Rabu, 03 April 2013

Yuk, Investasi di Reksa Dana

Saya ikut menghadiri seminar kecil-kecilan yang diadakan oleh teman-teman program Wide Shot. Acara berlangsung di salah satu ruang rapat selama dua jam. Pengisi materi adalah Lisa Soemarto, seorang financial planner yang sudah sangat sering menjadi narasumber di seminar-seminar keuangan. Wanita yang lama bermukim di Perancis ini diundang untuk berbagi ilmu mengenai bagaimana tips berinvestasi di reksa dana.

Seminggu sebelumnya, Lisa memang sempat menjadi narasumber di Wide Shot pada segmen bisnis dan investasi untuk tema yang sama. Rupanya, para awak Wide Shot menjadi tertarik dengan reksa dana setelah menonton penjelasan Lisa, sehingga ia pun kembali diundang. Namun, kali ini ia diundang bukan untuk menjadi narasumber di layar Metro TV, tapi justru ‘mengajar’ mereka. Tidak perlu membayar alias gratis pula.

Saya memang telat datang karena ada kesibukan lain, sehingga tidak banyak ilmu dari Lusi Soemarto yang bisa saya pelajari. Namun, saya masih sempat menanyakan beberapa hal kepada wanita yang juga menggemari dunia fashion ini, termasuk ‘curhat’ saya mengenai pengalaman berinvestasi di reksa dana sejak 2007. “Bisa tambah koleksi reksa dana dengan membeli produk yang lebih agresif,” kata Lisa ketika saya mengatakan mulai sedikit cuek dengan reksa dana akibat tidak puas lagi dengan imbal hasil yang ada sekarang.

Lisa Soemarto

Saya mengawali perkenalan dengan reksa dana pada 2007 setelah ‘diracuni’ oleh seorang teman. Setelah banyak membaca artikel reksa dana lewat Mbah Google, saya akhirnya take action dengan membeli reksa dana saham produk Danareksa, sebuah BUMN bidang keuangan, yang benama Danareksa Mawar Agresif. Sayang, kinerja reksa dana ini tidak sesuai namanya sehingga investasi saya sulit berkembang.

Namun, saya mendapatkan banyak pelajaran dari pengalaman pertama ini. Langkah pun saya semakin cepat, termasuk melahap semua informasi mengenai reksa dana baik dari dunia maya, ikut seminar, langganan tabloid Kontan, dan membeli buku keuangan. Saya pun jadi tahu makhluk yang bernama Bursa Efek Indonesia, termasuk bagaimana membaca indeks. Saya juga jadi hapal beberapa imiten di bursa, termasuk sedikit rumor yang bertebaran di sekelilingnya. Koran Bisnis Indonesia yang tadinya sangat asing, juga menjadi akrab bagi saya.

Buah dari semua pelejaran ini adalah sejumlah produk reksa dana yang kemudian saya koleksi. Saya membeli reksa dana saham Manulife Saham Andalan, Fortis Ekuitas, Mandiri Investa Atraktif Syariah, dan Mandiri Investa Pasar Uang. Reksa dana terakhir yang dikelola oleh PT Mandiri Manajemen Investasi, anak usaha Bank Mandiri itu, saya jadikan sebagai mas kawin. Kalau koleksi reksa dana lain banyak yang sudah saya jual, maka yang terakhir tersebut tetap saya pegang sampai hari ini karena punya nilai historis yang tidak ternilai.

Kini, setelah otak saya kembali dibakar oleh Lisa Soemarto, saya seperti mendapatkan semangat baru untuk kembali melirik reksa dana. Rencana pun sudah dibuat untuk kembali take action...

Sumber foto: www.lisasoemarto.com

1 komentar:

  1. FBS Indonesia Broker Terbaik – Dapatkan Banyak Kelebihan Trading Bersama FBS,bergabung sekarang juga dengan kami trading forex fbsindonesia.co.id
    -----------------
    Kelebihan Broker Forex FBS
    1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
    2. SPREAD DIMULAI DARI 0 Dan
    3. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANK LOKAL Indonesia dan banyak lagi yang lainya

    Buka akun anda di fbsindonesia.co.id
    -----------------
    Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :

    Tlp : 085364558922
    BBM : D04A8185

    BalasHapus