Selasa, 04 Desember 2012

Jadi Pembicara di Dua Acara

Hari ini saya didaulat menjadi narasumber di dua acara yang berbeda. Bagi saya yang nyaris belum pernah berbicara langsung di depan orang banyak dalam sebuah forum diskusi ataupun pelatihan, kedua pengalaman ini tentu sangat berkesan untuk saya.

Acara pertama yang saya hadiri adalah pelatihan kehumasan bagi sejumlah kepala bidang humas dari belasan Polda, yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat. Pelatihan ini diselenggarakan oleh
Mabes Polri yang didukung oleh sebuah lembaga dari Amerika Serikat. Tidak heran kalau para mentor dalam pelatihan ini adalah bule-bule yang khusus datang dari negeri Obama itu.

Tema pelatihan adalah bagaimana polisi harus menghadapi media. Nah, saya diundang sebagai narasumber tamu untuk berbagi cerita mengenai pengalaman liputan di instansi kepolisian. Metro TV mengutus saya untuk hadir di acara ini karena dinilai punya banyak kisah yang bisa berbagi berdasarkan pengalaman saya selama 15 tahun meliput berita-berita yang masih berbau kepolisian.

Saya sepertinya tidak merasakan dua jam waktu yang diberikan kepada saya telah habis begitu saja. Acara diskusi berjalan sangat semarak. Ketika saya selesai berbagi cerita, sejumlah peserta langsung berkomentar dan juga berbagi cerita mengenai suka-duka mereka dalam menghadapi media. Beberapa peserta yang bertanya dan berkomentar antara kebid humas dari Polda Kalsel, Kaltim, Sulteng, dan Sumsel. Sejumlah pertanyaan mereka cukup sulit saya jawab. Namun, saya berusaha untuk tetap bisa menanggapinya.

Kami mengakhiri kebersamaan dengan makan siang bersama di cafe hotel.

Pada sore harinya, giliran para calon reporter Metro TV yang harus saya hadapi. Jumlah mereka ada 12 orang dan baru tiga hari bekerja di Metro TV. Mereka sedang dalam masa pendidikan selama tiga bulan dalam program JDP (Journalist Development Prgram). Nantinya akan bergabung dalam jajaran reporter di Metro TV. Saya menggantikan seorang rekan untuk memberikan materi mengenai bagaimana menjadi seorang jurnalis di tengah begitu banyak tantangan dan kompetisi antarmedia.

Waktu diberikan kepada saya hanya satu jam dan saya mengisinya mengenai berbagai pengalaman liputan yang pernah saya alami selama menjadi jurnalis. Ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan para calon reporter Metro TV yang umumnya belum pernah punya pengalaman sebagai jurnalis itu. Lebih banyak tentang tips-tips peliputan seperti menentukan angle liputan, pemilihan narasumber, atau bagaimana mencari berita agar tidak pulang tanpa berita.

“Sampai jumpa di newsroom dua bulan lagi,” kata saya mengakhiri diskusi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar