Selasa, 16 April 2013

Rusdi Kirana, Sosok Kesuksesan Lion Air

Dua kali Rusdi Kirana menggegerkan dunia. Yang pertama, ketika ia menandatangani pembelian 230 pesawat Boeing pada 18 november 2011 di sela -sela KTT ASEAN-Amerika Serikat di Bali. Presiden Indonesia Susilo Bambang yudhoyono dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama menjadi saksi perhelatan yang bernilai US$ 21,3 miliar atau sekitar Rp 213 triliun tersebut. Pada 18 Maret 2013, Rusdi Kirana lagi-lagi membuat kejutan dengan memborong 234 pesawat Airbus dengan total harga mencapai 18,4 miliar Euro (US$ 24 miliar) atau sekitar Rp 240 triliun.

Siapa sebenarnya Rusdi Kirana?

Pria ini adalah pendiri dan Presiden Direktur PT Lion Mentari Airlines, perusahaan yang mengoperasikan maskapai Lion Air. Rusdi mendirikan maskapai yang memiliki slogan ‘We Make People Fly’ itu pada 1999 bersama sang kakak, Kusnan Kirana.

Dari hanya memiliki satu pesawat, kini jumlah armada Lion Air hampir mencapai seratus unit pesawat dan terus bertambah setiap bulan. Lion Air juga telah berkembang dengan memiliki sejumlah anak usaha, seperti Wing Air, Malindo Air, Lion Biznet, Batik Air, dan juga mulai merambah ke bidang property seperti perumahan dan hotel. Dengan bisnis yang sangat berkembang pesat ini, Rusdi Kirana pun masuk dalam jajaran salah satu dari 50 orang terkaya di Indonesia.

Penandatangan pembelian 234 unit pesawat Airbus dilakukan di Istana Presiden Prancis. Rusdi Kirana adalah pengusaha pertama yang mematahkan mitos kalau swasta tidak boleh menandatangani kontrak di dalam istana tersebut. Memang, bisa dimaklumi bila pemilik Lion Air ini mampu “menggiring” penandatanganan kontrak pembelian dilakukan di Palais de L'Elysee atau Istana Presiden Prancis. Bahkan, Presiden Perancis Francois Hollande juga hadir untuk menjadi saksi acara yang menghebohkan dunia itu.

Aksi Lion Air dalam memborong si burung besi buatan Airbus ini mendapatkan perhatian lua karena dilakukan di tengah krisis ekonomi yang masih menyelimuti Eropa. Pembelian 234 pesawat Airbus ini kabarnya telah menyelamatkan ribuan karyawan Airbus dari aksi PHK. Pemesan ratusan pesawat baru itu dianggap telah ikut membantu perekonomian Prancis untuk berdenyut kembali. “Saya harus berterima kasih karena dengan kontrak ini, Airbus akan mengamankan sekitar 5.000 pekerjaan selama 10 tahun,” kata Hollande saat acara penandatanganan.


Di tangan Rusdi Kirana, Lion Air memang telah mengepakkan sayap sangat jauh dari ujung landasan Bandara Soekarno-Hatta, titik Lion Air pertama kali mengudara. Maskapai berlogo kepala macan warna merah ini telah menjadi pemimpin pasar udara di langit Indonesia dengan jumlah penumpang yang diangkut berada di posisi pertama.

Tahun 2012, Lion Air mengangkut sekitar 23,93 juta penumpang, disusul Garuda Indonesia 14,07 juta penumpang), Sriwijaya Air (8,1 juta penumpang), Batavia Air sebelum berhenti beroperasi (6,01 juta penumpang), Merpati Nusantara Airlines (2,11 juta penumpang), dan sisanya sekitar 8,96 juta penumpang lainnya diangkut oleh beberapa maskapai penerbangan kecil dengan armada terbatas.

Hasil yang dicapai Lion Air ini memang terbilang sukses dan tidak lepas dari upaya Rusdi Kirana bersama dengan sang kakak yaitu Kusnan Kirana, yang sejak awal memiliki impian untuk membangun sebuah usaha penerbangan yang ingin mereka kembangkan hingga sukses.

Rusdi Kirana memiliki seorang istri dan dikarunia tiga orang anak. Saat ini usianya 49 tahun dan masih terus berkarya untuk menjadikan perusahaan Lion Air menjadi perusahaan penerbangan paling sukses dan terbesar di Indonesia.

Rusdi Kirana dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan tidak suka menonjolkan diri, walau sudah termasuk salah satu orang terkaya di Indonesia. Ini antara lain terlihat ketika Rusdi tidak terpukau dengan adanya karpet merah untuk menyambut dirinya secara hangat di Istana Presiden Prancis dalam acara penandatanganan kontrak pembelian 234 unit pesawat Airbus. Padahal, biasanya karpet merah hanya ditujukan untuk pejabat sekelas kepala negara. “Saya senang berada di sini, namun saya lebih tertarik dengan perumahan yang akan saya bangun untuk para pegawai saya beserta keluarganya,” ujar Rusdi setelah penandatanganan perjanjian, seperti dikutip Reuters.

Rumah yang dimaksud Rusdi Kirana adalah Lion Air Village yang kini tengah dibangun di kawasan Perumahan Talaga Bestari, Kabupaten Tangerang, Banten. Rumah tersebut didesain untuk akomodasi asrama bagi 3.000 orang dan 1.000 rumah kecil. Di kawasan itu, nantinya bakal tinggal sekitar 10.000 pegawai Lion Air dan keluarganya. Proses pembangunan kini telah selesai 90%.

Pengusaha ini juga masih suka terbang menggunakan kelas ekonomi dan lebih suka berbicara mengenai masa lalu serta gaya hidupnya yang sederhana. “Saya lebih senang terbang dengan kelas ekonomi, namun terkadang itu membuat para pemasok saya tidak nyaman. Saya tidak mau membuat produsen kesal,” ujar Rusdi.

Tidak mudah menebak apakah Rusdi sedang serius atau bercanda. Di luar rambutnya yang hitam, kumisnya yang lebat dan senyumnya yang ceria, ia sosok yang misterius. Abangnya, Kusnan juga memiliki karakter yang sama. Rusdi sendiri memiliki rumah di Indonesia, Singapura dan Malaysia, namun ia terkenang dengan hari-hari di mana ia kelaparan di sekolah dan menghasilkan sekitar Rp 100.000 per bulan dari bekerja menjual mesin tik. Ia pun sering menghindari kemewahan seperti penggunaan pesawat jet pribadi milik perusahaan. Rusdi memang pernah menjadi tenaga penjual mesin ketik buatan Amerika "Brother" dengan bayaran sekitar US$10 per bulan. Kini, kekayaan Rusdi Kirana ditaksir mencapai US$ 900 juta (Rp 9 triliun).


Di tangan Rusdi Kirana, Lion Air telah menjelma menjadi sebuah perusahaan penerbangan yang keberadaannya sangat mempengaruhi perkembangan transportasi udara di Indonesia. Dengan kegigihan Kirana bersaudara,perusahaan ini bisa menjadi sesukses sekarang. Harga tiket yang ditawarkan Lion Air menjadi acuan maskapai lain yang sama-sama bermain di kapling low cost carrier.

Lion Air adalah maskapai yang pertama di Indonesia yang menggunakan armada jenis Boeing 737-900ER. Maskapai ini juga telah terbang ke sejumlah daerah yang selama ini belum terjangkau si burung besi. Bahkan, Lion Air berani terbang antardua kota yang selama ini tidak pernah terhubungkan secara langsung. Misalkan saja, Medan-Bandung, Bandung-Denpasar, atau Jakarta-Tarakan dan Jakarta-Jayapura nonstop.

Sejak April 2013, Malindo Air, anak usaha hasil patungan Lion Air dengan perusahaan Malaysia, juga mulai resmi beroperasi. Dengan adanya Malindo, Rusdi optimistis pangsa pasar Lion Air akan semakin bertambah dan mengalahkan maskapai penerbangan lain.

"Jika anda saat ini melihat AirAsia Indonesia dan Garuda, mereka mempunyai jaringan yang cukup besar di Indonesia tetapi market share-nya jauh lebih kecil dibandingkan kami. Kita memiliki 600 penerbangan setiap hari dan membawa 100.000 penumpang. Dengan tingginya traffic tersebut, kita akan menambah destinasi dan bakal membawa penumpang lebih banyak," kata Rusdi Kirana suatu ketika.

Saat ini, Lion terbang ke sekitar 70 titik termasuk ke Sulawesi, Kalimantan, Pekan Baru, Medan, Semarang, Solo dan Pontianak. "Dengan Malindo nantinya kita bisa lebih sukses kedepan dengan buka rute penerbangan lain," tegas Rusdi.

Belum puas bermain di kelas low cost carrier, Rusdi Kirana pun meluncurkan Batik Air, maskapai yang memberikan layanan penuh seperti yang ada di Garuda Indonesia. Kepak sayap Batik Air melayani rute Jakarta-Manado pulang pergi. Untuk terbang perdana ini, akan dilayani oleh armada baru yakni Boeing jenis 737-900 ER. Sepertinya, Manado punya makna khusus bagi Lion Air. Pasalnya, perusahaan ini juga memiliki hotel pertama di kota yang terkenal dengan Bunakennya itu.

Rupanya, Rusdi Kirana tetap tidak puas dengan kondisi Lion Air seperti saat ini. Perusahaan terus dipupuk agar semakin besar semakin jauh mengepakkan sayapnya. Karena itu, Rusdi Kirana berencana untuk mencatatkan diri di bursa saham pada tahun 2015 mendatang. “Apa yang akan saya lakukan dengan hasil penjualan di bursa itu? Saya akan membuat maskapai baru di negara-negara lain di kawasan Asia-Pasifik,” tutur Rusdi seperti dikutip dari Reuters.

Sebagai perusahaan asli Indonesia, saya tentu bangga kalau Lion Air mampu ‘menguasai’ dunia.Slogan “We Make People Fly’ memang bukan sekadar basa-basi di atas badan pesawat milik Lion Air.

Susunan Direksi Lion Air saat ini:
Presiden Direktur: Rusdi Kirana
Direktur Operasi: Kapt Adi Widjajanto
Direktur Teknik: Rai Pering Santaya
Direktur Keuangan: Yunita Sastrasanjaya
Direktur Komersial: Achmad Hasan
Direktur Umum: Edward Sirait

Sumber foto-foto: Google

1 komentar:

  1. FBS Indonesia Broker Terbaik – Dapatkan Banyak Kelebihan Trading Bersama FBS,bergabung sekarang juga dengan kami trading forex fbsindonesia.co.id
    -----------------
    Kelebihan Broker Forex FBS
    1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
    2. SPREAD DIMULAI DARI 0 Dan
    3. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANK LOKAL Indonesia dan banyak lagi yang lainya

    Buka akun anda di fbsindonesia.co.id
    -----------------
    Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :

    Tlp : 085364558922
    BBM : D04A8185

    BalasHapus