Selasa, 26 Juli 2016

Mencari Perawan di Pulau Pari

“Kepada para pengunjung di Pulau Pari, mohon untuk tidak membuang sampah sembarangan. Telah disediakan banyak tempat sampah di sepanjang pulau ini.”

Begitulah suara yang terdengar dari alat pengeras suara ketika saya baru turun dari kapal ferry di Dermaga Pulau Pari. Pengumunan itu terdengar diulang sampai beberapa kali. Entahlah, apakah orang-orang memperhatikan suara pengumuman itu seperti yang saya lakukan. Saya penasaran mengapa harus ada pengumuman soal sampah itu.

Tiga hari menghabiskan waktu di Pulau Pari akhirnya saya bisa menemukan jawaban mengapa pengumuman soal sampah tadi begitu penting disampaikan kepada para orang-orang yang baru tiba di pulau ini. Rupanya, kebersihan memang begitu dijaga di salah satu pulau berpenghuni di gugusan Kepulauan Seribu ini.

Saya menemukan di pulau seluas 41,32 hektar ini juga ada pasukan oranye yang biasa dijumpai di jalanan Jakarta. Mereka menyapu sudut-sudut pulau, termasuk di pinggir pantai. Tempat sampah bersusun tiga juga banyak ditempatkan di sejumlah sudut pulau. Belum lagi tempat sampah beraneka ukuran yang ada di depan rumah.

Penduduk Pulau Pari sepertinya sudah memahami betapa pentingnya menjaga kebersihan. Apalagi, pulau yang berpenduduk sekitar 265 KK ini, belakangan juga dikenal sebagai salah satu pulau wisata di Kepulauan Seribu. Ya, pariwisata telah menjadi andalan utama penduduk pulau ini ketika budidaya rumput laut dan menangkap ikan tidak lagi menjanjikan. Pariwisata telah menciptakan bisnis penginapan, penyedia jasa makanan, penyewaan perahu, warung, dan lain-lain.

Salah satu sudut di Pulau Pari juga telah dikelola penduduk pulau ini sebagai ikon utama Pulau Pari. Salah satu sisi kawasan pantai sebelah Barat ditata sangat bagus sebagai destinasi utama pulau ini. Pantai ditutupi dengan pasir putih yang sangat halus. Juga dibuat dua pulau kecil berpasir putih di dekatnya. Air laut pun sangat jernih. Segala usia bisa bermain-main di sini, karena ombak nyaris tidak ada. Kedalaman laut juga tidak sampai setengah meter.

Kawasan pantai ini dinamakan Pantai Perawan.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar