Senin, 20 Februari 2017

Belanja Iklan yang Sungguh Fantastis

Promosi masih dipercaya sebagai jalan termulus untuk mengerek penjualan. Tak heran kalau biaya iklan selalu meningkat tiap tahun. Apalagi ditambah dengan persaingan dunia bisnis yang semakin ketat. Iklan kemudian menjadi andalan utama perusahaan untuk memenangkan persaingan dan mempertahankan posisi pasar. Bisa jadi, indikator utama kredibilitas perusahaan juga terletak pada seberapa besar dana yang dialokasikan untuk iklan.

Saya pun penasaran dengan berapa sebenarnya uang yang dihabiskan perusahan untuk biaya iklan dan promosi produk-produk mereka. Iseng-iseng saya pun merisetnya. Ternyata, angkanya luar biasa besar. Bisa mencapai ratusan hingga triliuan rupiah untuk satu tahun.

Berikut beberapa fakta yang saya dapat:

Berdasarkan data Nielsen, belanja iklan mi instan pada 2015 mencapai Rp 3,2 triliun. Indofood merupakan pengiklan terbesar yang mencapai Rp 2,1 triliun. Sementara di 2014 total belanja iklan industri mi instan mencapai Rp 2,8 triliun dan di 2013 mencapai Rp 2 triliun. (Sumber: Swa.co.id)

PT Sigi Kaca Pariwara, pengembang produk Adstensity, telah menghitung belanja iklan di sejumlah stasiun televisi. Hasilnya, terdapat 10 perusahaan yang royal mengucurkan dana hingga miliar rupiah untuk mempromosikan produknya terhitung dari 1 Januari hingga 30 November 2015. Ini dia peringkatnya:
1. Produk rokok dari PT Djarum Indonesia dengan belanja iklan Rp 1 triliun.
2. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk dengan belanjak iklan Rp 902,9 miliar.
3. Pepsodent dengan belanja iklan Rp 804,5 miliar.
4. Dettol dengan belanja iklan Rp 761,8 miliar.
5. Lifebuoy dengan belanja iklan Rp 730,5 miliar.
6. Produk susu dari Frisian Flag dengan belanja iklan Rp 664 miliar.
7. Indomie dengan nilai Rp 593,4 miliar.
8. Mie Sedaap dari Wings Food dengan nilai Rp 583,4 miliar.
9. Tokopedia dengan belanja iklan Rp 559,9 miliar
10. Traveloka dengan nilai Rp 553,2 miliar.
(sumber: liputan6.com)

Pada kuartal pertama 2016, belanja iklan bertumbuh 24% menjadi Rp 31,5 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, belanja iklan baru mencapai Rp 25,4 triliun. Iklan rokok masih mendominasi belanja iklan nasional sebesar Rp 1,9 triliun. Dunhill dan Djarum Super Mild adalah merek yang paling agresif dalam belanja iklan pada kuartal tersebut. PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menambah belanja iklan dan promosi menjadi Rp 512,43 miliar pada kuartal pertama 2016. Beban iklan dan promosi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) di kuartal pertama pun naik 22,93% menjadi Rp 375,01 miliar. (Sumber: Kontan.co.id)

Data Nielsen Advertising Information Services menunjukkan pertarungan teratas terjadi di kategori mie instant, yakni antara brand Indomie dan Mie Sedaap. Keduanya menempati dua teratas pada daftar Top 10 Pembelanja Iklan Tertinggi di tahun 2015. Jika Indomie menempati posisi pertama dengan belanja iklan Rp 971,2 miliar, maka Mie Sedaap menempati posisi kedua dengan belanja iklan Rp 733,7 miliar. Pertarungan sengit kedua terjadi pada industtri e-Commerce. Di industri itu, ada dua brand yang sengit membetot perhatian konsumen Indonesia lewat iklan TV dan cetak. Keduanya adalah Traveloka.com dan Tokopedia. Jika Traveloka.com menempati posisi ketiga terbesar dengan belanja iklan Rp 697,3 miliar. (Sumber: mix.co.id)

Siapa saja Top 5 brand yang memutuskan untuk meningkatkan belanja iklan di televisi secara fantastis di sepanjang semester pertama tahun 2015?
1. Traveloka yang membelanjakan Rp 376,3 miliar.
2. Pantene Total Demage Care dengan belanja iklan Rp 199,9 miliar.
3. Wall’s Cornetto dengan belanja iklan Rp 250,9 miliar.
4. Djarum Super Mild yang telah membelanjakan iklan TV Rp 238,6 miliar.
5. The Pucuk Harum dengan belanja iklan TV sebesar Rp 190,2 miliar.
6. Clear anti ketombe dengan belanja iklan TV Rp 188,1 miliar.
(Sumber: mix.co.id)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar