Jumat, 29 Maret 2013

Mengintip Aksi Sang Model Cantik

Beberapa waktu lalu, ajang pameran fotografi bertajuk FOCUS 2013, kembali digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta. Pameran ini tetap mampu menyedot begitu banyak pengunjung. Salah satunya adalah saya.

Hampir 12 jam saya menghabiskan waktu di pameran ini. Sebagian besar waktu yang saya habiskan berada di stand-stand yang menggelar ajang workshop fotografi. Tidak hanya teori, namun juga praktek memotret.

Nah, praktek ini seluruhnya adalah bagaimana memotret model cantik yang dihadirkan di sebuah 'studio'. Ada juga stand salah satu produsen kamera yang menggelar lomba foto SPG mereka. Meriah sekali. Rata-rata puluhan pengunjung selalu memadati setiap acara ini. Mereka larut dalam kegiatan ini dengan memakai berbagai jenis kamera. Mulai kamera biasa yang hanya berharga satu-dua juta rupiah, sampai DSLR keluaran terbaru dengan lensa yang supermahal.

Berikut ini adalah berapa foto hasil jepretan saya selama 12 jam menghabiskan waktu di pameran FOCUS 2013:





















Selengkapnya...

Rabu, 13 Maret 2013

Si Michael yang Lincah Bersama Yamaha

Ia baru saja selesai mandi. Tubuhnya harum oleh wangi khas parfum bayi. Gerakannya pun sangat lincah di balik tubuh yang lumayan besar untuk umurnya. Tidak heran kalau hanya dalam hitungan beberapa menit saja ia sudah berada di atas sepeda motor.

Kedua tangannya pun segera menggenggam stang kemudi dengan sangat kuat. Sesekali ia menatap kaca spion dan memainkan berbagai macam mimik muka yang sangat lucu untuk ditatap. Beberapa detik kemudian, suara tiruan sepeda motor pun terdengar dari mulutnya. Bem…bem…bem…

Itulah yang dilakukan oleh Michael di halaman rumah ketika saya baru saja selesai memandikan sepeda motor. Michael adalah anak saya yang baru berumur dua tahun tiga bulan pada Maret ini. Sehari-harinya, Michael memang sudah sangat akrab dengan Yamaha Mio Sporty, sepeda motor milik saya. Bahkan, suaranya saja ia sudah hapal. “Ayah…ayah…ayah…,” katanya setiap kali saya pulang ketika sedang mengendarai kuda besi berwarna merah tersebut. Hal yang sama tidak ia lakukan ketika mendengar suara sepeda motor merek lain yang melintas di depan rumah.

Michael selalu tidak mau ketinggalan setiap melihat orang tuanya meninggalkan rumah dengan menunggangi Mio Sporty yang sudah menjadi bagian rumah kami sejak 2011. Tidak jarang ia sudah berdiri di dek ruang kaki ketika mesin sepeda motor belum juga dihidupkan. Kalau sudah begini, terpaksa saya harus membawanya berkeliling dekat rumah terlebih dahulu agar mau ditinggal. Untungnya, dek ruang kaki sepeda motor yang sangat laris-manis di Indonesia ini sangat lega sehingga Michael sangat nyaman berdiri di sana. Badannya yang lumayan besar juga tidak mengganggu pergerakan stang kemudi.

Berikut ini adalah beberapa foto Michael ketika sedang 'beraksi' bersama Mio Sporty milik saya:









Bagaimana menurut Anda gaya dan tingkah polah si Michael ini setelah melihat foto-foto tadi? Kalau saya sih, selalu tersenyum bila melihatnya.

Oya, saya membeli sepeda motor Mio Sporty yang sedang ditunggangi ini jagoan saya ini pada Maret 2011, ketika Michael belum genap berusia tiga bulan. Dari harus digendong ibunya, kini Michael sudah bisa berdiri sendiri saat saya mengendarai Mio. Suara halus dan empuknya redaman shockbreaker sepeda motor ini sering membuat Michael terkantuk-kantuk dalam perjalananan. Kalau sudah begini, saya pun harus sedikit berteriak-teriak ketika ada truk, bis, atau taksi melintas di dekat kami. Michael pun biasanya langsung ‘segar’ lagi sambil mencari-cari dimana kendaraan favoritnya itu berada.

Sepeda motor pertama di keluarga saya ini hadir di rumah ketika saya dan istri sepakat untuk membeli kendaraan roda dua yang bakal menjadi pelengkap aktifitas di rumah. Rupanya, pilihan kami tidak salah untuk membeli merek Yamaha yang memiliki slogan ‘Semakin Di Depan’. Tipe Mio Sporty memikat hati kami karena bentuknya yang memang sporty, nyaman dipandangi, gesit melaju, mesin yang bandel, dan empuk melewati jalan seperti apapun.

Walau sudah berumur dua tahun, Yamaha Mio milik saya masih terlihat sangat mulus. Tidak percaya? Ini beberapa foto hasil jepretan saya:










Kalau menunggangi Mio Sporty saja sudah sangat nyaman dengan performa yang keren, saya menjadi penasaran apa rasanya naik New Xeon RC, varian baru sepeda motor Yamaha yang dijuluki ‘Semakin Tidak Tertandingi’. Saya sempat beberapa kali melihat gambarnya di depan dealer Yamaha yang pernah dilewati. Melihat tampilannya, sepeda motor ini sepertinya lebih sporty dan “garang’ untuk dikendarai. Saya bertambah penasaran lagi ketika New Xeon RC dijuluki sepeda motor yang keren, cepat, canggih.

Karena penasaran dengan New Xeon RC, saya pun iseng buka-buka internet untuk mencari tahu lebih banyak mengenai sepeda motor yang dibuat khusus bagi para penggemar motor jenis FI alias motor injeksi ini. Melihat fotonya, kesan sporty terlihat di beberapa bagian sepeda motor yang memiliki volume silinder 124 cc ini. Lihat saja desain depannya yang sangat aerodinamis.

Yamaha mengklaim bentuk futuristik pada New Xeon RC terinspirasi dari pesawat tempur F-117 Nighthawk Bomber. Setahu saya, pesawat tempur ini merupakan pesawat penyerang darat siluman yang hanya dimiliki Angkatan Udara Amerika Serikat. F-117 Nighthawk adalah pesawat tempur hasil dari program siluman yang pasti melibatkan orang-orang hebat di bidang teknologi. Ketika Yamaha berani membawa-bawa jenis pesawat ini, pastinya New Xeon RC juga hasil kreasi tangan-tangan paling handal di perusahaan yang bermarkas di Iwata, Shizuoka, Jepang tersebut.

Rasa penasaran terhadap ketangguhan New Xeon RC semakin besar karena juara Moto GP juga memberikan pengakuan. “Ada saat saya ingin menikmati perjalanan dengan santai dan nyaman. Tetapi ada saat saya butuh performa hebat. Hanya New Xeon RC yang dapat memberikan keduanya. New Xeon RC, everything i need,” kata Jorge Lorenzo, sang pemenang Moto GP 2012. Kalau sudah begini, rasa-rasanya, New Xeon RC wajib dicoba oleh mereka yang bukan pecinta motor matik. Hati-hati jatuh cinta!

Tiba-tiba saya membayangkan, bagaimana perasaan Michael seandainya saya yang mengendarai New Xeon RC. Kira-kira, apakah ia akan juga langsung berlari menghampiri saya dan memaksa naik ke dek pijakan kaki juga. Mmm…

“Bem…bem…bem…,” suara Michael seakan-akan terdengar di telinga saya.
Selengkapnya...

Sabtu, 09 Maret 2013

Memotret Imlek di Klenteng

Pada hari Tahun Baru Imlek 2564 yang jatuh pada 10 Februari 2013 lalu, saya bersama Yuliandi Kusuma, seorang rekan yang sama-sama menggemari fotografi, mengunjungi dua klenteng terkenal di Tangerang. Kami ingin memotret bagaimana warga keturunan China merayakan Imlek di kedua klenteng tersebut.

Klenteng yang kami datangi adalah Klenteng Boen Tek Bio, yang disebut-sebut sebegai salah satu klenteng tertua di Indonesia. Klenteng yang berada di tengah keramaian Pasar Lama, Kota Tangerang ini, selalu ramai dikunjungi oleh warga keturunan setiap perayaan Imlek. Kami berada di Boen Tek Bio sekitar dua jam dan sukses memotret suasana klenteng dari berbagai sudut.

Puas memotret di Boen Tek Bio, kami pun pindah ke Boen San Bio, klenteng besar lain di Kota Tangerang. Boen San Bio berlokasi di Jl Pasar Baru, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari Boen Tek Bio. Warga keturunan yang menjalankan ibadah di klenteng ini juga tidak kalah banyak dengan Boen Tek Bio.

Klenteng ini punya cita rasa lain dibandingkan Boen Tek Bio. Tempatnya lebih luas dan berada di pinggir jalan raya. Kalau tempat patung dewa-dewa di Boen Tek Bio ditempatkan di ruang-ruang kecil yang terpisah dengan bangunan utama, maka di Boen San Bio ditempatkan di bangunan utama yang hanya dipisahkan sekat-sekat. Yang unik lagi di klenteng ini, langit-langit bangunan utama penuh dengan lampion sehingga cahaya merah mendominasi seluruh ruangan. Kondisi ini pastinya sangat indah di lensa kamera.

Ada pemandangan yang sama di kedua klenteng yang kami datangi ini. Para pengemis tampak memadati keduanya. Sebuah pemandangan yang sangat tidak mengenakkan untuk saya.

Berikut beberapa foto hasil jepretan saya di kedua klenteng tadi:




















Selengkapnya...