Rabu, 11 Juli 2012

Muncul Lagi di Majalah Travel Fotografi

Hari ini, saya mendapatkan kiriman majalah Travel Fotografi dari Kompas Gramedia Majalah. Saya mendapatkan kiriman majalah ini karena salah satu tulisan saya kembali muncul di majalah khusus pencinta travel dan fotografi itu.

Saya tidak menyangka akan mendapatkan kiriman tersebut, karena berdasarkan laporan penjual majalah di kantor, Travel Fotografi edisi Juni 2012 belum terbit. Berkali-kali saya tanya, dan jawaban darinya tetaplah sama. Padahal, sejak minggu ketiga Juni, saya sudah memesan kepadanya agar dibawakan satu majalah Travel Fotografi kalau sudah terbit. Entah mengapa, kali ini ia tidak mendapatkan jatah untuk menjual Travel Fotografi.


Kali ini, tulisan saya yang muncul di majalah Travel Fotografi edisi ketiga ini adalah penjelajahan saya ke Pulau Miangas dan Pulau Marore, dua pulau terluar Indonesia di Sulawesi Utara yang berbatasan dengan Samudera Pasifik.

Tulisan saya ini muncul dalam rubrik ‘Jelajah’ dengan judul ‘Pulau Tersembunyi Dari Pinggir Pasifik’, dan tercetak manis hingga enam halaman. Sejumlah foto-foto hasil jepretan saya pun menghiasi tulisan. Berkali-kali saya membacanya begitu berada dalam genggaman, tanpa pernah bosan. Padahal, saya sendiri yang menulisnya.

Tulisan mengenai perjalanan ke Miangas dan Marore ini merupakan tulisan ketiga saya yang muncul di majalah Travel Fotografi. Sebelumnya, majalah baru milik grup Kompas Gramedia tersebut, telah memuat dua tulisan saya lainnya di Travel Fotografi edisi perdana dan kedua.

Pada Travel Fotografi edisi perdana yang terbit Februari 2012, tulisan saya yang dimuat adalah mengenai tentang penjelajahan ke Jayapura. Sedangkan pada edisi kedua yang terbit April 2012, giliran tulisan saya tentang penjelajahan ke Tanah Karo yang muncul.

Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk masbro Yuliandi Kusuma selaku editor Travel Fotografi dan juga seluruh tim di Kompas Gramedia yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk ikut berpartisipasi dalam Travel Fotografi. Lewat majalah ini, saya bisa menumpahkan buah pikiran, termasuk mengasah kemampuan dalam membuat tulisan panjang.

Sumber foto: Facebook Majalah Travel Fotografi

2 komentar:

  1. Mas mau tanya, agar bisa ikut dalam penulisan caranya bagaimana ya? Hasil karya dikirimkan kemana dan bagaimana formatnya? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan kirim ke redaksi TF aja mas. Tulisan dibuat sekitar 1000 kata dengan jumlah foto minimal 10.

      Hapus