Senin, 20 April 2015

Laksa di Tengah Teduhnya Pohon Trembesi

Ada yang saya suka dengan Kota Tangerang. Pengelola kota yang berada di Provinsi Banten ini tampaknya sangat serius menghijaukan daerah mereka. Nyaris seluruh jalan utama ditanami pohon rindang seperti trembesi, mahoni, atau pohon bintaro. Memang belum seluruhnya tumbuh besar karena umur tanam baru beberapa tahun saja. Tapi, tunggu saja beberapa tahun lagi. Semoga saja pohon-pohon yang kini banyak ditanami akan tumbuh besar. Dan, bukan akan mati karena ‘dibunuh’ warga sekitar yang tidak peduli dengan penghijauan.

Di beberapa tempat, rindangnya pohon-pohon penghijauan sudah bisa dinikmati. Salah satunya adalah di sepanjang ruas jalan Moh Yamin, yang cukup terkenal karena menjadi lokasi berdirinya LP Wanita Tangerang. Jalan ini membentang dari bundaran depan Kodim Tangerang sampai jalan Sudirman. Kalau diukur, mungkin panjangnya sekitar tiga kilometer. Mungkin terasa pendek. Tapi, Anda akan menikmati suasana berbeda saat melintasi jalan ini.

Berjalan di jalan Moh Yamin terasa sangat nikmat dengan rindangnya pohon di kiri-kanan jalan. Menyusuri jalan ini sangat teduh walau matahari sangat terik karena tutupan pohon sudah menyatu di atas. Kondisi ini terasa karena pohon trembesi yang ditanam di median jalan sudah cukup besar. Sedangkan di kiri-kanan jalan ada pohon berdaun kecil-kecil yang saya tidak tahu apa namanya.



Di sebelah kiri jalan Moh Yamin kalau kita berjalan dari arah bundaran depan Kodim Tangerang, maka kita akan temui taman selebar sepuluh meter. Taman ini juga ditanami beragam jenis pohon yang sudah banyak tinggi menjulang. Di bawahnya ada pedistrian yang cukup besar dan nyaman untuk dilalui.

Pada salah satu bagian taman ini juga dibangun arena bermain untuk anak. Ada beragam permainan khas anak-anak, seperti perosotan dan ayunan. Sedangkan orang tua bisa duduk manis di sejumlah tempat duduk yang disediakan. Namun, pemerintah setempat tampaknya harus rajin memelihara sarana permainan di sini. Banyak yang sudah karatan atau pecah sehingga bisa membahayakan anak-anak.


Berada di jalan Moh Yamin mungkin tidak lengkap tanpa mampir ke penjual laksa. Di ujung jalan Moh Yamin ada bangunan tanpa dinding dan beratap daun rumbia yang berukuran sekitar 30 x 7 meter. Bangunan ini menjadi tempat berjualan sejumlah pedagang laksa. Bagi yang belum tahu apa laksa, maka silahkan datang ke sini dan merasakan lezatnya laksa asli Tangerang ini.

Saya termasuk salah satu penikmat laksa di sini. Saya tidak tahu bagaimana menggambarkan laksa ini. Namun, sekilas mungkin mirip dengan soto mi. Bahan utama laksa adalah semacam bihun dari beras. Bihun ini disiram dengan kuah santan laksa yang dimasak dari kacang ijo, kentang, dan kaldu ayam. Agar lebih nikmat, maka kita bisa menambahkan sepotong daging ayam kampung atau telor ayam.

Semoga saja keteduhan jalan Moh Yamin akan terus terpelihara....


Berikut beberapa foto hasil jepretan saya saat menikmati suasana di jalan Moh Yamin, Kota Tangerang, pada hari Minggu kemarin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar