Rabu, 09 November 2016

Kenali Modusnya Hindari Aksinya

Saat asyik bertransaksi di dunia maya, ada yang mengintai anda.
Tanpa disadari, Anda telah kehilangan harta kekayaan.
Dalam enam bulan terakhir, puluhan milyar rupiah uang nasabah lenyap.
Bisa jadi uang Anda adalah sasaran berikutnya.
News, story, dan insight, dalam sebuah peristiwa terangkum dalam NSI.


Ini kalimat pembuka Aviani Malik dalam program NSI yang tayang di layar Metro TV pada Senin, 9 November 2016, dengan judul ‘Pencuri Data Dunia Maya’. Episode ini menjadi sangat spesial karena merupakan tayangan perdana. Ya, NSI tayang pertama kali pada hari Senin, 9 November 2016, selama 60 menit mulai jam 20.05 WIB, untuk menggantikan program Kupas Ketujuh. Dan hari ini, tepat satu tahun usianya.

Memori pun kembali ke masa sekitar setahun lalu, ketika ikut terlibat dalam melahirkan program NSI ini.

Persiapan dimulai sekitar Agustus 2015. Sebagai komandannya adalah Catharina Davy, Manajer Non News Bulletin di Metro TV. “Kita mau membuat program baru untuk menggantikan ‘Kupas Ketujuh’. Konsep programnya adalah investigasi yang digabung dengan talkshow,” kata Keket, sapaan akrab kami bagi Catharina Davy.

Konsep pun segera digodok. Sejumlah nama yang kuat di program berbau investigasi dan juga kuat di program talkshow dilibatkan dalam penyusunan konsep ini. Waktunya sangat mepet karena harus segera dipaparkan ke hadapan petinggi Metro TV. Konsep yang kami tawarkan baru mendapatkan persetujuan setelah sekitar tiga bolak-balik mengubah konsep.

Masalah nama juga tidak mudah diputuskan. Nama NSI didapat di saat-saat terakhir ketika berbagai nama yang kami tawarkan ditolak dengan beragam alasan. Modus, Titik Balik, Titik Terang, Lacak, adalah beberapa nama yang kami tawarkan. Semuanya ditolak karena dinilai tidak ‘menjual’.

Suatu hari, ketika waktu sudah mau habis dan kami tidak boleh meninggalkan ruang rapat sebelum punya usulan nama lain, muncullah ide untuk memberi nama NSI, singkatan dari News Story Insight. Nama ini kami anggap tidak terlalu berbau kriminal dan sekilas mirip dengan sebuah program dari TV asing. Usulan kami ini akhirnya diterima. Kami pun lega dan mulai melakukan persiapan lain.

Ketika masalah nama sudah selesai, maka persiapan teknis segera dikerjakan. Kami tidak punya waktu banyak karena hari penayangan sudah ditetapkan, yakni awal November 2015. Kami harus memikirkan konsep studio dengan segala peralatannya, bumper, grafis, dan juga gaya naskah dan editing. Dari sinilah kemudian muncul tagline NSI yang tetap dipakai sampai hari ini; kenali modusnya, hindari aksinya.

Sesuai dengan namanya, NSI pada akhirnya tidak hanya mengangkat isu-isu kriminal. Hanya kasus kriminal kuat dan menjadi perhatian publik yang kami kupas. Beragam tema kami angkat di NSI. Mulai dari isu korupsi, pengggusaran, ekonomi, terorisme, atau lingkungan. Tema boleh beragam, tapi semuanya tetap memiliki satu nafas, yakni mengupas satu masalah dan mencari apa yang salah agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban.

Selama satu tahun mengudara, rating tertinggi dicapai dalam episode “Jejak Sianida Mirna” yang tayang pada 1 Februari 2016. Rating episode ini mencapai 2,3 dengan share 10,1. Momen penayangan episode yang berkisah mengenai misteri kematian Wayan Mirna Salihin akibat diracun ini memang pas sekali. Satu hari sebelum tayang, polisi menangkap Jessica Kumala Wongso yang diduga sebagai pembunuh Mirna. Episode ini juga ada wawancara Aviani Malik dengan Jessica Wongo yang dilakukan tiga hari sebelum wanita muda itu ditahan.



Episode lain yang mendapatkan rating di atas satu adalah episode “Siasat Sesat Kurir Narkoba” (11 Januari 2016), “Pencari Keadilan (18 Januari 2016), “Sel-sel Teroris” (25 Januari 2016), “Akhir Kisah Kalijodo” (29 Februari 2016), “Mirna, Jessica, dan Kopi Sianida” (29 Agustus 2016), dan “Pemeras Berseragam” (31 Oktober 2016).

Capaian tertinggi NSI adalah ketika masuk nominasi Panasonic Gobel Award 2016 untuk kategori Program News Talkshow. NSI bersaing dengan sejumlah program sejenis yang sudah bertahun-tahun mengudara dan telah sangat terkenal di masyarakat. Saat itu, yang menjadi juaranya adalah program ILC. Walau NSI tidak menang, ini sudah menjadi sebuah kebanggaan bagi tim dan juga Metro TV. Sebuah prestasi untuk program yang belum berumur setahun.

Saya bangga telah ikut melahirkan NSI. Saya juga bangga karena selama setahun ini ikut terlibat dalam melahirkan episode demi episode setiap pekan.

Kini, saatnya untuk berganti peran dan cukup menjadi penonton NSI. Entah sampai kapan...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar