Senin, 14 Mei 2012

Sergey Doyla Abadikan Para Pramugari Sukhoi Itu

Adalah Sergey Doyla yang banyak mengabadikan suasana kedatangan pesawat Sukhoi Superjet 100 ke Indonesia. Begitu pesawat terbaru keluaran Rusia itu diberitakan menghilang saat mengadakan joy flight atau penerbangan gembira pada Rabu, 9 Mei 2012, foto-foto hasil jepretan Sergey segera menyebar. Situs-situs berita memajangnya, koran dan majalah mengutipnya, dan semua televisi menayangkanya.

Foto hasil bidikan Sergey memang sangat bercerita. Di sejumlah foto terlihat bagaimana para calon pramugari PT Sky Aviation asyik bergaya di depan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang sedang parkir di Bandara Halim Perdanakusuma. Di sejumlah foto lain, para pramugari itu bergaya di dalam kabin pesawat. Mereka terlihat sangat senang.

Tawa kebahagiaan terlihat di wajah mereka. Entah siapa yang bisa menyangka, pesawat tersebut akhirnya hancur berkeping-keping setelah menabrak puncak Gunung Salak di Bogor, Jawa Barat. Tragisnya, sejumlah pramugari yang sempat dipotret Sergey, turut di dalam pesawat yang jatuh tersebut.










Di beberapa foto lain, Sergey memotret sejumlah aktifitas lain mengenai kunjungan tim Sukhoi ke Indonesia. Ia memotret pesawat ketika sedang parkir di Bandara Halim Perdanakusuma, memotret suasana presentasi tim Sukhoi di hadapan sejumlah pejabat di terminal bandara, memotret aktifitas teknisi pesawat, atau memotret sejumlah orang Indonesia yang sedang membersihkan badan pesawat Sukhoi Superjet 100.

Sergey mensebarluaskan sebagian fotonya itu lewat blog pribadinya. Sedangkan foto-foto lain yang jauh lebih banyak, ia bagikan di sebuah situs penyimpanan foto. Sergey tampaknya bukan seorang fotografer amatiran. Fotonya sangat jernih dengan angle-angle yang tidak biasa. Dari foto-foto lain yang menghiasi isi blognya, Sergey tamapaknya adalah seorang fotografer profesional dengan jam terbang yang sangat banyak, serta sudah melancong ke banyak polosok bumi ini.

Aksi Sergey ketika berada di Indonesia sempat terekam dalam salah satu foto Marina Lystseva. Dalam foto tersebut, tampak Sergey sedang berbincang-bincang dengan pilot yang menerbangkan Sukhoi, Alexander Yablontsev. Dalam caption fotonya, Marina menulis kalau Alexander sedang menjelaskan kepada Sergey tentang arah penerbangan yang akan ditempuh pesawat buatan Rusia itu saat melakukan joy flight.


Sergey Doyla bukanlah bagian tim dari Sukhoi. Ia adalah seorang blogger dan fotografer yang ikut dalam rombongan roadshow Sukhoi Superjet 100 ke Indonesia dan sejumlah negara lainya. Karena itu, Sergey punya akses yang sangat luas terhadap seluruh kegiatan promosi pesawat berpenumpang sekitar 100 produksi Sukhoi tersebut.

Ia bisa memotret kabin pesawat dari tempat yang sangat dekat, memotret kegiatan di dalam kabin, bahkan memotret pilot di dalam ruang kemudi pesawat. Sangat dekat, sehingga mungkin tidak ada yang menyangka kalau Sergey Doyla hanyalah seorang blogger dan fotografer yang memang hobi berpetualang.







Sama seperti Marina Lystseva, Sergey selamat dari kecelakaan karena tidak ikut dalam joy flight yang berakhir tragis itu. Sebelumnya, ia telah ikut dalam penerbangan pertama yang dilakukan pada Rabu pagi. Pada penerbangan kedua ia tidak ikut karena ingin memotret Sukhoi Superjet 100 saat terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma. “Saya tidak ikut terbang, dan tinggal untuk memotret pesawat dari dari bawah,” tulis Sergey dalam blog pribadinya.

Sergey terus meng-update blognya mengenai peristiwa jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak. Dalam sebuah artikel, ia berbagi cerita mengenai perjalanan yang telah ia tempuh bersama pesawat Sukhoi ke sejumlah negara. Tidak lupa ia mengulas mengenai kenangannya bersama sejumlah pramugari Sky Aviation yang tampak begitu senang difoto oleh Sergey.

“Orang naik ke dalam pesawat dan terbang menjauh. Di antara mereka adalah pramugari yang banyak saya potret sebelum penerbangan. Saya melihat mereka dari balik kaca ketika mereka naik ke pesawat. Saya ingin berlari untuk memotret mereka di dalam kabin pesawat, tapi tidak bisa. Pintu pesawat sudah ditutup,” tulis Sergey dalam artikel terbarunya.

Dan, ia pun tidak bisa lagi menyapa para pramugari itu. Pesawat tidak kembali lagi ke Halim Perdanakusuma untuk selama-lamanya…

Foto-foto: koleksi Sergey Dolya dan Marina Lystneva

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar