Jumat, 24 Januari 2014

Kapan Sinabung Kembali Tidur

Berbulan-bulan sudah puluhan ribu penduduk di sekitar Gunung Sinabung harus tinggal di tempat pengungsian. Mereka meninggalkan rumah dan kebun-kebun karena ancaman erupsi gunung setinggi 2.460 meter dibawah permukaan laut itu.

Saat kondisi sedang tidak membahayakan, sesekali mereka kembali ke rumah yang sudah nyaris ambruk akibat siraman debu Sinabung yang begitu tebalnya. Mereka pun mampir ke kebun yang kini sudah seperti lukisan satu warna, warna abu-abu.

Hingga akhir Januari 2014, Gunung Sinabung tidak juga menunjukkan tanda-tanda akan kembali tertidur pulas. Ia terus batuk-batuk dan mengeluarkan kepulan debu yang terbang tinggi hingga ribuan meter, dan akhirnya berjatuhan ke tanah dalam radius berkilo-kilo meter.

Doa dari para pengungsi rupanya belum terkabulkan. Tetesan air mata yang membasahi pipi juga belum bisa menenangkan Sinabung. Tidak juga kunjungan dari presiden mereka yang begitu terlambat.

Hanya kesabaran yang bisa membuat para pengungsi tetap bersemangat. Bahwa masih ada harapan di depan sana…


Foto-foto: koleksi Dickson Pelawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar