Senin, 04 Maret 2013

Para Jawara News Magazine Metro TV

Dua sahabat saya saling berpelukan dengan sangat erat. Airmata pun membasahi wajah kedua perempuan itu. Tidak ada kata-kata yang terucap dari keduanya, kecuali terus saling berpelukan. Sedangkan saya dengan sejumlah teman lain hanya menatap mereka dengan tanpa kata-kata pula.

Begitulah yang terjadi ketika saya menghadiri undangan acara silaturahmi yang diadakan oleh teman-teman yang dulu sempat bergadung dalam Departemen News Magazine di Metro TV, pada Jumat malam pekan lalu. Pertemuan yang diadakan di sebuah rumah milik salah satu rekan di kawasan Jakarta Barat ini, dihadiri oleh sekitar 25 orang. Ini jumlah yang cukup fantastis mengingat kesibukan masing-masing.

Acara kumpul-kumpul ini juga dijadikan sebagai acara perpisahan untuk dua orang rekan yang pindah kerja ke stasiun TV lain. Satu pindah ke Kompas TV dan satu lagi ke NET TV yang akan segera mengudara di Jakarta.

Nah, yang menangis saat berpelukan tadi adalah rekan yang pindah ke NET TV, stasiun televisi milik PT Net Mediatama Indonesia yang merupakan bagian dari usaha Indika Group. Ia mengaku cukup berat memutuskan untuk pindah setelah delapan tahun berkarya di Metro TV. Saya termasuk salah satu yang punya banyak kisah dengannya karena berada di program yang sama ketika ia baru bergabung ke ‘Kedoya’, istilah lain untuk Metro TV merujuk lokasinya yang ada di kawasan Kedoya, Jakarta Barat.

Kami berkumpul sampai menjelang pukul satu dinihari dengan penuh cerita, tawa, dan kemesraan. Banyak diantara kami yang sudah sangat lama tidak saling bertemu setelah pindah posisi sampai pindah tempat kerja. Dulu, saat kami masih bersama-sama di News Magazine, kami memang suka mengadakan acara sejenis dengan mengambil lokasi di beberapa rumah rekan. Suatu hari di kawasan Karawaci, pada hari lain di Cibubur, hari yang lain di Fatmawati, dan sejumlah tempat lainnya.

News Magazine adalah salah satu departemen di Metro TV yang dulunya bertanggung jawab untuk melahirkan program-program berdurasi panjang yang digarap mendalam dan bercita rasa visual tinggi. Orang-orang yang bergabung di dalamnya adalah para jagoan di bidang dokumenter, investigasi, dan liputan yang mendalam. Mereka jago dalam hal menangkap isu, melobi narasumber, pembuatan naskah, mengoperasikan kamera, dan pakar dalam penyuntingan gambar.

Sejumlah program yang lahir dari News Magazine pada masa keemasannya adalah Metro Realitas, Inside, Genta Gemokrasi, Oasis, Expedition, Archipelago, Metro File, dan sejumlah program lain. Bukti pengakuan kehandalan tim dibalik program-program itu antara lain dibuktikan dengan sejumlah piagam penghargaan yang pernah diraih. Tidak hanya dalam ajang lomba tayangan dokumentar, tapi juga dari lomba liputan investigasi yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga.

Kini, nyaris seluruh awak News Magazine sudah tercerai-berai. Hanya segelintiran orang yang bertahan dan tetap menangani program yang tersisa, walau Departemen News Magazine kini sudah tidak ada lagi. Sejumlah anggota lain kini telah bermigrasi ke program reguler atau posisi lain di Metro TV, termasuk saya.


Sedangkan, sebagian lainnya tidak bergabung lagi bersama Metro TV yang kalau dijumlahkan, angkanya bisa mencapai belasan orang. Rekan-rekan membuat julukan ‘sudah lulus’ untuk mereka yang keluar dari Metro TV ini. Beberapa mantan awak News Magazine pindah ke Kompas TV dan menjadi ‘roh’ bagi sejumlah program dokumenter di stasiun yang bermarkas di Palmerah, Jakarta Selatan itu. Sekitar empat rekan lainnya kini mendirikan perusahaan sendiri yang masih berkaitan dengan media.

“Lu gimana, kapan lulus dari Metro TV?” tanya seorang rekan yang hanya saya jawab dengan senyum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar