Rabu, 26 Oktober 2016

Impian Danau Toba Jadi Kelas Dunia

Pemerintah rupanya sangat serius untuk menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia. Langkah-langkah nyata pemerintah mulai terlihat.

Sebagai orang Sumatera Utara, saya tentu sangat bangga. Tidak sabar menanti apa saja yang akan dilakukan pemerintah di kawasan danau ini kelak. Jangan-jangan, nantinya wajah Danau Toba akan seperti yang ada di kepala saya. Berubah menjadi surga dunia yang benar-benar diperlakukan sebagai surga. Mmm, kalau sudah begini, bisa-bisa saya akan mudik ke kampung setiap tahun, atau bahkan beberapa kali dalam setahun.

Demi memoles kawasan Danau Toba, pemerintah bahkan rela mencari pinjaman. Baru-baru ini, pemerintah menandatangani kesepakatan pinjaman dari Bank Dunia. Total pinjaman yang disepakati mencapai 200 juta dolar AS, atau sekitar Rp 2,6 triliun. Uang sebanyak ini memang bukan seluruhnya untuk modal mendandani Danau Toba.

Uang triliunan rupiah ini akan dipakai untuk modal pembangunan infrastruktur di tiga destinasi wisata unggulan, dari 10 destinasi yang sudah ditetapkan pemerintah. Selain Danau Toba, dua destinasi lain adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah, dan Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Khusus untuk Danau Toba, uang pinjaman ini nantinya akan dipakai untuk merestorasi lingkungan danau, penyusunan portofolio atraksi sejarah dan budaya, taman bunga, dan sejumlah proyek lain. Pemerintah juga akan jalan tol Kuala Namu-Parapat sepanjang 160.5 km, perpanjangan landasan Bandara Silangit yang masih 2.400x30 meter menjadi 2.650x45 meter, dan sejumlah pembangunan lain.

Selain pinjaman ini, kabarnya pemerintah juga sudah menyiapkan dana lain yang bersumber dari anggaran pusat maupun daerah. Nilainya mencapai Rp 1 triliun dan mulai dicairkan pada Januari 2017.

Dengan segala program ini, sudah mulai terbayang nanti apa jadinya Danau Toba. Akses ke sana akan semakin mudah dan murah. Tidak butuh lagi waktu empat jam perjalanan dari Bandara Kuala Namu ke Danau Toba, karena pesawat sekelas boeing 737 sudah bisa mendarat di Bandara Silangit yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari Danau Toba. Penerbangan Jakarta-Silangit hanya butuh sekitar 90 menitan, tidak jauh berbeda dengan Jakarta-Bali.

Sekali lagi, sebagai orang asli Sumatera Utara, saya berharap semoga saja semua rencana yang telah disusun rapi ini, akan berjalan mulus dan sesuai rencana. Kalau tidak, Danau Toba akan semakin merana. Surga dunia yang terlupakan. Dibiarkan kotor dan tercemar, seperti kondisi saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar