Jumat, 10 Februari 2017

Duo Captain with Soetikno Soedarjo & Emirsyah Satar

Sekitar September 2016 sempat muncul berita yang membuat heboh dari KPK. Heboh karena mengandung teka-teki yang mungkin hanya Tuhan dan KPK yang tahu jawabannya.

Saat itu, Ketua KPK Agus Rahardjo mengungkapkan adanya seorang direktur utama dari sebuah BUMN yang diduga menerima suap di Singapura. Hanya ini yang disampaikan Agus ketika itu. Selebihnya tidak ada informasi yang bisa didapat. Agus mengunci mulutnya rapat-rapat ketika pers mempertanyakan siapa si pejabat itu, apa BUMN yang dia pimpin, bagaimana modus pemberian suap, siapa pemberi suap, atau dalam kaitan apa suap diberikan.

Rumor pun berkembang dan berubah menjadi bola liar yang melambung ke segala arah. Teki-teki siapa si direktur utama menjadi topik pembicaraan beberapa hari kemudian. Ada yang mencoba memancing KPK agar segera mengungkap siapa dia dengan menyebut pasar bisa dilanda kepanikan kalau terlalu lama dibiarkan tanpa kejelasan.

Berhari-hari spekulasi dan main tebak-tebakan pun menjamur. Bahkan ada anggota DPR yang mengaku sudah tahu siapa direktur yang sedang dibidik KPK itu. "Informasi yang saya dengar dari salah satu kementerian yang berkaitan dengan ESDM, tapi bukan Pertamina. Yang kaitannya dengan gas atau apalah," kata si anggota DPR seperti dikutip situs batamnews.co.id.

Teka-teki yang diutarakan Ketua KPK ini pun akhirnya terjawab sekitar tiga bulan kemudian.

Hari Kamis, 19 Januari 2017, KPK mengumumkan status tersangka terhadap Emirsyah Satar. Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia itu diduga menerima suap terkait pengadaan mesin Rolls-Royce untuk pesawat Airbus milik Garuda Indonesia. Nilai suap diperkirakan lebih dari Rp 20 miliar. Suap diduga diterima Emir semasa ia menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia pada 2005-2014.
Sumber Foto:Viva.co.id

Suap diduga sampai ke Emirsyah melalui seorang perantara yang bernama Soetikno Soedarjo. KPK menyebut Soetikno adalah pemilik Connaught International Pte Ltd. Menurut Kompas.com, di perusahaan yang bermarkas di Singapura ini, Soetikno selaku beneficial owner, atau pemilik sebenarnya dari penghasilan berupa bunga, deviden, dan royalti yang bersumber dari badan usaha tersebut. KPK pun sudah menjadikan Soetikno sebagai tersangka bersama Emirsyah.

"Connaught International ini perusahaan yang memiliki hubungan dengan Airbus dan Rolls-Royce, yakni sebagai konsultan penjualan pesawat dan mesin pesawat di Indonesia," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, seperti yang ditulis kompas.com.

Sumber Foto: Forbesindonesia.com

Di Indonesia, Soetikno Soedarjo lebih dikenal publik sebagai CEO sekaligus salah satu pendiri PT Mugi Rekso Abadi, atau biasa disebut MRA Group, yang merupakan perusahaan induk yang membawahi beberapa unit usaha. Sebagian besar unit usaha MRA Group bergerak di bidang hiburan dan gaya hidup. Situs Wikipedia mengungkap, PT Mugi Rekso Abadi didirikan pada tahun 1993 oleh Soetikno Soedarjo bersama dua rekannya, Adiguna Sutowo dan Dian M Soedardjo.

MRA Group memiliki tujuh divisi, yakni media cetak, media penyiaran, retail and lifestyle, makanan dan minuman, otomotif, hotel dan properti. Beberapa merek yang ada dalam genggaman MRA Group adalah Cosmopolitan FM, Hard Rock FM, I-Radio, Trax FM, Brava FM, MNI, Ghiboo.com, Q Research Indonesia, dan IP Entertainment. Untuk media cetak ada Majalah Cosmopolitan, Harper's Bazaar, Bravacasa, Cosmogirl, Amica, Good Housekeeping, Bali & Beyond, Spice!, Trax, FHM, Mother & Baby ,Autocar, Hair Ideas, Esquire, Fitness, Men's Fitness , dan HELLO!.

