Selasa, 25 Juni 2013

Jokowi Bukan Gubernur Biasa-biasa saja

Lautan manusia itu saya pandangi dari atas jembatan penyeberangan orang yang ada di depan Plaza Indonesia. Saya tertegun menyaksikan pemandangan yang ada di depan. Saya terkesima melihat ribuan manusia tumpah ruah di sekitar Bunderan Hotel Indonesia. Ada yang asyik bermain-main air, duduk di pinggiran jalan, atau berdiri sambil jingkrak-jingkrak untuk menikmati alunan musik dari panggung. Sedangkan ribuan orang lainnya tampak berjalan kaki menuju arah Monas dan sebaliknya. Raut wajah mereka menggambarkan kegembiraan.

“Jokowi memang edan. Idenya dahsyat sekali,” ucap saya dalam hati sambil diam berdiri di atas jembatan. Saya angkat topi atas kesuksesan Joko Widodo untuk menggelar sesuatu yang berbeda pada hari ulang tahun DKI Jakarta pada Sabtu, 22 Juni 2013. Gubernur DKI Jakarta tersebut menggelar Malam Muda-Mudi di sepanjang Jalan MH Thamrin dengan membebaskan jalan dari kendaraan bermotor sejak pukul 18.00 sampai 24.00 WIB. Sekitar satu juta orang pun memadati jalan utama tersebut sampai menjelang tengah malam.

Jakarta benar-benar larut dalam pesta. Delapan panggung berdiri kokoh mulai Monas sampai Bunderan HI dengan menghadirkan aneka hiburan. Para pedagang kaki lima juga ikut menikmati keuntungan besar. Dan, yang pasti, Malam Muda-Mudi ini adalah milik semua lapisan masyarakat. Tua-muda dan kaya-miskin bercampur dalam satu kemeriahan. Dari gaya berpakaian dan gadget keluaran terbaru yang mereka bawa, mudah ditebak kalau ada begitu banyak masyarakat dari kelas atas yang ikut turun ke jalan pada malam yang sangat cerah ini.

Ini adalah pesta rakyat yang sangat sukses. Walau Jokowi mengaku meniru Malam Muda-Mudi pada jaman Gubernur Ali Sadikin, orang-orang tetap ingat kalau ini adalah sebuah karya sang Gubernur yang baru sekitar delapan bulan menjabat itu.

Uniknya, saya juga tidak menemukan satupun foto Jokowi-Ahok di poster, papan reklame, atau spanduk ucapan selamat ulang Tahun Jakarta di jalan-jalan yang saya lewati. Padahal, kalau di daerah lain, foto kepala daerah mereka pasti ikut mejeng di papan reklame atau spanduk milik instansi pemerintah yang dipasang di sudut-sudut jalan. Bagi saya, ini baru tindakan yang tepat karena tanpa memamerkan wajahnya pun, Jokowi sudah menjadi Gubernur paling terkenal di Indonesia. Yah, Jokowi sangat cerdas menunjukkan reputasinya sebagai kepala daerah yang tidak biasa-biasa saja.

Semoga, pesta rakyat seperti ini terus ada di Ibu Kota.


Duduk santai di pinggir Busway

Sekitar 1 juta manusia memadati Jl MH Thamrin

Bunderan HI jadi lautan manusia

Cuaca cerah mendukung car free night di Jl MH Thamrin

Dua MC di salah satu panggung

Seorang anak jadi pusat perhatian polwan

Malam Muda-mudi juga disiarkan langsung oleh sejumlah TV

Kemeriahan di salah satu panggung di Jl MH Thamrin

Ini dia ciri khas Jakarta

Bertemu sahabat lama, Abdul Ryasid

Atraksi salah satu pengisi acara

Pengunjung memadati salah satu panggung

Semua kalangan ikut merayakan Malam Muda-mudi

Pedagang kali lima untung besar

Seorang reporter TV sedang siaran

Ronaldo pun muncul di Jl MH Thamrin







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar