Senin, 24 Desember 2012

Mereka adalah Tokoh Kontroversi 2012

Di balik sosok yang menarik perhatian publik karena memberikan inspirasi, ternyata cukup banyak juga orang yang mencuri perhatian lewat tingkah polah mereka yang mengundang kontroversi sepanjang 2012. Ada yang menjadi buah bibir karena perbuatan, namun lebih banyak karena ucapan mereka yang kontroversi.

Siapa saja mereka? Inilah beberapa orang di antara mereka yang layak disebut sebagai tokoh kontroversi 2012.

SUTAN BHATOEGANA
Siapa yang tidak mengenal politisi Partai Demokrat ini. Gaya bicara Sutan Bhatoegana yang ceplas-ceplos sering kali mengejutkan banyak orang. Apalagi, Sutan tergolong politisi yang mudah diwawancarai wartawan sehingga tokoh asal Sumatera Utara ini nyaris setiap hari muncul di media.

Celakanya, ucapan kader Demokrat yang gagal maju dalam Pemilukada Sumatera Utara 2013 ini beberapa kali mengundang kontroversi.

Sutan pernah menyebut para politisi DPR yang kerap menyerang SBY dengan sebutan 'ikan salmon'. Ia juga pernah mengatakan berat badan Muhammad Nazaruddin turun 18 kilogram ketika dalam pelarian walaupun akhirnya tidak terbukti.

Terakhir, Sutan Bhatoegana menjadi sasaran aksi demo dan prores ketika menyebut Presiden Indonesia ke-3 Abdurahman Wahid tidak lepas dari kasus korupsi. Aksi protes baru berhenti ketika Sutan mendatangi keluarga Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, untuk meminta maaf.

DAHLAN ISKAN
Menteri BUMN Dahlan Iskan adalah sosok yang fenomenal tapi juga kontroversial. Sepanjang 2012, mantan wartawan ini tidak pernah habis membuat sensasi. Aksi Dahlan yang membuka pintu tol dalam kota yang tidak beroperasi dan menggratiskan kendaraan yang melewatinya pada Maret 2012 tercatat dalam sejarah sebagai salah satu aksi fenomenal yang pernah dilakukan para tokoh negeri ini.

Sepertinya, mantan Direktur Utama PLN yang hobi memakai sepatu kets kemanapun ini tidak pernah kehabisan ide untuk membuat sensasi. Untuk lebih memahami persoalan, Dahlan beberapa kali pernah menginap di sejumlah rumah penduduk yang ia datangi. Ia juga sering menyetir sendiri kendaraanya dan pernah menyupiri wakil menteri BUMN.
Terakhir, Dahlan membuat kontroversi karena membeberkan sejumlah BUMN yang menjadi sapi perah sejumlah anggota DPR. Akibatnya, Dahlan beberapa kali dipanggil Badan Kehormatan DPR.

RHOMA IRAMA
Nama raja dangdut Rhoma Irama juga layak dimasukkan sebagai salah satu tokoh yang penuh kontroversi pada 2012. Pelantun lagu Begadang dan Judi ini sempat membuat kontroversi ketika musim Pemilukada Gubernur DKI Jakarta sedang panas-panasnya. Di sebuah acara, Rhomra Irama menyinggung masalah SARA dalam ceramahnya yang langsung dikaitkan kepada pasangan Joko Widodo-Basuki Thahaja Purnama.

Sosok pimpinana dalam grup musik Soneta ini kembali membuat sensasi ketika ikut meramaikan bursa calon presiden 2014. Bahkan, spanduk dukungan sudah terpasang di sejumlah sudut jalanan ibu kota.

ANDI A MALLARANGENG
Berkibar di dunia politik dan akhirnya terjerembab di kasus korupsi. Sepertinya begitulah nasib Andi Alifian Mallarangeng. Puncak karir politiknya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga harus kandas di penghujung 2012 setelah KPK menetapkan mantan juru bicara Presiden SBY ini sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan pusat pelatihan olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Andi Mallarangeng menjadi kader lingkaran atas kesekian di Partai Demokrat yang tersangkut kasus korupsi.

Banyak kalangan yang memuji langkah mantan pengamat politik ini untuk mundur dari kursi menteri. Pasalnya, sudah jamak terjadi di negeri ini, birokrat maupun politisi sulit menanggalkan jabatan walau mereka sudah dicap koruptor.

ACENG FIKRI
Di penghujung 2012, publik diusik oleh berita pernikahan kilat Bupati Garut Aceng Fikri. Ia menikahi seorang wanita bernama Fani Oktora yang kemudian diceraikan empat hari kemudian karena diangapnya sudah tidak perawan. Kecaman pun datang sangat keras dari mana-mana, termasuk dari Presiden SBY. Berbagai pihak mendesak aceng mundur dari kursi bupati Garut karena dinilai sebagai pejabat publik yangtidak beretika.

Seketika karir politik pria ini pun berada di ujung tanduk gara-gara urusan wanita. Mmmm…

Catatan:
Artikel ini adalah naskah yang saya tulis untuk Kalaidoskop Tokoh 2012 yang tayang di program Metro Siang di Metro TV.


Foto-foto: Google.com
Selengkapnya...

Minggu, 23 Desember 2012

Mereka yang Memberi Inspirasi 2012

Tahun 2012 akan segera berlalu dengan meninggalkan sejuta kisah. Di balik setiap cerita tentu saja ada sosok di dalamnya. A da orang-orang yang menciptakan kisah itu. Atau, ada orang-orang yang pastinya terlibat di setiap cerita.

Untuk menutup tahun 2012 ini, kami akan mengulas sejumlah nama yang menjadi perhatian publik sepanjang tahun naga air ini. Ttidak hanya tokoh dalam negeri, namun juga sejumlah nama-nama dari mancanegara.

Ada yang menjadi tenar karena kesuksesannya dalam berbagai usaha sehingga memberikan inspirasi bagi sesama. Namun tidak sedikit juga yang naik daun akibat sepak terjang mereka yang mengundang kontroversi.

Daftar nama-nama sosok yang menjadi sorotan sepanjang 2012 mungkin sangat panjang. Namun inilah beberapa nama diantara mereka….

PSY
Siapa yang tidak mengenal tarian Gangnam Style. Tarian yang meniru habis gerakan koboi yang sedang menunggang kuda ini begitu populer di seluruh dunia. Nah, orang yang meyebar virus Gangnam Style ini adalah seorang artis asal Korea Selatan yang bernama PSY. Pria yang bernama asli Park Jae Sang ini tiba-tiba saja membuat dunia harus lebih memperhitungkan K-Pop yang memang sedang naik daun di luar Korea.

Video Gangnam Style telah ditonton jutaan orang di situs jejaring sosial. Seluruh media top dunia juga mengulas PSY dengan Gangnam Style-nya. Bahkan seorang Sekjen PBB pun rela ber-gangnam style dengan PSY. Tidak salah kalau artis ini akhirnya dinobatkan sebagai salah satu orang paling berpengaruh pada 2012.

REGINA IVANOVA
Kegagalan bukan menjadi alasan untuk mengubur impian. Inilah yang dibuktikan oleh Regina Ivanova. Berkali-kali ia mendaftar kontes Indonesian Idol, namun selalu gagal di babak audisi. Hanya saja, wanita bertubuh subur ini rupanya tidak pernah patah semangat.

Regina baru lolos pada babak audisi ketika sudah enam tahun ikut mendaftar. Yang mengejutkan, pemilik suara emas ini akhirnya masuk final dan malah menjuarai Indonesian Idol 2012. Regina telah memberi pelajaran kepada siapa saja untuk selalu berani bermimpi dan mengejarnya hingga ada dalam genggaman tangan.

JUSUF KALLA
Sosok mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat pantas dimasukkan sebagai salah satu tokoh inspiratif di Indonesia. Sejak tidak lagi menjabat sebagai orang nomor dua di negeri, Jusuf Kalla malah semakin sibuk dengan berbagai urusan yang tidak jauh dari persoalan kemasyarakatan.

Sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia, JK begitu rajin tampil di setiap momen-momen penting di negeri ini. Pria kelahiran Makassar, 70 tahun lalu ini juga sangat bermurah hati untuk berbagi pengalaman dalam sejumlah forum diskusi dan seminar, hingga ke kampus-kampus.

Berbagai tokoh tidak henti-hentinya mendatangi JK untuk menimba ilmu. Di sisi lain, JK juga selalu rajin memberikan saran dan opini bagaimana seharusnya pemimpin bangsa ini bekerja untuk rakyat.

BARACK OBAMA
Barack Obama kembali terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat untuk periode kedua pada pemilihan umum bulan November 2012. Dunia menyambut baik kemenangan Obama yang pernah tinggal di Indonesia ini. Dunia beranggapan presiden pertama yang berkulit hitam di negeri paman Sam ini, ebih bisa diajak berkompromi dalam berbagai urusan menyangkut isu-isu internasional.

Kemenangan Obama juga memberikan inspirasi bagi banyak orang di berbagai belahan dunia kalau siapapun bisa terpilih sebagai pemimpin, termasuk dari golongan minoritas sekalipun.

RIO HARIYANTO
Impian Indonesia untuk memiliki seorang pembalap Formula 1 semakin dekat berkat prestasi Rio Hariyanto. Pembalap kelahiran 1993 ini terus menorehkan kemenangan di sejumlah kejuaraan kelas dunia. Kini, Rio berada di ajang Formula GP2 Series dan semakin dekat dengan ajang Formula 1.

Rio mengawali kariernya di balap gokart pada 2002 dengan juara nasional Go-kart kelas Kadet. Dengan tekat yang sangat tinggi, Duta Antnarkoba 2009 ini akhirnya terus berkiprah di sejumlah formula.

CHAIRUL TANJUNG
Berawal dari usaha foto kopi pada jaman ia menjadi mahasiswa di Universitas Indonesia pada 80-an. Chairul Tanjung kini telah menjelma menjadi salah satu orang terkaya di indonesia. Bisnisnya menggurita ke seluruh arah mata angin, walau paling terkenal sebagai raja media lewat Transcorp.

Publik semakin tercengang ketika pengusaha kelahiran 16 Juni 1962 ini membeli 40 persen saham Carrefour Indonesia pada 2010. Bahkan, Carrefour Indonesia benar-benar dimiliki 100 persen oleh Chairul Tanjung ketika ia membeli 60 persen sisa saham perusahaan ritel asal Prancis ini pada november 2012. Tidak salah kalau majalah forbes edisi 2012 menobatkan si anak singkong ini sebagai orang kaya Indonesia ke-5 dengan kekayaan mencapai 3, 4 miliar dollar Amerika/ atau sekitar Rp 3,4 triliun.

TRI RISMAHARINI
Tri rismaharini, demikian nama Walikota perempuan pertama di Kota Surabaya, Jawa Timur ini. Ia termasuk salah satu kepala daerah yang dinilai sukses bekerja membangun daerahnya. Di bawah kepemimpinan wanita ini, Kota Surabaya meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional. Dampaknya, Surabaya pun menjadi kota untuk studi banding oleh daerah lain.

Risma, begitu ia biasa dipanggil, antara lain membawa Kota Surabaya menjadi kota terbersih. BerkaT tangan dinginnya, Surabaya juga dijuluki kota sejuta taman karena begitu banyaknya kawasan hijau dibangun Wali kota ini.

JOKO WIDODO
Siapa yang tidak kenal pria yang satu ini. Kemanapun ia pergi, orang-orang pasti menyapa, menyalami, atau bahkan minta berfoto bersama. Joko widodo memang bak artis yang sedang naik daun tatkala mencalonkan diri dan akhirnya terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.

Gubernur yang punya panggilan akrab Jokowi ini, memilih lebih sering turun ke kampung-kampung kumuh daripada menghabiskan waktu di ruang kerjanya. Gayanya mencerminkan kesederhanaan walau terselip ketegasan di setiap ucapan dan tindakannya.

Membawa Jakarta yang baru. Begitulah harapan seluruh warga Jakarta yang sudah lelah dengan segala macam permasalahan Jakarta kepada sang Gubernur yang mantan pengusaha furnitur ini.

Masih banyak tokoh inspiratif lain yang hadir di tengah-tengah masyarakat. Mereka hadir di antara sejumlah orang yang justru tingkah mereka dinilai kontroversial. Siapa saja yang layak dimasukkan dalam sosok kontroversial tahun 2012? Tunggu jawabannya sesaat lagi…

Catatan:
Artikel ini adalah naskah yang saya tulis untuk Kalaidoskop Tokoh 2012 yang tayang di program Metro Siang di Metro TV.


Foto-foto: Google.com

Selengkapnya...

Kamis, 13 Desember 2012

Berburu Tarsius di Batu Mentas Belitung


Saya baru pertama kali melihat hewan yang bernama Tarsius ini. Matanya besar dan menghadap ke depan seperti mata burung hantu. Tubuhnya kecil dan serangga menjadi makanan favoritnya. Kaki belakangnya panjang seperti katak, sehingga ia mampu melompat sangat jauh dari batang pohon ke batang pohon lain. Panjang ekornya bisa mencapai 30 cm dan ramping seperti ekor tikus. Bulunya lembut dan biasanya berwarna cokelat. Sama seperti burung hantu, hidup tarsius lebih banyak pada malam hari, atau nokturnal.

Pengalaman pertama saya melihat hewan primata ini terjadi ketika saya mampir ke Batu Mentas, sebuah kawasan wisata alam di Pulau Belitung. Distinasi wisata ini menjual keindahan alam Belitung yang masih hijau dengan hutan yang masih lebat, serta sungai sangat jernih di tengah kawasan yang mengalir dari Gunung Tajam.

Letak Batu Mentas persisnya berada di kawasan hutan lindung Dusun Kelekak Datuk, Kecamatan Badau, sekitar 30 km dari pusat Tanjungpandan. Sangat mudah mencapainya, apalagi dari Bandara HAM Hanandjoedin. Jalan aspal yang sangat mulus akan kita lewati saat menuju ke tempat wisata ini. Hanya ada sekitar 50 meter jalan masih berupa tanah merah yang harus dilalui hingga depan pintu masuk Batu Mentas.

Berdasarkan penelitian, kawasan hutan di sekitar Batu Mentas menjadi habitat hidup tarsius sejak dulu. Entah bagaimana hewan kecil yang sekilas mirip kera ini, bisa ada di kawasan hutan ini. Padahal, sejumlah literatur menyebutkan Kalimantan adalah habitat asli tarsius.



Gampang-gampang susah untuk menemui tarsius di habitat aslinya di kawasan hutan lindung ini. Pengelola Batu Mentas sebenarnya sudah memetakan kawasan hutan di sekitarnya yang menjadi habitat hewan ini. Bahkan, jalur-jalur safari 'memburu' tarsius sudah dibuat yang membelah kawasan hutan. Tapi, tidak ada jaminan Anda akan pasti bertemu tarsius kalau menyusurinya.

Begitu juga dengan saya yang tertarik untuk ikut 'perburuan' tarsius pada malam hari. Selama dua jam lebih saya ikut sebuah rombongan masuk ke dalam hutan belantara yang cukup lebat. Suara serangga malam sangat jelas terdengar di tengah bulan nyaris sempurna yang sesekali terlihat di balik pepohonan. Namun, apa daya, walau badan sudah sangat lelah, tarsius yang kami cari-cari tetap tidak menampakkan diri.


Untuk mengobati rasa penasaran, saya akhirnya masuk saja ke tempat penangkaran dan penelitian tarsius yang ada di salah satu sudut Batu Mentas. Saya pun dapat melihat langsung wujud hewan insektivora yang kepalanya bisa diputar 180 derajat ini. Menyenangkan sih, walau pastinya akan lebih seru kalau saya bisa melihatnya langsung di alam bebas.

Kawasan Wisata Batu Mentas dikelola oleh Kelompok Peduli Lingkungan Belitung (KPLB). Tempat ini menjual rindangnya pepohonan lengkap dengan sungai sangat jernih yang mengalir di tengahnya. Sekilah, Batu Mentas mirip dengan Taman Cibodas di Bogor, Baturaden di Banyumas, Sembahe di Medan, dan sejumlah tempat wisata lain yang menjual keindahan hutan dan sekaligus sungai.



Beragam aktifitas bisa dilakukan di Batu Mentas yang memungut biaya masuk Rp 5.000 untuk satu orang. Misalkan saja, berenang atau berendam di air sungai yang sangat jernih dan segar, trakking hingga ke puncak bukit, menyusuri sungai yang melewati punggung-punggung bukit, atau menyewa ban untuk rafting kecil-kecilan mengikuti arus sungai. Jangan takut kelaparan, karena ada warung di dalam areal Batu Mentas dengan menu kecil-kecilan dan harga yang sangat terjangkau.

Batu Mentas juga bisa dipakai untuk tempat camping. Atau, kalau ada dana lebih, pengelolanya menyediakan penginapan berupa rumah pohon. Ada beberapa rumah panggung dibangun di tengah hutan dengan dinding dari bahan sejenis terpal. Tempat tidur juga dilengkapi dengan kelambu khusus agar nyamuk tidak mengganggu saat tidur. Menginap di rumah ini akan memberikan pengalaman bagi siapa saja untuk mendapatkan sensasi seperti tokoh tarzan yang tinggal di tengah hutan.

Tertarik? Silahkan mampir ke Batu Mentas ketika traveling ke Belitung.

Saya menginap satu malam di Batu Mentas. Satu hari satu malam berada di tengah hutan Pulau Belitung memberikan pengalaman lain untuk saya. Hati saya langsung resah tatkala membayangkan berbagai jenis pohon rindang di sini akan habis oleh penambangan timah seprrti di belahan Belitung lainnya. Semoga saja tidak terjadi.





Selengkapnya...

Rabu, 12 Desember 2012

Sting Kembali Sengat Jakarta

Kalau tidak ada halangan, Sting akan kembali manggung di Jakarta, setelah konser pertamanya pada 1994. Yap, harus menunggu 18 tahun kemudian untuk kembali membawa Sting ke Indonesia dalam sebuah konser.

Kabarnya, tiket Sting yang dibanderol paling murah Rp 850 ribu, hampir ludes diserbu penggemarnya. Rasa-rasanya memang tidak salah, sih. Setidaknya, ada dua kelompok yang punya hasrat untuk menyaksikan aksi panggung artis yang bernama asli Gordon Matthew Thomas Sumner ini. Pertama, para penggemar The Police, grup yang membesarkan Sting, dan kelompok kedua, tentu saja mereka yang memang penggemar Sting. Album The Police dan Sting juga sudah keluar sejak 70an sampai 2000an. Jadi, penggemarnya pasti datang dari lintas generasi.

Saya kembali teringat dengan kenangan pada 1994 silam, ketika saya berusaha untuk bertemu dengan Sting di luar konsernya. Karena itu, saya bersama seorang sahabat, Desmond Siahaan, mencari informasi ke berbagai pihak mengenai bagaimana cara bisa bertemu dengan Sting. Singkat cerita, kami pun mendapatkan informasi jam dan hari kedatangan Sting ke Jakarta.


Senyum Sting saat difoto Desmond

Berbekal informasi itu, kami pun berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta. Saya ingat sekali, hari itu adalah hari kerja, karena kami harus bolos sekolah untuk bisa pergi ke bandara. Namun, usaha ini tidak sia-sia. Setelah menunggu sejak pagi, Sting pun keluar dari Terminal 2 Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta. Kami sangat gembira dan langsung menempel Sting sampai ia masuk ke dalam mobil. Kami leluasa mendekati pelantun lagu Fields of Gold ini karena nyaris tidak ada penggemar Sting lain yang berjubel di bandara. Sebuah kondisi yang rasa-rasanya sulit dijumpai pada saat ini.

Kami berdua seperti sepasang wartawan saja. Saya bertugas untuk meminta tanda tangan Sting, sedangkan Desmond bertugas sebagai fotografer. Sting cukup lama baru mau menandatangani poster yang saya bawa. Saya berkali-kali harus ‘merayunya’ dan juga harus menghadapi beberapa pengawal berbadan kekar di sekeliling artis pemilik sekitar 17 album solo itu. Namun, usaha saya ini tidak sia-sia. Sebuah tanda tangan manis pun ditorehkan Sting di poster bergambar dirinya yang ada di satu halaman Majalah HAI yang saya telah siapkan. Celakanya, majalah itu kini raib entah kemana.

Sting sedang tanda tangani poster dari saya

Saya masih berusaha untuk meminta tangan tangan Sting kedua di poster lain untuk Desmond. Namun, usaha ini gagal karena Sting sudah masuk ke dalam mobil sedan mewah yang parkir di depan terminal. Rupanya, Desmond masih berusaha membujuk Sting untuk menandatangani posternya. Sting mengiyakan dan meminta poster kepada Desmond. Karena poster masih ada di tangan saya, saya pun langsung berlari ke Desmond. Tapi, sayangnya, posisi saya agak jauh sehingga mobil yang membawa Sting sudah pergi.

Ada satu lagi kenang-kenangan kami saat ‘memburu’ Sting di bandara ini. Saat itu, ada tim liputan RCTI yang juga meliput kedatangan Sting. Karena saya dan Desmond selalu berada di dekat penyanyi ini, maka kami pun otomatis ikut terrekam. Bahkan, ketika sang reporter membuat live on tape (LOT) di dekat bandara, kami pura-pura berjalan di belakangnya sambil memamerkan poster Sting. Sore harinya, kami pun tertawa-tawa saat menyaksikan beritanya di Seputar Indonesia.

Kini, setelah 18 tahun berlalu, Sting kembali unjuk gigi di Jakarta. Sting akan mengguncang ribuan penontonnya dalam konser bertajuk "Back to Bass Fall Tour 2012 Tour", di Mata Elang International Stadium, Ancol, Jakarta, 15 Desember 2012.

Foto-foto by Desmond Siahaan

Selengkapnya...

Rabu, 05 Desember 2012

Mabuk Kepayang di Pulau Kepayang Belitung

Tiga orang tampak asyik snorkling di sebuah deretan batu granit tidak jauh dari Pulau Kepayang. Batu-batu granit yang menjulang cukup tinggi di atas permukaan laut itu diputari hingga dua kali. Rupanya, batu granit yang indah dipandang dari tepi pantai Pulau Kepayang itu, juga indah ditatap sampai ke bagian yang ada di dasar laut. Di sana ada ikan dengan aneka rupa berenang kesana-kemari, seakan mengajak ketiganya untuk bermain-main. Ukuran ikan pun bermacam-macam, dari seukuran kelingking hingga selebar telapak tangan orang dewasa.

Salah seorang diantara ketiganya berusaha mengejar-ngejar ikan di sekitar batu granit yang mulai ditumbuhi karang-karang. Hatinya gembira dan bahagia menikmati pemandangan alam bawah laut ini. Apalagi, ketika ia menemukan sejumlah ikan Nemo yang bersembunyi diantara anemon, semacam tumbuhan laut yang memang menjadi habitat ikan berwarna kuning bergaris putih yang pernah terkenal dalam sebuah film itu. Ia snorkling cukup lama di sekitar anemo itu untuk memandang keindangan ikan Nemo yang juga dikenal sebagai ikan Badut itu. Tangannya berusaha menggapai ikan-ikan itu, walau hanya dibalas dengan cara bersembunyi.

Tahukah Anda siapa orang yang itu? Yap, tebakan Anda tidak salah. Orang itu adalah saya!


Impian saya untuk pergi ke Pulau Belitung akhirnya terwujud pada akhir pekan ketiga November 2012. Berkat undangan seorang sahabat di sana, saya pun menghabiskan tiga hari di pulau penghasil timah ini. Saya memperoleh begitu banyak pengalaman berharga dan berkesan selama di Belitung. Salah satunya adalah menjelahi sebagian keindahan pantai dan lautnya. Nah, salah satu kegiatan yang saya lakukan adalah berenang dan snorkling di Pulau Kepayang, salah satu pulau di gugusan Kepulauan Kelayang di sebelah barat daya Pulau Belitung.

Perjalanan ke Pulau Kepayang memakan waktu sekitar 50 menit dari pantai Tanjung Kelayang dengan menggunakan perahu kayu tradisional. Sejak berangkat, kita akan disuguhi oleh keindangan laut Belitung yang sangat khas dengan batu granit yang bertebaran di sembarang tempat. Batu-batu granit yang berukuran kecil hingga melebihi ukuran mobil Alphard itu tersusun sedemikian rupa di banyak titik, seakan ada tangan-tangan terampil yang meletakkannya. Imajinasi pun muncul ketika melihat sejumlah tumpukan batu karena bentuknya ada yang mirip kepala burung, kura-kura, kepala ikan, dan sebagainya.

Ikut bersama saya di atas kapal adalah Ade Afrilian, satu seorang pengelola Belitung Adventure, dan Winnie Kusumawardani, seorang chef yang menjadi pembawa acara masak-masak di sejumlah program TV. Sedangkan yang menjadi ‘kapten’ kapal adalah Asro, yang juga ikut bergabung dalam Belitung Adventure.


Hampir enam jam saya berada di Pulau Kepayang. Sebuah waktu yang cukup lama untuk membuat saya akhirnya jatuh cinta dengan Belitung. Pantai di pulau yang juga terkenal dengan sebutan Pulau Babi ini dihiasi oleh batu-batu granit di sejumlah tempat. Ukurannya pun sangat beragam, dari yang kecil hingga yang sangat besar. Batu-batu ini bertebaran di antara laut yang sangat jernih dan pasir putih yang memenuhi pantai.

Dari Pulau Kepayang, saya juga dapat memandangi Pulau Lengkuas dan juga menara mercu suar yang berdiri kokoh di tengahnya. Begitu juga dengan sejumlah pulau kecil lain yang ada di sekeliling Kepayang. Indah sekali, dan membuat saya tidak pernah puas untuk membidikkan lensa kamera ke semua sudut. Apalagi, cuaca sedang sangat cerah sehingga pemandangan indah selalu terpampang di jendela kamera. Jepret…jepret…jepret….




Saya snorkling hingga puas setelah menghabiskan waktu sekitar tiga jam untuk memotret lanskap di seluruh pulau. Bersama Ade dam Winnie, kami pun berenang ke sebuah tumpukan batu granit yang berjarak sekitar 20 meter dari pinggir pantai. Awalnya, saya berpikir kedalaman laut sangat dalam, namun ternyata hanya sekitar dua meter.

“Kalau sedang surut, kita bahkan bisa berjalan ke Pulau Babi Kecil,” kata Ade sambil menunjuk sebuah pulau kecil yang berjarak sekitar 60 meter dari Pulau Kepayang. Pulau Babi Kecil tidak berpenghuni dan sebagian permukaan pulau dan pantainya dipenuhi oleh batu granit.

Alam bawah laut di sekitar Pulau Kepayang memang tidak memiliki gugusan terumbu karang yang indah. Sebagian besar hanya ditumbuhi oleh tumbuhan laut yang menjadi tempat berlindung ikan-ikan yang sangat mudah dijumpai dimana-mana. Ade sempat menunjuk ke sebuah titik yang memiliki karang cukup indah. Jaraknya sekitar 40 meter dari pantai. Namun, kami tidak sempat ke sana karena tiba-tiba saja mendung menyelimuti Kepulauan Kelayang.

Jangan khawatir kelaparan usai berenang di Pulau Kepayang. Sejak beberapa tahun ini, Belitung Advanture diberikan hak untuk mengelola sebagian pulau yang indah ini. Mereka pun menjadikan Kepayang sebagai sebuah pulau ekowisata. Mereka menyatukan dunia pariwisata dengan penyelamatan lingkungan. Karena itu, di samping mereka membangun beberapa infrastruktur pariwisata seperti penginapan dan warung makan, Belitung Advanture juga membangun konservasi penyu dan terumbu karang di pulau seluas 14 hektar ini.



Di pulau ini juga ada fasilitas dive center dengan tarif sekitar Rp 300.000 untuk sekali penyelaman. Tidak hanya itu. Juga ada ruangan khusus bagi penggila backpacker dengan tarif sangat murah bila ingin menginap di Kepayang. Air tawar di pulau ini juga berlimpah dengan kondisi baik dan tidak berbau air laut.

Lima jam berada di pulau ini sepertinya sangat tidak puas. Suatu hari, saya akan kembali lagi karena saya sudah dibuat mabuk kepayang oleh Pulau Kepayang.
Selengkapnya...

Selasa, 04 Desember 2012

Jadi Pembicara di Dua Acara

Hari ini saya didaulat menjadi narasumber di dua acara yang berbeda. Bagi saya yang nyaris belum pernah berbicara langsung di depan orang banyak dalam sebuah forum diskusi ataupun pelatihan, kedua pengalaman ini tentu sangat berkesan untuk saya.

Acara pertama yang saya hadiri adalah pelatihan kehumasan bagi sejumlah kepala bidang humas dari belasan Polda, yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat. Pelatihan ini diselenggarakan oleh
Mabes Polri yang didukung oleh sebuah lembaga dari Amerika Serikat. Tidak heran kalau para mentor dalam pelatihan ini adalah bule-bule yang khusus datang dari negeri Obama itu.

Tema pelatihan adalah bagaimana polisi harus menghadapi media. Nah, saya diundang sebagai narasumber tamu untuk berbagi cerita mengenai pengalaman liputan di instansi kepolisian. Metro TV mengutus saya untuk hadir di acara ini karena dinilai punya banyak kisah yang bisa berbagi berdasarkan pengalaman saya selama 15 tahun meliput berita-berita yang masih berbau kepolisian.

Saya sepertinya tidak merasakan dua jam waktu yang diberikan kepada saya telah habis begitu saja. Acara diskusi berjalan sangat semarak. Ketika saya selesai berbagi cerita, sejumlah peserta langsung berkomentar dan juga berbagi cerita mengenai suka-duka mereka dalam menghadapi media. Beberapa peserta yang bertanya dan berkomentar antara kebid humas dari Polda Kalsel, Kaltim, Sulteng, dan Sumsel. Sejumlah pertanyaan mereka cukup sulit saya jawab. Namun, saya berusaha untuk tetap bisa menanggapinya.

Kami mengakhiri kebersamaan dengan makan siang bersama di cafe hotel.

Pada sore harinya, giliran para calon reporter Metro TV yang harus saya hadapi. Jumlah mereka ada 12 orang dan baru tiga hari bekerja di Metro TV. Mereka sedang dalam masa pendidikan selama tiga bulan dalam program JDP (Journalist Development Prgram). Nantinya akan bergabung dalam jajaran reporter di Metro TV. Saya menggantikan seorang rekan untuk memberikan materi mengenai bagaimana menjadi seorang jurnalis di tengah begitu banyak tantangan dan kompetisi antarmedia.

Waktu diberikan kepada saya hanya satu jam dan saya mengisinya mengenai berbagai pengalaman liputan yang pernah saya alami selama menjadi jurnalis. Ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan para calon reporter Metro TV yang umumnya belum pernah punya pengalaman sebagai jurnalis itu. Lebih banyak tentang tips-tips peliputan seperti menentukan angle liputan, pemilihan narasumber, atau bagaimana mencari berita agar tidak pulang tanpa berita.

“Sampai jumpa di newsroom dua bulan lagi,” kata saya mengakhiri diskusi.
Selengkapnya...

Senin, 03 Desember 2012

Mengintip Kemolekan Pulau Belitung

Berkali-kali saya membaca tulisan tentang keindahan Pulau Belitung. Mulai dari kisah pantai-pantai yang sangat eksotis dengan batu granit terhampar di antara jernihnya air laut, keramahan masyarakatnya yang multietnis, dan tidak ketinggalan mengenai kelezatan kulinernya. Sayangnya, semua itu hanya bisa saya bayangkan ketika membaca tulisan-tulisan tadi.

Kesempatan untuk menyaksikan langsung keindahan Belitung yang digadang-gadang bisa menggantikan Bali itu, akhirnya baru terwujud akhir November 2012. Berbekal undangan seorang sahabat, saya pun menghabiskan akhir pekan di Negeri Laskar Pelangi.

Selama tiga hari di Belitung, saya akhirnya dapat menikmati secuil kemolekan pulau timah ini. Walau hanya sedikit menikmatinya, namun saya sudah jatuh cinta dengan pulau ini. Impian untuk kembali berkunjung ke Belitung sudah tertanam di hati. Pada kesempatan kedua nanti, saya tidak ingin lagi hanya menikmati secuil keindahan Belitung. Saya harus puas menjelajahi pulau yang persis berada di atas Jakarta kalau dilihat di peta ini.



Beragam kegiatan saya lakukan selama tiga hari ‘menyepi’ ke Belitung. Yang paling utama tentu saja menjelajahi pantai dan laut yang penuh dengan batu-batu granit. Saya bahkan menghabiskan waktu beberapa jam di Pulau Kepayang, salah satu pulau yang dipenuhi batu-batu granit yang sungguh eksotis. Saya mengelilingi pulau, berenang, dan duduk santai di atas batu granit besar di salah satu sudut pulau.

Tidak lupa saya juga mencicipi beberapa kuliner khas Belitung, termasuk minum kopi di kedai kopi di tengah Kota Tanjung Pandan. Bahkan, saya membeli abon ikan yang memang terkenal di Belitung, langsung ke pembuatnya di tengah pusat Kota Tanjungpandan.



Sebelum kembali ke Jakarta, saya juga menghabiskan waktu beberapa jam untuk menjelajahi peninggalan sejarah Belitung di sudut-sudut Tanjung Pandan. Sebagai pulau yang sudah didatangi belanda sejak 1800an untuk mengeruk timah, tentu saja bermacam-macam peninggalan mereka ada di Belitung. Banyak peninggalan Belanda itu kemudian dimanfaatkan oleh perusahaan negara. Untuk pengalaman ini, saya berterima kasih untuk Wahyu Brata, GM Hotel Billiton, yang telah mengajak saya mengelilingi Tanjungpandan dengan mobil antiknya.

Terakhir, harus saya akui kalau saya belum puas menikmati Negeri Laskar Pelangi pada kunjungan perdana ini. Karena itu, saya akan kembali lagi. Mungkin tidak lama lagi. Semoga…
Selengkapnya...