’re a criminal
          As long as your mine
          I want your love
          (Love-love-love I want your love-uuhh)

          I want your psycho
          Your vertigo stick
          Want you in my rear window
          Baby you’re sick
          I want your love
          Love-love-love
          I want your love
          (Love-love-love I want your love)

          You know that I want you
          (’Cause I’m a freak bitch baby!)
          And you know that I need you
          I want a bad, bad romance

          I want your love and
          I want your revenge
          You and me could write a bad romance
          (Oh-oh-oh-oh-oooh!)
          I want your love and
          All your lovers’ revenge
          You and me could write a bad romance

          Oh-oh-oh-oh-oooh-oh-oh-oooh-oh-oh-oh-oh!
          Caught in a bad romance
          Oh-oh-oh-oh-oooh-oh-oh-oooh-oh-oh-oh-oh!
          Caught in a bad romance

          Rah-rah-ah-ah-ah-ah!
          Roma-roma-mamaa!
          Ga-ga-ooh-la-la!
          Want your bad romance

          Rah-rah-ah-ah-ah-ah!
          Roma-roma-mamaa!
          Ga-ga-ooh-la-la!
          Want your bad romance

          Walk, walk fashion baby
          Work it
          Move that bitch crazy

          Walk, walk fashion baby
          Work it
          Move that bitch crazy

          Walk, walk fashion baby
          Work it
          Move that bitch crazy

          Walk, walk fashion baby
          Work it
          I’m a freak bitch, baby

          I want your love and
          I want your revenge
          I want your love
          I don’t wanna be friends

          Je veux ton amour
          Et je veux ta revanche
          Je veux ton amour
          I don’t wanna be friends
          Oh-oh-oh-oh-oooh!
          I don’t wanna be friends
          (Caught in a bad romance)
          I don’t wanna be friends
          Oh-oh-oh-oh-oooh!
          Want your bad romance
          (Caught in a bad romance)
          Want your bad romance!

          I want your love and
          I want your revenge
          You and me could write a bad romance

          Oh-oh-oh-oh-oooh!
          I want your love and
          All your lovers’ revenge
          You and me could write a bad romance
          Oh-oh-oh-oh-oooh-oh-oh-oooh-oh-oh-oh-oh!
          Want your bad romance
          (Caught in a bad romance)
          Want your bad romance

          Oh-oh-oh-oh-oooh-oh-oh-oooh-oh-oh-oh-oh!
          Want your bad romance
          (Caught in a bad romance)

          Rah-rah-ah-ah-ah-ah!
          Roma-roma-mamaa!
          Ga-ga-ooh-la-la!
          Want your bad romance

          Selengkapnya...

          Kamis, 17 Mei 2012

          Bila Presenter Wide Shot Metro TV Belum Dandan

          Tanggal 25 Mei nanti, program Wide Shot genap menemani pemirsa selama enam bulan. Sangat tidak terasa. Rupanya, sudah setengah tahun juga program ini running di layar Metro TV. Beragam cerita menemani perjalanannya. Kisah sedih, gembira, lucu, tragis, dan sebagainya. Maklum saja, dengan durasi sepanjang empat jam lima hari dalam seminggu, tentu banyak suka-duka yang telah terjadi.

          Sebagian besar cerita memang tidak ikut saya alami. Sejak Januari 2012, saya sudah tidak bergabung dalam Wide Shot lagi. Mungkin lebih tepatnya tidak lagi bergabung sebagai salah satu produser. Namun, saya masih sangat dekat dengan Wide Shot. Setiap hari saya masih duduk bersama dengan tim Wide Shot, berdiskusi dengan mereka soal tema dan apapun masalah yang terjadi, bersenda gurau dengan Gilang Ayunda atau Putri Ayungtyias saat mereka belum siaran, dan saya juga masih bergabung dalam grup Wide Shot di Blackberry Messenger.

          Saya memang tidak lagi memegang rundown, apalagi jadi runner ketika Wide Shot mengudara. Kini, saya harus memegang tanggung jawab lain di Metro TV. Namun, sebagai salah satu orang yang ikut terlibat dalam lahirnya Wide Shot, saya merasa masih punya ikatan kuat dengan program ini. Bahkan, salah satu tugas saya di posisi baru ini adalah menyumbang materi-materi berita untuk Wide Shot. Saya punya tim liputan, dan hasil liputan mereka akan saya tayangkan di Wide Shot.

          Saya tidak akan pernah lupa bagaimana saya dan seluruh tim Wide Shot menyiapkan tayangan perdana Wide Shot pada Jumat, 25 November 2011. Kami hanya punya waktu sekitar tiga hari untuk persiapan. Bahkan, saya harus begadang di kantor pada malam perdana Wide Shot tayang. Pengalaman yang luar biasa. Cerita mengenai tayangan perdana Wide Shot ini, sudah pernah saya tulis di artikel lain di blog ini dengan judul 'Edisi Perdana Wide Shot di Metro TV'.

          Untuk melengkapi cerita ini, saya akan menampilkan sejumlah foto persiapan tayangan perdana Wide Shot. Semua foto ini adalah koleksi tim Multimedia Metro TV yang memang sering memotret kegiatan Metro TV untuk keperluan artikel di website Metro TV.

          Dalam foto-foto ini akan terlihat bagaimana ketiga presenter Wide Shot formasi awal, sedang berlatih di stage Wide Shot di tengah newsroom Metro TV. Saat itu, mereka belum berdandan seperti biasa terlihat di layar. Tapi, walau belum dandan, mereka tetap terlihat cantik dan menarik, lho. Hehehe...

          Berikut ini foto-fotonya:

          Pius Pope (konsultan presenter Metro TV) sedang membimbing ketiga presenter Wide Shot

          Fifi Alayda Yahya (Manajer Talent Metro TV) dan Rahmat Yunianto (Eksekutif Produser Metro TV) ikut membimbing ketiga presenter Wide Shot

          Simulasi siaran Wide Shot beberapa jam sebelum siaran

          Ketiga presenter Wide Shot berada dalam satu panggung untuk pertama kalinya

          Presenter Wide Shot formasi pertama (Sumi Yang, Lucia Saharui, Gilang Ayunda)

          Foto-foto: Dok. Metro TV
          Selengkapnya...

          Selasa, 15 Mei 2012

          Marina Lystseva & Kecelakaan Sukhoi

          Siapa sangka, foto dan video hasil bidikan kamera Marina Lystseva, berubah dari sekadar foto 'biasa', menjadi sangat bernilai tinggi.

          Lewat foto-fotonya, kita menjadi tahu bagaimana suasana kegiatan roadshow pesawat Sukhoi Superjet 100 ke Indonesia. Dari videonya, kita juga dapat gambaran hidup mengenai suasana demo flight pesawat itu. Bahkan, Marina merekam detik-detik ketika pesawat nahas itu lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma, dan tidak pernah kembali lagi.

          Marina adalah seorang fotografer Rusia yang ikut dalam rombongam roadshow pesawat Sukhoi Superjet 100 ke Indonesia dan ke sejumlah negara lainnya. Foto dan video hasil bidikannya lalu diunggah di blog pribadinya yang berbahasa Rusia.

          Marina baru mengunggah video yang merekam seluruh kegiatan pesawat produksi Rusia itu di Indonesia, pada hari Senin kemarin, atau enam hari setelah kecelakaan. Saya menemukan video ini ketika sedang melihat-lihat blog Sergey Dolya, blogger Rusia lainnya yang juga turut dalam rombongan Sukhoi. Di sebuah postingan Sergey yang berisi foto-foto para pramugari Sky Aviation di dalam pesawat Sukhoi, Sergey lalu memberi tautan ke blog Marina.

          Bagi yang belum melihat video Marina yang juga sudah diupload ke Youtube, inilah video tersebut:

          Marina Lystseva adalah salah satu saksi hidup yang mungkin punya banyak kisah mengenai pesawat Sukhoi Superjet 100 yang telah hancur berkeping-keping di puncak Gunung Salak. Karena itu, saya pun mengirim pesan di blognya. Dalam pesan yang saya tulis di bagian 'comment' artikel mengenai videonya itu, saya mengatakan turut berduka cita atas musibah yang menimpa pesawat Sukhoi, dan ingin bertemu dengannya di Jakarta. Dengan bantuan Google Translate, saya menulis pesan dalam bahasa Rusia. Selengkapnya, pesan saya tersebut berbunyi:
          Ваше видео было очень трогательно. Я могу представить себе получать именно то, что случилось с Сухой во время полета из аэропорта Halimperdanakusuma. Я глубоко извиняюсь за эту трагедию. Привет. Я Гинтинг изданий, журналист из Индонезии. Если вы все еще в Джакарте, как я могу связаться с Вами. Пожалуйста, помогите у вас ..... Спасибо.
          Rupanya, blogger asal Rusia ini, terus memantau blog pribadinya itu. Tidak sampai satu jam, Marina telah membalas pesan yang saya kirim. Tidak dalam bahasa Rusia, tapi tulisan bahasa Inggris. Rupanya, tidak hanya bahasa Rusia yang dikuasai oleh blogger penggila dunia kedirgantaraan ini. Sayangnya, ia mengaku tidak bisa memenuhi permintaan saya untuk bertemu, karena sedang dalam perjalanan kembali ke Moskow dari Jakarta. “Sorry, now I am come back to Moscow,” tulis Marina.
          Marina Lystseva
          Di dalam blognya, Marina memberikan testimoni mengapa ia baru menyebarluaskan video rekamannya mengenai kedatangan Sukhoi ke Indonesia. Blogger yang juga menggemari traveling ini mengatakan, ia butuh waktu cukup lama untuk meyakinkan dirinya agar mengambil keputusan. Apalagi, banyak yang memberi saran kepadanya agar tidak menyebarluaskan video itu dengan alasan menjaga perasaan keluarga para korban. “Tapi, saya pikir, mereka juga tidak boleh dihalangi mendapatkan kesempatan melihat orang-orang yang mereka kasihi untuk terakhir kalinya ketika mereka hidup,” tulis Marina, yang menurut saya, adalah alasan yang sangat brilian. Marina selamat dalam kecelakaan Sukhoi karena tidak ikut dalam penerbangan joy flight kedua. Sebelumnya, ia telah ikut dalam penerbangan perdana dan mengabadikannya dalam sejumlah foto-foto cantik serta video yang bermakna sekali. Beberapa foto karya Maria adalah:
          Untuk melengkapi koleksinya itu, maka Marina memutuskan untuk tidak ikut pada penerbangan kedua. Ia bermaksud untuk memotret pesawat ketika take off dan landing di Bandara Halim Perdanakusuma. Marina berhasil mengabadikan pesawat ketika take off, namun tidak ketika landing. Pesawat tidak pernah kembali ke Halim, karena hancur berkeping-keping di puncak Gunung Salak… Foto-foto: dari blog Marina Lystseva
          Selengkapnya...

          Senin, 14 Mei 2012

          Sergey Doyla Abadikan Para Pramugari Sukhoi Itu

          Adalah Sergey Doyla yang banyak mengabadikan suasana kedatangan pesawat Sukhoi Superjet 100 ke Indonesia. Begitu pesawat terbaru keluaran Rusia itu diberitakan menghilang saat mengadakan joy flight atau penerbangan gembira pada Rabu, 9 Mei 2012, foto-foto hasil jepretan Sergey segera menyebar. Situs-situs berita memajangnya, koran dan majalah mengutipnya, dan semua televisi menayangkanya.

          Foto hasil bidikan Sergey memang sangat bercerita. Di sejumlah foto terlihat bagaimana para calon pramugari PT Sky Aviation asyik bergaya di depan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang sedang parkir di Bandara Halim Perdanakusuma. Di sejumlah foto lain, para pramugari itu bergaya di dalam kabin pesawat. Mereka terlihat sangat senang.

