Rabu, 27 Juli 2016

Singgah ke Pulau Tikus di Kepulauan Seribu

Tidak jauh dari Pulau Pari, ada satu pulau kecil yang sangat indah. Namanya Pulau Tikus. Luasnya sekitar 1,2 hektar. Saking kecilnya pulau ini, maka hanya butuh 15 menit berjalan kaki untuk mengelilinginyai. Namanya Pulau Tikus karena seperti tikus kalau dilihat dari udara. Begitu kata Nandi yang menjadi pendamping ke pulau ini.

Pulau yang banyak ditumbuhi pohon cemara dan pinus ini, dikelilingi oleh pasir putih yang sangat halus. Ombaknya juga tidak terlalu besar, karena masih masuk dalam gugusan Pulau Pari. Pulau ini juga tidak berpenghuni. Tidak juga dikelola. Jadilah Pulau Tikus sebagai sebuah pulau yang terabaikan. Indah, tapi kotor oleh sampah-sampah yang berserakan di pantai. Semak belukar juga tumbuh di mana-mana.

Kabarnya, pulau yang bisa dijangkau dalam waktu 30 menit naik perahu kecil dari Pulau Pari ini, dimiliki oleh sebuah perusahaan. Beberapa orang yang diduga adalah penjaga dari si perusahaan itu, juga ditempatkan di pulau. Sebuah spanduk terpasang bertuliskan “Dilarang masuk. Properti milik pribadi. Bukan tempat wisata.”

Hanya saja, walau sudah ada larangan, si penjaga pulau tersebut sepertinya membiarkan siapa saja untuk mampir ke pulau kecil ini. Terlebih, Pulau Tikus banyak ditawarkan agen travel sebagai salah satu destinasi yang dikunjungi selama berada di Pulau Pari. Memang sangat sayang melewatkan keindahan Pulau Tikus.

Saya sempat mengelilingi pulau kecil ini. Berjalan kaki menyusuri pantai yang berpasir putih. Beberapa kali saya terpaksa melangkahi batang kayu kering yang tumbang ke arah laut. Keberadaan batang kayu ini tentu saja menambah eksotis suasana di sana. Kamera pun tidak pernah berhenti memotretnya. Mencari angle yang paling pas dan paling indah.

Hanya saja, keindahan pantai di Pulau Tikus ini menjadi berkurang akibat sampah-sampah yang berserakan. Ada sampah yang mengampung di bibir pantai, di atas pasir, atau bertebaran di tempat lain. Asalnya bukan saja dari ombak laut yang membawa sampah dari tempat lain. Sepertinya, banyak sampah yang ditinggalkan oleh oara pengunjung pulau ini. Ini terlihat dari sampah-sampah yang ada di rerumputan di pinggir pantai dan tampak bukan bekas terendam di air.

Sangat disayangkan pulau seindah ini harus dalam kondisi tidak terurus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar