Sabtu, 09 Maret 2013

Memotret Imlek di Klenteng

Pada hari Tahun Baru Imlek 2564 yang jatuh pada 10 Februari 2013 lalu, saya bersama Yuliandi Kusuma, seorang rekan yang sama-sama menggemari fotografi, mengunjungi dua klenteng terkenal di Tangerang. Kami ingin memotret bagaimana warga keturunan China merayakan Imlek di kedua klenteng tersebut.

Klenteng yang kami datangi adalah Klenteng Boen Tek Bio, yang disebut-sebut sebegai salah satu klenteng tertua di Indonesia. Klenteng yang berada di tengah keramaian Pasar Lama, Kota Tangerang ini, selalu ramai dikunjungi oleh warga keturunan setiap perayaan Imlek. Kami berada di Boen Tek Bio sekitar dua jam dan sukses memotret suasana klenteng dari berbagai sudut.

Puas memotret di Boen Tek Bio, kami pun pindah ke Boen San Bio, klenteng besar lain di Kota Tangerang. Boen San Bio berlokasi di Jl Pasar Baru, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari Boen Tek Bio. Warga keturunan yang menjalankan ibadah di klenteng ini juga tidak kalah banyak dengan Boen Tek Bio.

Klenteng ini punya cita rasa lain dibandingkan Boen Tek Bio. Tempatnya lebih luas dan berada di pinggir jalan raya. Kalau tempat patung dewa-dewa di Boen Tek Bio ditempatkan di ruang-ruang kecil yang terpisah dengan bangunan utama, maka di Boen San Bio ditempatkan di bangunan utama yang hanya dipisahkan sekat-sekat. Yang unik lagi di klenteng ini, langit-langit bangunan utama penuh dengan lampion sehingga cahaya merah mendominasi seluruh ruangan. Kondisi ini pastinya sangat indah di lensa kamera.

Ada pemandangan yang sama di kedua klenteng yang kami datangi ini. Para pengemis tampak memadati keduanya. Sebuah pemandangan yang sangat tidak mengenakkan untuk saya.

Berikut beberapa foto hasil jepretan saya di kedua klenteng tadi:




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar