Tentang Saya

Kata orang, menulis adalah salah satu cara untuk terhindari resiko terkena stress dan akhirnya tergolek sakit. Karena itu, saya ingin menulis apa saja yang terlintas di otak saya ini. Akibatnya, mungkin Anda merasa blog saya ini tidak fokus kepada hanya satu topik. Memang demikian adanya. Namun, kalau Anda rajin memperhatikan, akan Anda temukan benang merah semua artikel di blog ini. Yakni, mengenai seni pengembangan diri, dalam arti luas tentunya. Selamat menyimak isi blog saya ini. Merdeka!

Kalimat-kalimat di atas bertahan begitu lama sebagai isi dari profil blog ini. Sampai akhirnya, datang protes itu.

Seorang teman berkali-kali ngomel kepada saya. Ia mendesak saya untuk segera memperbaharui profil saya di blog ini. Setiap kali ia ‘protes’, setiap kali itu juga saya selalu menjawab ‘ya’. Jawaban itu saya ucapkan sambil tertawa, tanda jawaban yang tidak serius. Ia juga memprotes saya, mengapa memasang foto di profil berupa foto diri saya sedang lompat. Bagi dia, foto itu sangat tidak menarik.

Entah mengapa, saya selalu malas untuk memperbaharui profil saya di blog ini. Bahkan, dulunya, saya sangat ogah mencantumkan foto diri. Belakangan, rasa malas itu sedikit memudar, dan saya kemudian menambahkan facebook dan twitter saya. Rupanya, teman tadi tetap tidak puas, dan tetap ngomel-ngomel kepada saya.

Baiklah. Saya menyerah.

Saya tidak tahu persis, sejak kapan saya gemar menulis. Barangkali sejak SD. Tidak mungkin sejak TK, apalagi playgroup, karena saya tidak pernah mengenyam pendidikan sebelum SD. Kegiatan menulis dan membaca, bagi saya, seperti menu makan yang harus terpenuhi setiap hari. Sebelum punya anak, koran adalah benda yang pertama kali saya pegang begitu bangun tidur. Setelah berkeluarga, baru kebiasan itu berubah. Bermain dengan anak, baru membaca koran saat sudah santai. Hehehe...

Awal, saya ngeblog hanya untuk sekadar iseng-iseng saja. Tidak lebih dari menempuhkan ide-ide di dalam kepala ini. Bahkan, terkadang tempat menumpahkan emosi. Namun, seiring perjalanan waktu dan perkembangan dunia blogger, maka saya mencoba membuat blog EdiGinting.com ini bisa lebih bermanfaat kepada orang lain. Semoga saja itu bukan harapan yang muluk-muluk.

Dengan menjadi blogger, saya mendapatkan banyak sekali manfaat. Blog menjadi tempat saya mencurahkan buah pikirian, tempat saya mengasah ketajaman dalam membuat tulisan, tempat saya mencari teman, dan yang tidak kalah penting, blog mendatangkan penghasilan tambahan untuk keluarga saya. Benar, lho. Kata-kata 'Blog bisa menghasilkan uangh', bukan isapan jempol belaka. Saya sudah membuktikannya.

Pekerjaan sebagai jurnalis memang menjadi modal utama bagi saya untuk mendapatkan ide-ide menarik untuk mengisi blog saya ini. Saya bisa bertemu banyak orang dari beragam strata, jabatan, dan golongan. Melihat hal-hal baru yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Dengan menjadi jurnalis, saya juga berkesempatan untuk melihat hampir seluruh daerah di Indonesia. Sejumlah negara juga sudah pernah saya kunjungi. Nah, sebagian pengalaman 'berkelana' itu, sudah saya tulis di blog ini. Lengkap dengan foto-fotonya. Saya memang tidak pernah lupa membawa kamera kemanapun saya pergi. Karena itu, koleksi foto saya terus semakin menumpuk di rumah.

Saya memulai kegiatan jurnalistik sejak duduk di bangku SMP. Hampir tiap minggu, hasil coret-coret saya menghiasi mading sekolah. Ada fiksi, non fiksi, atau kartun yang tidak jelas komposisinya. Yang penting, pede aja untuk memajangnya. Beragam lomba mengarang pun saya ikuti di sekolah. Beberapa kali saya menang. Walau hadiahnya hanya sebungkus wafer superman, namun saya sangat bangga.

Kegiatan jurnalistik terus berlanjut di tingkat SMA. Tidak hanya mading, namun saya ikut kegiatan majalah sekolah. Bahkan, saya akhirnya terpilih menjadi Pemimpin Redaksi Kharisma, majalah sekolah saya di SMA. Bersama tim, saya berhasil menerbitkan majalah edisi lebih luks daripada edisi-edisi sebelumnya.

Ada satu lagi kegemaran saya saat di SMA. Yakni, ngejar-ngejar artis luar negeri yang datang ke jakarta. Mulai dari Metallica, Sting, Phil Collins, Michael Learns To Rock, Lea Salonga, dan masih banyak lagi. Selain memang bagian dari peliputan untuk majalah sekolah, aksi unik yang sering kali harus bolos dari sekolah itu, juga bertujuan untuk sekadar bisa foto bareng dengan si artis, minta tanda tangan, atau sekadar melihat saja. Beragam cara saya pakai untuk bisa mendapatkan jadwal si artis. Menelepon ke radio-radio yang jadi media partner, menelepon ke majalah HAI, atau modal nekat saja ke Bandara Soekarno-Hatta .

Saya punya obsesi yang belum terwujud sampai saat ini. Saya ingin bisa membuat buku. Sebuah buku yang sangat menarik dan menjadi best seller. Semoga saja ini bisa terwujud dalam waktu dekat. Amin.

Yang ingin berkenalan, memberikan masukan/saran/kritik, atau sekadar menyapa, silahkan kontak saya via:
  • Email: eginting {at} gmail.com
  • Facebook: edigintings
  • Twitter: @edigins
  • Google+: +Edi Ginting
  •  Instagram: EDIGINTING

Selengkapnya...