Jumat, 21 Maret 2014

Letusan Sinabung di Travel Fotografi

Tiba-tiba saja Kirno, penjual majalah di kantor menghampiri. Ia pun menyerahkan edisi terbaru majalah Travel Fotografi bergambar upacara adat Bali di sampulnya.

“Lho, sudah terbit ya?” tanya saya.
“Iya. Majalah Travel Fotografi, kan?”
“Wah, cepat juga ya. Kirain baru minggu depan,” jawab saya sambil menerima majalah.

Saya pun melihat sampul majalah bulanan terbitan Gramedia Majalah itu. Saya lalu melihat sebuah foto di bawah sampul yang bergambar Gunung Sinabung dengan foreground kembang sepatu yang sedang mekar. Saya sangat mengenai foto itu. Ya, itu adalah hasil jepretan saya.

Plastik yang membungkus majalah pun segera saya buka. Saya bolak-balik halaman demi halaman sampai akhirnya tiba di halaman 42-43. Sebuah foto pemandangan sebuah desa yang ditutupi debu vulkanik Gunung Sinabung memenuhi kedua halaman majalah. Di bagian kanan atas tertulis judul ‘Bahaya di Zona Merah Sinabung’. Sedangkan di pojok kiri bawah tertera penulis artikel lengkap dengan sedikit profilnya. Siapa nama yang tertera? Edi Ginting.

Ya, artikel sepanjang delapan halaman mengenai letusan Gunung Sinabung di edisi terbaru Travel Fotografi yang terbit pada Maret 2014 ini adalah tulisan saya. Tulisan dan sejumlah foto yang menyertai tulisan tersebut merupakan hasil kunjungan saya ke Sinabung pada akhir Januari 2014.

Foto hasil perjalanan itu sebenarnya sudah saya posting di halaman blog saya ini dan juga di Facebook serta Instagram milik saya. Karena belum puas juga, saya pun mengirimkannya ke Travel Fotografi. Alhamdulillah, buah karya itu rupanya sesuai dengan kriteria majalah yang terbit sekali dalam sebulan itu.

Saya membuat artikel tersebut di waktu senggang serta pagi hari sebelum berangkat kerja. Begitu juga foto-foto yang sempat saya edit di kala libur. Yang tersulit dalam membuat artikel ini adalah bagaimana dan darimana memulainya. Namun, begitu saya sudah menemukan kalimat-kalimat awal, maka seterusnya tinggal mengalir saja. Tidak terasa, saya sudah melewati batas panjang artikel sehingga terpaksa memangkasnya lagi pada bagian yang tidak terlalu penting.

Terima kasih untuk Travel Fotografi telah membuat tulisan dan foto-foto hasil jepretan saya tentang letusan Gunung Sinabung. Terima kasih juga untuk Masbro Yuliandi Kusuma, sang editor majalah yang masih memberi saya kesempatan. Senang berkreasi denganmu, Masbro….






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar