Rabu, 12 Desember 2012

Sting Kembali Sengat Jakarta

Kalau tidak ada halangan, Sting akan kembali manggung di Jakarta, setelah konser pertamanya pada 1994. Yap, harus menunggu 18 tahun kemudian untuk kembali membawa Sting ke Indonesia dalam sebuah konser.

Kabarnya, tiket Sting yang dibanderol paling murah Rp 850 ribu, hampir ludes diserbu penggemarnya. Rasa-rasanya memang tidak salah, sih. Setidaknya, ada dua kelompok yang punya hasrat untuk menyaksikan aksi panggung artis yang bernama asli Gordon Matthew Thomas Sumner ini. Pertama, para penggemar The Police, grup yang membesarkan Sting, dan kelompok kedua, tentu saja mereka yang memang penggemar Sting. Album The Police dan Sting juga sudah keluar sejak 70an sampai 2000an. Jadi, penggemarnya pasti datang dari lintas generasi.

Saya kembali teringat dengan kenangan pada 1994 silam, ketika saya berusaha untuk bertemu dengan Sting di luar konsernya. Karena itu, saya bersama seorang sahabat, Desmond Siahaan, mencari informasi ke berbagai pihak mengenai bagaimana cara bisa bertemu dengan Sting. Singkat cerita, kami pun mendapatkan informasi jam dan hari kedatangan Sting ke Jakarta.


Senyum Sting saat difoto Desmond

Berbekal informasi itu, kami pun berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta. Saya ingat sekali, hari itu adalah hari kerja, karena kami harus bolos sekolah untuk bisa pergi ke bandara. Namun, usaha ini tidak sia-sia. Setelah menunggu sejak pagi, Sting pun keluar dari Terminal 2 Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta. Kami sangat gembira dan langsung menempel Sting sampai ia masuk ke dalam mobil. Kami leluasa mendekati pelantun lagu Fields of Gold ini karena nyaris tidak ada penggemar Sting lain yang berjubel di bandara. Sebuah kondisi yang rasa-rasanya sulit dijumpai pada saat ini.

Kami berdua seperti sepasang wartawan saja. Saya bertugas untuk meminta tanda tangan Sting, sedangkan Desmond bertugas sebagai fotografer. Sting cukup lama baru mau menandatangani poster yang saya bawa. Saya berkali-kali harus ‘merayunya’ dan juga harus menghadapi beberapa pengawal berbadan kekar di sekeliling artis pemilik sekitar 17 album solo itu. Namun, usaha saya ini tidak sia-sia. Sebuah tanda tangan manis pun ditorehkan Sting di poster bergambar dirinya yang ada di satu halaman Majalah HAI yang saya telah siapkan. Celakanya, majalah itu kini raib entah kemana.

Sting sedang tanda tangani poster dari saya

Saya masih berusaha untuk meminta tangan tangan Sting kedua di poster lain untuk Desmond. Namun, usaha ini gagal karena Sting sudah masuk ke dalam mobil sedan mewah yang parkir di depan terminal. Rupanya, Desmond masih berusaha membujuk Sting untuk menandatangani posternya. Sting mengiyakan dan meminta poster kepada Desmond. Karena poster masih ada di tangan saya, saya pun langsung berlari ke Desmond. Tapi, sayangnya, posisi saya agak jauh sehingga mobil yang membawa Sting sudah pergi.

Ada satu lagi kenang-kenangan kami saat ‘memburu’ Sting di bandara ini. Saat itu, ada tim liputan RCTI yang juga meliput kedatangan Sting. Karena saya dan Desmond selalu berada di dekat penyanyi ini, maka kami pun otomatis ikut terrekam. Bahkan, ketika sang reporter membuat live on tape (LOT) di dekat bandara, kami pura-pura berjalan di belakangnya sambil memamerkan poster Sting. Sore harinya, kami pun tertawa-tawa saat menyaksikan beritanya di Seputar Indonesia.

Kini, setelah 18 tahun berlalu, Sting kembali unjuk gigi di Jakarta. Sting akan mengguncang ribuan penontonnya dalam konser bertajuk "Back to Bass Fall Tour 2012 Tour", di Mata Elang International Stadium, Ancol, Jakarta, 15 Desember 2012.

Foto-foto by Desmond Siahaan

1 komentar:

  1. wah senang sekali dapet tanda tangan idola,sampe harus bolos.kalau saya pengen dapet tanda tangan kurt cobain bang,sayang dia wafat sebelum saya mengidolakannya.hehe.sayang banget bang posternya ilang

    BalasHapus