Soetikno dan PT Mugi Rekso Abadi juga pemilik dan pemegang distribusi untuk Indonesia dari sejumlah merek dunia, seperti Bulgari, Jewelry, Paris Hilton, Bang & Olufsen, Vision Home Entertainment, Hard Rock Cafe Jakarta, Hard Rock Cafe Bali, Häagen Dazs, The Cloud, Zoom Bar & Lounge, Harley Davidson, Ferrari, Maserati, Abarth, dan Bulgari Hotel & Resort.
Sumber Foto: mabuamedia.com

Saya pun melakukan riset kecil-kecilan mengenai hubungan Emirsyah Satar dengan Soetikno Soedarjo. Dari hasil satu-dua jam menelusuri begitu banyak informasi di Google, saya mendapatkan sejumlah fakta tentang kedekatan dua tokoh ini.

Keduanya pernah hadir di acara Garuda Indonesia berupa peluncuran layanan "Mobile Ticketing Counter" yang berlangsung di Jakarta, 17 Desember 2013. Kehadiran Soetikno di acara ini bukan semata-mata karena ia berteman baik dengan Emirsyah. Peluncuran bis pelayanan tiket berjalan oleh Garuda Indonesia ini menggandeng sejumlah radio di dalam jaringan MRA Group sebagai media publikasi. Tidak heran kalau logo radio milik Soetikno pun menempel di badan bis.

Nah, jelas sudah kalau Soetikno hadir di acara ini sebagai petinggi dari MRA Group, bukan karena diundang sebagai rekan bisnis dari Emirsyah ataupun Garuda Indonesia. Tak heran kalau kemudian pengusaha ini berdiri di tengah ketika berlangsung acara gunting pita di acara ini.

Sumber foto: Beritasatu.com

Keduanya juga pernah tampil bersama di acara ulang tahun Brava Radio FM, yang juga berada dalam jaringan MRA Group, pada Maret 2015. Keduanya muncul dalam program bernama ‘Duo Captain with Soetikno Soedarjo & Emirsyah Satar’. Mereka mengambil alih alih siaran Good Day Jakarta selama satu jam. Sejumlah foto yang di ada di situs Brava Radio memperlihatkan bagaimana suasana ketika Soetikno Soedarjo dan Emirsyah Satar sedang berperan sebagai penyiar.

Sumber Foto: Bravaradio.com

Saya juga menemukan foto Soetikno Soedarjo dan Emirsyah Satar yang berada di antara enam orang lainnya dalam sebuah acara. Dari spanduk yang ada di belakang mereka, terlihat momen ini berlangsung pada acara penandatanganan kerja sama yang antara PT Garuda Indonesia, PT Citra Langgeng Otomotif (Ferrari Indonesia) dan Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI). Sebuah situs menulis acara ini berlangsung pada 10 Mei 2012 di Denpasar, Bali. Perlu diketahui, distribusi mobil Ferrari untuk Indonesia juga dipegang oleh MRA Group, yang dipimpin oleh Soetikno Soedarjo.
Sumber Foto: mobil.sportku.com

Semasa Emirsyah Satar menjabat Direktur Utama Garuda Indonesia, maskapai kebanggan Indonesia ini juga pernah bekerja sama dengan Ferrari untuk menggelar 'Joy Flight' (terbang tamasya) pada hari Minggu, 18 Desember 2011. Saat itu, ada sekitar 45 anak kurang beruntung dari sebuah yayasan yang dibawa terbang ke wilayah udara sekitar Banten selama satu jam dengan pesawat Garuda Indonesia.

Pada hari yang sama, puluhan mobil Ferrari yang pemiliknya tergabung dalam Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI), juga menggelar konvoi menuju markas Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Yang istimewa, Emirsyah Satar saat itu menjempur para peserta konvoi dari sebuah kawasan bisnis di Jakarta dan kemudian bersama-sama menuju markas Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta.

Sumber Foto: http://prima-rizqa.blogspot.co.id

Inilah sedikit riset yang saya dapatkan ketika penasaran mengenai apa hubungan Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo, selain keduanya sama-sama menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap dari pabrik mesin pesawat Rolls-Royce kepada Garuda Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar