Selasa, 08 September 2015

Mata Najwa di Kampus UNNES Semarang

Rangkaian Mata Najwa On Stage akhirnya tiba di Semarang. Kali ini, lokasi yang menjadi pilihan adalah Kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES). Tapi, ada yang spesial dengan acara Mata Najwa On Stage kali. Kalau biasanya acara digelar di dalam auditorium dan pada siang hari, maka kali ini berlangsung di lapangan terbuka dan malam hari.

Mata Najwa On Stage di UNNES digelar di lapangan rumput persis depan gedung rektorat pada hari Sabtu malam, 29 Agustus 2015. Episode kali ini bertema “Cinta untuk Negeri”, dengan menghadirkan para narasumber seperti Anies Baswedan (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Jubing Kristianto (pemain gitar), Titiek Puspa (artis senior), dan Iko Uwais (aktor film laga). Tidak ketinggalan penampilan dari Shaggydog yang membawakan beberapa lagu mereka yang siapa saja pasti tidak tahan untuk tidak bergoyang.

Penonton yang hadir pada acara yang dimulai pada pukul tujuh malam ini tercatat sekitar 12 ribu orang. Ini belum termasuk penonton yang datang tanpa mendaftar. Maklum saja, acara ini memang gratis dan siapa saja bisa hadir tanpa perlu mendaftar lagi, karena berlangsung di ruang terbuka. Kalau di acara Mata Najwa On Stage sebelumnya, tanpa mendaftar pasti tidak bisa menonton karena berada di ruang tertutup yang harus melewati pintu masuk yang disediakan.

Bagaimana serunya acara yang dipandu Najwa Shihab, presnter yang terkenal sangat mahir membuat para narasumbernya 'ampun-ampunan' ini? Nonton saja di Metro TV pada Sabtu, 12 September 2015, pukul 19.30- 21.00 WIB.

Selengkapnya...

Jumat, 21 Agustus 2015

Ketika Mereka Mengudara di CNN Indonesia

Di atas adalah sebuah foto yang belakangan ini menyebar di sejumlah media sosial. Foto ini memperlihatkan mereka yang menjadi presenter di CNN Indonesia, sebuah stasiun televisi baru yang resmi mulai mengudara sejak 17 Agustus 2015.

Ada yang menarik perhatian saya saat melihat foto ini. Dari 13 wajah yang ada di foto ini, saya mengenal beberapa di antara mereka. Tujuh orang malah pernah sekantor dengan saya. Ya, hampir 50 persen!

Kita lihat satu-satu. Kita mulai dari kanan saja, karena kanan katanya berarti bersih dan mulia, walau saya tidak sependapat juga dengan ungkapan ini.

Yang berdiri di barisan paling kanan adalah Hera F Haryn. Saya cukup kaget juga saat mengetahui ia kini berlabuh di CNN Indonesia, karena sebelumnya ia menjadi salah satu presenter andalan di Bloomberg TV Indonesia. Saya mengenal wanita berdarah Aceh yang lama tinggal di Medan ini, ketika mengawali karir sebagai jurnalis di Metro TV sekitar 2007. Saat itu, kami berada di program sama, yakni Metro Realitas. Dengan gaya khasnya, Hera sangat memberi warna di program bergenre penelusuran dan investigasi itu. Namun, kebersamaan kami harus berakhir ketika Hera keluar dari Metro TV untuk meraih pujaan hatinya. Pasti muncul kebingungan Anda ketika membaca kalimat terakhir saya tadi. Maaf, saya memang sengaja membuatnya demikian.

Kita masuk ke wajah kedua yang saya kenal di foto ini. Wanita di samping Hera F Haryn yang tampak di foto ini adalah Putri Ayuningtyas. Sebelumnya, wanita yang sering dipanggil Putay ini, merupakan seorang presenter di Metro TV. Kalau saya tidak salah, Hera dan Putri satu angkatan masuk ke Metro TV. Dari yang awalnya reporter biasa, Putri kemudian menjadi pembaca berita mulai sekitar 2009. Putri sempat menjadi presenter di sejumlah program unggulan di Metro TV, seperti Metro Malam, Metro Pagi, Metro Hari Ini, Primetime News, Kupas Ketujuh, dan sebagainya.

Masih yang berdiri, tampak di foto adalah Prabu Revolusi di baris kelima. Prabu Revolusi juga pernah menjadi presenter berita di Metro TV. Sejumlah program yang pernah ia gawangi antara lain 811, Metro Pagi, dan Metro Siang. Ia keluar dari Metro TV sekitar 2013 dan kemudian bergabung dengan RTV. Kini, Prabu yang juga pernah menjadi presenter berita di Trans TV ini, bergabung dengan CNN Indonesia.

Di sebelang kanan Prabu adalah Indra Maulana. Bagi Anda yang sering menonton tayangan berita di Metro TV, pasti mengenal sosok pria ini. Indra adalah salah satu presenter berita di Metro TV yang selalu muncul di berbagai peristiwa besar dan penting. Indra yang mengawali karir di Metro TV sebagai reporter di Biro Surabaya ini, juga dipercaya menjadi presenter di sejumlah program utama di jam utama, seperti program Metro Hari ini dan Primetime News.

Berikutnya, perempuan di sebelah kanan Indra Maulana adalah Eva Julianti. Wanita ini bergabung menjadi presenter berita di Metro TV sekitar 2007. Sejumlah program pernah ia bawakan, seperti Metro Siang, Metro Hari ini, Forum Indonesia, dan sebagainya. Bahkan, Eva pun pernah menjadi presenter di program Metro Realitas ketika saya menjadi produser di sana. Sebelum bergabung di Metro TV, Eva bekerja di SCTV sebagai reporter dan presenter berita. Saat itu, ia memakai nama Eva Yunizar di layar. Bagi penggemar program Buser di Liputan 6 SCTV di awal-awal tahun 2000-an, pasti tidak asing dengan perempuan ini. Kabarnya, Eva kembali memakai nama lamanya ini di CNN Indonesia.

Perempuan di samping Eva Julianti yang duduk di sandaran kursi adalah Frida Lidwina. Wanita langsing semampai ini, sempat bergabung sebagai presenter berita di Metro TV sejak 2004. Frida sangat menguasai isu-isu ekonomi, sehingga ia lebih sering membawakan berita-berita ekonomi di layar Metro TV. Namun, sejumlah program berita lain juga pernah ia bawakan, seperti Indonesia Now, Headline News, Suara Anda, Metro Malam, World News, dan sebagainya.

Terakhir, dari empat orang yang duduk di kursi di dalam foto, ada satu orang yang juga pernah bekerja di Metro TV. Namanya Desi Anwar, yang duduk nomor dua dari kiri. Desi Anwar bisa jadi adalah sebuah legenda. Namanya sangat terkenal di awal-awal era program berita di televisi swasta. Desi Anwar dulunya menjadi seorang presenter berita di Seputar Indonesia RCTI. Ia punya gaya yang sangat khas ketika tampil dan kemudian menjadi inspirasi bagi para pembaca berita yang lebih junior. Desi Anwar kemudian ikut membidani lahirnya Metro TV, stasiun televisi berita pertama di Indonesia. Hampir 15 tahun di Metro TV, perempuan yang masih hidup sendiri ini, lantas ikut menelurkan CNN Indonesia.

Itulah tujuh wajah yang saya kenal di dalam foto para presenter CNN Indonesia yang kini banyak beredar di media sosial. Sebetulnya, ada wajah lain yang saya kenal dan tahu latar belakang mereka, tapi kami belum pernah berinteraksi secara langsung.

Selamat berkarya untuk teman-teman semua di tempat baru. Sukses untuk Anda semua...
Selengkapnya...

Selasa, 18 Agustus 2015

Hunting Foto di Pantai Anyer

Sebagai orang yang paling bahagia bersama laut dan pantai, maka Pantai Anyer adalah lokasi yang paling pas tatkala rasa rindu menghampiri. Lokasinya hanya sekitar 100 KM dari Jakarta yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam ke arah Merak, Banten.

Ada banyak lokasi pantai yang bisa disinggahi di sepanjang kawasan Pantai Anyer. Karateristik pantai pun bisa dipilih sesuka hati. Mulai dari yang berpantai pasir, penuh batu karang, atau campuran keduanya. Bagi saya yang hobi motret di pantai, tentu saja yang paling asyik adalah kawasan pantai yang ada pantai pasir dan batu karangnya.

Berikut ini adalah beberapa foto hasil jepretan saja ketika menghabiskan satu akhir pekan di kawasan Pantai Anyer. Saya dan keluarga menginap di Pisita Cottage, yang lokasinya tidak jauh begitu keluar dari kawasan Cilegon. Cottage ini memiliki pantai pribadi yang menarik sebagai spot memotret. Tidak percaya? Ini buktinya...










Selengkapnya...

Senin, 17 Agustus 2015

Upacara 17 Agustus di Pulau Terluar Indonesia

Mengikuti upacara hari kemerdekaan 17 Agustus di Istana Negara mungkin suatu kebanggan. Tapi, ikut upacara di pulau-pulau terluar yang menjadi pagar negeri ini, menjadi sebuah pengalaman yang lebih membanggakan. Sebab, tidak mudah untuk mencapai pulau-pulau terluar dari kota terdekat. Selain jarak yang jauh, juga harus menghadapi ombak yang ganas ketika berangkat ke sana. Belum lagi sarana transportasi yang serba terbatas.

Karena itu, saya bangga pernah beberapa kali merasakan betapa hikmatnya upacara hari kemerdekaan di sejumlah pulau terluar. Saya pernah mengikuti upacara 17 Agustus di Pulau Marore di Sulawesi Utara, Pulau Kisar di Maluku, Pulau Morotai di Maluku Utara, Pulau Lingayan di Sulawesi Tengah, dan Pulau Weh di Aceh. Semuanya adalah pulau yang menjadi batas Indonesia dengan negara tetangga.

Beberapa pulau berada jauh dari ibu kota provinsi ataupun ibu kota kabupaten. Sarana dan prasarana juga serba terbatas. Tapi, jangan tanya soal nasionalisme mereka. Setiap penduduk yang saya temui, selalu menjawab dengan tegas, kalau mereka adalah orang Indonesia. Hal ini dibuktikan antara lain dengan secara sukarela ikut upacara di lapangan rumput di pinggir pulau, walau tidak ada kewajiban.

Walau mereka bangga sebagai orang Indonesia, namun di tengah pembicaraan selalu terselip ucapan agar perhatian pemerintah semakin besar bagi mereka. Mungkin saja, ini bukan ucapan, tapi sebuah doa yang terucap ketika sedang berbicara dengan saya. Sebuah doa yang sangat penuh pengharapan.

Mereka adalah penduduk negeri ini yang menempati pulau-pulau terpencil dan jauh. Mereka tinggal di pulau yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia atau Samudra Pasifik. Ada juga pulau yang lebih dekat dengan negara tetangga dari daripada daratan Indonesia. Tapi, perhatian pemerintah sepertinya hanya cuma-cuma. Mereka memang bisa hidup mandiri selama ini, tapi kehadiran negara dan bangsa juga mereka harapkan. Tidak hanya berupa seremonial dan jargon-jargon berbau nasionalisme, tapi juga perhatian berupa sentuhan pembangunan.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-70!


Pulau Kisar, Maluku
Pulau Lingayan, Sulawesi Tengah
Pulau Marore, Sulawesi Utara
Pulau Morotai, Maluku Utara
Pulau Weh, Aceh
Selengkapnya...

Rabu, 27 Mei 2015

Sihir Selera Impor

Judul artikel ini saya comot dari judul tayangan Mata Najwa edisi Rabu, 27 Mei 2015. Pada episode ini, Mata Najwa mengupas mengenai fenomena budaya asing yang begitu digandrungi masyarakat Indonesia.

“Melalui kotak layar kaca, geliat di pojok-poiok dunia terlihat dan berbaca. Pesan dan gambar di sosial media, merambat mempromosikan kabar begitu seketika. Fashion di belahan Eropa dalam satu klik terinternalisasi warga Asia. Senandung ria di negeri sakura terimitasi remaja Jakarta. K-pop dan produksi filmnya merembes membuat demam anak muda seantero Indonesia. Dalam dunia yang begitu terbuka, Indonesia menjadi pemberi atau penerima?” begitulah yang diucapkan sanga tuan rumah, Najwa Shibab.

Salah satu narasumber yang dihadirkan ke studio adalah kelompok JKT48, sebuah kelompok idol asal Indonesia yang terdiri dari para remaja berusia belasan sampai 22 tahun. Sejak dirikan pada 2011, JKT48 segera mampu menghipnotis para penggemarnya. Mereka juga punya pertunjukkan sendiri di sebuah gedung di Jakarta Pusat. Ada sekitar 300 penonton yang datang tiap malam dan rela membayar sekitar Rp 100 ribu demi menyaksikan aksi para idol mereka.

JKT48 adalah ‘adik’ dari AKB48 yang ada di Jepang. Sama seperti JKT48, AKB48 juga sangat populer di negeri sakura. Lalu apa yang membedakan keduanya? “AKB48 lebih seksi,” kata Haruka, salah satu anggota JKT48 yang ‘diimpor’ langsung dari Jepang.

Manajemen JKT48 sangat pandai ‘menjual’ kelompok idol yang punya anggota 64 remaja putri berwajah cantik ini. Misalkan saja, beragam kegiatan dibuat untuk lebih mendekatkan JKT48 dengan para penggemar. Tidak heran kalau banyak penggemar yang rela menghabiskan duit puluhan juta rupiah demi bisa ‘dekat’ dengan para personil JKT48. Mulai dari berkali-kali menonton pertunjukan mereka, memberi CD yang ada hadiah berupa bersalaman selama 10 detik dengan satu idol JKT48, dan beragam kegiatan lain.

Kabarnya, banyak penggemar JKT48 adalah kaum pria. Mungkin Anda adalah salah satunya…

Selengkapnya...

Kamis, 07 Mei 2015

Mata Najwa di Kampus UI

Hari masih terlalu pagi di sekitar kampus UI Depok, ketika sejumlah anak muda mulai berjalan menuju balairung. Hari itu, Rabu, 29 April 2015, akan berlangsung sebuah acara yang tidak biasa di gedung pertemuan di dalam kampus UI Depok tersebut. Namanya Mata Najwa On Stage, mengambil nama sebuah program unggulan di layar Metro TV.

Anak-anak muda tadi pun segera bergerombol di sekitar pintu masuk balairung yang ada di sisi timur. Padahal pintu baru akan dibuka sekitar dua jam lagi. Namun, sepertinya mereka memang tidak sabar menjadi saksi dalam acara Mata Najwa On Stage yang kali ini mengambil tema Habibie dan Suara Anak Negeri.

Sekitar pukul sebelas siang, pintu akhirnya dibuka. Ribuan anak muda yang mayoritas adalah mahasiswa dari UI dan kampus sekitarnya, segera memadati balairung. Dalam waktu sekejab, semua kursi pun sudah terisi.

Acara ini bertabur tokoh-tokoh. Ada nama Khofifah Indar Parawansa yang kini menjabat Menteri Sosial, Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR), Johan Budi (Plt Wakil Ketua KPK), Rhenald Kasali (Pakar Marketing UI), Butet Kertaradjasa (Budayawan), Radhar Panca Dahana (Budayawan), Reza Rahadian (Aktor), Bunga Citra Lestari (Aktris), Cak Lontong (Komidian), Sruti (penyanyi), dan Marzuki Muhammad aka Kill The DJ (penyanyi).

Tokoh utama dalam acara ini adalah BJ Habibie, Presiden Indonesia ke-3. Habibie berbagi cerita di atas panggung mengenai banyak hal. Tidak hanya seputar pesawat terbang yang memang sangat ia kuasai, tapi juga mengenal hal-hal lain seputar kehidupannya. Termasuk kisah asmara masa muda seorang BJ Habibie. Tapi, cerita utama Habibie yang digali Najwa Shihab, sang tuan rumah Mata Najwa, adalah mengenai hal-hal yang bisa menginspirasi sekitar 5.000 anak muda yang memadati Balairung UI pada hari yang sangat cerah itu.

Tidak ketinggalan, kemeriahan dari penampilan Nidji yang membawakan empat lagu terkenal mereka. Keempat lagu tersebut adalah Shadows, Di Atas Awan, Laskar Pelangi, dan Disco Lazy Time. Bahkan, pada lagu terakhir ini, Najwa Shihab ikut berjoget bersama Giring Nidji sambil melepas high heels yang ia kenakan.

Anda penasaran dengan acara Mata Najwa On Stage yang berlangsung di Kampus UI ini? Nah, Anda bisa menyaksikannya di layar Metro TV pada Sabtu, 9 Mei 2015, mulai pukul 19.30 WIB.

Di bawah ini saya tampilkan beberapa foto hasil jepretan saya di acara tersebut, yang mungkin bisa menjawab sedikit rasa penasaran Anda.

Selengkapnya...