Jumat, 14 Maret 2014

Memotret Jakarta pada Malam Hari

Apa yang ada di pikiran Anda bila tiba-tiba merasa jenuh pada malam hari? Jawabannya mungkin beragam, dan salah satunya mungkin pergi ke pusat kota sambil menenteng tas berisi kamera kesayangan. Ya, inilah yang saya lakukan.

Singkat cerita, tiba-tiba saja saya sudah berada di sekitar Bunderan HI, Jakarta Pusat, sambil menenteng tas dan tripod. Langit pun terlihat sangat cerah pada malam ini saat jam menunjukkan pukul sembilan malam. Lalulintas pun mulai terlihat sepi, dan sangat kontras pada siang hari, saat kemacetan mendera sepanjang Jalan MH Thamrin.

Saya kemudian larut dalam asyiknya membidik suasana di sekitar Bunderan HI dari berbagai posisi dengan kamera Nikon D7000. Saya menyetel kamera pada posisi Manual (M). Posisi ini memang yang paling pas untuk memotret pada kondisi malam hari. Lalu, kecepatan (shutter) saya setel di angka yang sangat rendah, sekitar 2d. Terakhir, diafragma (aperture) saya setel di angka f/11. Angka ini beberapa kali saya ubah untuk mendapatkan gambar yang paling pas menurut saya.

Oya, saya juga selalu menggunakan tripod. Maklum saja, memotret dengan kecepatan yang sangat lambat tentu membutuhkan kamera pada posisi yang paling stabil alias dilarang terguncang sedikitpun. Bahkan, saya juga menggunakan timer untuk memencet tombol rana.

Sebenarnya, saya tidak sendirian hunting malam-malam di sekitar Bunderan HI. Saya ke lokasi ini bersama seorang sahabat, Yuliandi Kusuma. Dia juga yang mengajari saya bagaimana trik memotret pada malam hari yang benar. Lumayanlah, bisa tambah-tambah ilmu memotret dari Mas Bro yang satu ini. Hehehe…

Berikut ini beberapa hasil jepretan saya…




1 komentar:

  1. bisa diberi tahu bagaimana tips menggunakan kamera pada malam hari?

    BalasHapus