          Tawa kebahagiaan terlihat di wajah mereka. Entah siapa yang bisa menyangka, pesawat tersebut akhirnya hancur berkeping-keping setelah menabrak puncak Gunung Salak di Bogor, Jawa Barat. Tragisnya, sejumlah pramugari yang sempat dipotret Sergey, turut di dalam pesawat yang jatuh tersebut.










          Di beberapa foto lain, Sergey memotret sejumlah aktifitas lain mengenai kunjungan tim Sukhoi ke Indonesia. Ia memotret pesawat ketika sedang parkir di Bandara Halim Perdanakusuma, memotret suasana presentasi tim Sukhoi di hadapan sejumlah pejabat di terminal bandara, memotret aktifitas teknisi pesawat, atau memotret sejumlah orang Indonesia yang sedang membersihkan badan pesawat Sukhoi Superjet 100.

          Sergey mensebarluaskan sebagian fotonya itu lewat blog pribadinya. Sedangkan foto-foto lain yang jauh lebih banyak, ia bagikan di sebuah situs penyimpanan foto. Sergey tampaknya bukan seorang fotografer amatiran. Fotonya sangat jernih dengan angle-angle yang tidak biasa. Dari foto-foto lain yang menghiasi isi blognya, Sergey tamapaknya adalah seorang fotografer profesional dengan jam terbang yang sangat banyak, serta sudah melancong ke banyak polosok bumi ini.

          Aksi Sergey ketika berada di Indonesia sempat terekam dalam salah satu foto Marina Lystseva. Dalam foto tersebut, tampak Sergey sedang berbincang-bincang dengan pilot yang menerbangkan Sukhoi, Alexander Yablontsev. Dalam caption fotonya, Marina menulis kalau Alexander sedang menjelaskan kepada Sergey tentang arah penerbangan yang akan ditempuh pesawat buatan Rusia itu saat melakukan joy flight.


          Sergey Doyla bukanlah bagian tim dari Sukhoi. Ia adalah seorang blogger dan fotografer yang ikut dalam rombongan roadshow Sukhoi Superjet 100 ke Indonesia dan sejumlah negara lainya. Karena itu, Sergey punya akses yang sangat luas terhadap seluruh kegiatan promosi pesawat berpenumpang sekitar 100 produksi Sukhoi tersebut.

          Ia bisa memotret kabin pesawat dari tempat yang sangat dekat, memotret kegiatan di dalam kabin, bahkan memotret pilot di dalam ruang kemudi pesawat. Sangat dekat, sehingga mungkin tidak ada yang menyangka kalau Sergey Doyla hanyalah seorang blogger dan fotografer yang memang hobi berpetualang.







          Sama seperti Marina Lystseva, Sergey selamat dari kecelakaan karena tidak ikut dalam joy flight yang berakhir tragis itu. Sebelumnya, ia telah ikut dalam penerbangan pertama yang dilakukan pada Rabu pagi. Pada penerbangan kedua ia tidak ikut karena ingin memotret Sukhoi Superjet 100 saat terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma. “Saya tidak ikut terbang, dan tinggal untuk memotret pesawat dari dari bawah,” tulis Sergey dalam blog pribadinya.

          Sergey terus meng-update blognya mengenai peristiwa jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak. Dalam sebuah artikel, ia berbagi cerita mengenai perjalanan yang telah ia tempuh bersama pesawat Sukhoi ke sejumlah negara. Tidak lupa ia mengulas mengenai kenangannya bersama sejumlah pramugari Sky Aviation yang tampak begitu senang difoto oleh Sergey.

          “Orang naik ke dalam pesawat dan terbang menjauh. Di antara mereka adalah pramugari yang banyak saya potret sebelum penerbangan. Saya melihat mereka dari balik kaca ketika mereka naik ke pesawat. Saya ingin berlari untuk memotret mereka di dalam kabin pesawat, tapi tidak bisa. Pintu pesawat sudah ditutup,” tulis Sergey dalam artikel terbarunya.

          Dan, ia pun tidak bisa lagi menyapa para pramugari itu. Pesawat tidak kembali lagi ke Halim Perdanakusuma untuk selama-lamanya…

          Foto-foto: koleksi Sergey Dolya dan Marina Lystneva
          Selengkapnya...

          Selasa, 08 Mei 2012

          5 Travel Blog Indonesia Paling Oke

          Akhir-akhir ini, saya sedang senang mengisi waktu senggang saat di kantor dengan melihat-lihat situs traveling. Hanya dalam waktu beberapa hari saja, saya telah menemukan begitu banyak situs, baik yang berbahasa Indonesia maupun Inggris. Dari yang kelola secara profesional sampai yang hanya berupa blog gratisan. Dari yang tulisannya hanya asal-asalan, sampai berisi tulisan yang sangat menggugah dan begitu indah untuk dibaca. Pokoknya, macam-macam…

          Namun, dari semua situs yang saya temukan, hanya ada beberapa situs yang paling enak dikunjungi. Entah kebetulan atau tidak, semuanya adalah blog-blog pribadi. Saat ini, memang telah banyak blogger yang membuat blog dengan materi hanya berupa tulisan perjalanan alias traveling. Blog seperti ini biasa dikenal dengan sebutan travel blog.

          Belakangan, banyak travel blog yang dikelola secara keroyokan oleh sejumlah penggila traveling. Bahkan, blog tersebut juga menerima tulisan dari orang luar. Siapa sangka, ternyata peminatnya sangat ramai sehingga akhirnya melahirkan komunitas-komunitas. Ada blog khusus penggila backpacker, blog khusus tempat wisata menarik di Indonesia, dan lain-lain.

          Saya menemukan gairah tertentu dengan membaca dan melihat foto-foto yang terpampang di semua travel blog yang saya kunjungi. Si pengelola blog menulis setiap tulisan dengan sentuhan sangat personal. Saat membaca, para pembacanya sepertinya merasakan berbagai pengalaman, sensasi, ketegangan, tawa, tantangan, dan apapun yang dialami oleh si penulis. Apalagi, foto-foto yang sangat indah ikut menyertai setiap artikel. Saya yakin, siapapun yang membacanya, pasti timbul hasrat untuk merasakan pengalaman yang sama seperti yang dilakoni si penulis. Semua travel blog tersebut menyebarkan virus mematikan kepada pembacanya untuk ikut melakukan traveling.

          Nah, dari hasil ‘jalan-jalan’ ke berbagai travel blog yang entah berapa banyak jumlahnya, saya akhirnya menemukan beberapa travel blog yang paling saya sukai. Kali ini saya akan menyebutkan 5 travel blog berbahasa Indonesia, yang menurut saya, paling menarik dibandingkan travel blog lainnya.

          Ada banyak pertimbangan sehingga saya menjatuhkan pilihan kepada 5 travel blog berikut. Yang pertama adalah kesan paling enak dilihat (tata letak, warna, pemilihan bentuk huruf, penempatan foto, dan sebagainya). Lalu dari segi tulisan. Tata letak oke tapi tulisan amburadul, tentu sangat tidak enak untuk dinikmati. Faktor lain adalah foto-foto yang melengkapi tulisan.

          Nah, 5 travel blog yang paling saya sukai tersebut adalah:

          Ransel Kecil
          Saya suka dengan travel blog ini karena bentuknya yang sangat enak di mata, mulai tata letak, perpaduan warna, bentuk huruf, dan posisi penempatan foto. Rangsel Kecil dikelola oleh bebeberapa orang dan menerima kiriman artikel dari siapa saja. Travel blog ini berisi laporan perjalanan ke mana saja, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Tidak hanya perjalanan backpacker, tapi juga traveling jetset dengan penerbangan kelas bisnis ataupun kelas pertama. Tampaknya, setiap tulisan yang dimuat di blog ini, sangat diseleksi secara ketat, baik dari sisi penulisan maupun cerita yang disampaikan. Tidak hanya berisi artikel perjalanan ke sebuah tempat wisata, namun juga hal-hal lain yang berkaitan dengan traveling. Misalkan saja soal transportasi, penginapan, atau pernak-pernik lain saat melakukan perjalanan. Banyak inspirasi yang saya peroleh dengan membaca artikel-artikel yang ada di travel blog ini.

          Dua Rangsel
          Travel blog ini milik Dina, orang Indonesia yang bertahun-tahun hidup sebagai backpacker bersama Ryan, suaminya. Mereka berjalan dari satu negara ke negara lain dengan membawa perbekalan seadanya. Dina kemudian membagi setiap cerita hasil keliling dunianya tersebut di dalam blog ini. Sangat lengkap, termasuk bagaimana ia mensiasati setiap kesulitan yang terjadi. Misalkan saja, bagaimana mencuci pakaian di wastapel kamar mandi umum. Begitu banyak inspirasi yang saya peroleh dari blog ini. Ternyata, ada ‘orang gila’ seperti Dina dan Ryan di dunia ini, yang rela menjual harta benda mereka saat masih tinggal di Kanada, dan rela hidup sebagai tuna wisma. Sekitar 41 negara sudah mereka kunjungi, dan entah kapan akan berhenti. Edan!

          The Backpacker’s Note
          Travel blog ini tidak hanya berisi artikel jalan-jalan. Tapi, banyak hal yang masih berhubungan dengan traveling, khususnya backpacker. Dari blog ini, saya juga menemukan banyak tips traveling yang semakin menambah wawasan saya. Yang pasti, banyak artikel di blog ini yang semakin membakar hasrat saya untuk traveling kemana-mana. Saya juga menemukan banyak artikel mengenai sosok-sosok yang dekat dengan dunia traveling, khususnya travel blogger di blog ini. Kalau dari penjelasan di blog, The Backpacker's Notes menyebut dirinya sebagai blog yang memberikan tips backpacking, catatan & foto-foto perjalanan, informasi tentang suatu destinasi, ide & inspirasi untuk melakukan traveling, berita-berita terbaru tentang traveling, dan apapun tentang backpacking. Lengkap sekali.

          The Naked Traveler
          Travel Blog ini mungkin sudah begitu terkenal bagi para penikmat traveling di Indonesia. Pemiliknya bernama Trinity, seorang perempuan yang hobinya jalan-jalan. Sejumlah buku dengan judul yang sama dengan blognya ini, juga telah terbit. Kini, The Naked Traveler tidak hanya berisi artikel hasil tulisan Trinity. Ia pun menerima tulisan orang lain dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Artikel yang disajikan tidak hanya soal backpacker, tapi bisa apa saja yang berhubungan dengan traveling.

          Lalu, apa travel blog favorit Anda?
          Selengkapnya...

          Jumat, 04 Mei 2012

          Makna Dalam Setiap Huruf

          Bagi saya, huruf dan angka itu sangatlah indah. Huruf dan angka adalah penemuan manusia terbesar, di samping internet. Lewat keduanya, orang mengutarakan kata-kata. Menyampaikan isi hatinya. Kemudian, orang yang mendengar atau membacanya, bisa memahami maksud orang tersebut dengan sangat jelas. Entah bagaimana caranya orang purba dulu berkomunikasi ketika huruf dan angka belum ada.

          Karena itu, kemanapun saya pergi, huruf dan angka menjadi objek yang sangat menarik di lensa kamera. Tidak peduli dimana pun, saya selalu ingin meluangkan waktu untuk memotret huruf dan kata, yang menurut saya, terlihat beda daripada yang lain. Bisa berbeda dari bentuknya, warnanya, isi tulisannya, atau adanya benda lain yang menyertainya dan membuatnya lebih indah. Salah satunya adalah lampu. Ya, pancaran cahaya lampu bisa membuat kata-kata yang terpampang menjadi lebih indah ditatap dan dinikmati. Tidak percaya? Silahkan Anda buktikan sendiri.

          Nah, kali ini saya akan memperlihatkan beberapa foto koleksi saya tentang huruf dan kata. Selamat menikmati...

















          Selengkapnya...